Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 39 Kein & Nyonya Besar


__ADS_3

“Salam untuk Tuan Raymond dan Nyonya Bookmaster,” kata Kaji.


Tuan Moriarty dan Nyonya Mary tersenyum dan membalas salam. “Salam untuk Tuan Kaji.”


Pandangan Nyonya Mary kemudian beralih ke arah dua anak kembar.


Deg!


Apakah aku sedang berhalusinasi? Aku seperti kembali 19 tahun yang lalu saat Adam masih berumur 5 tahun, kata Nyonya Mary dalam hati.


Bukan istrinya saja yang tertegun, tapi Tuan Moriarty juga sama kagetnya.


Eh? Kenapa kedua anak ini sangat mirip dengan Adam kecil? Tidak mungkin, kata Tuan Moriarty dalam hati.


Kaji menatap satu keluarga itu memandangi kedua anak kembar yang datang bersamanya.


“Ayo perkenalkan diri kalian,” kata Kaji menyuruh kedua anak kembar itu bicara.


Sebelumnya kedua anak itu membungkuk sedikit.


“Salam, namaku Kamiya Kane,” kata Kane.


“Kamiya Kein, terima kasih,” kata Kein.


Sekali lagi, Adam dan yang lainnya terbelalak saat mendengar marga kedua anak itu. “Ka-Kamiya?”


“U-Um, maaf kalau ini mengganggu privasi Tuan Kaji. Kedua anak kembar ini memakai marga keluarga Kamiya, apakah kalian memiliki hubungan?” tanya Sekretaris Rey.


Kaji tersenyum. “Tentu saja. Mereka berdua adalah anakku.”


Deg!


“Anak?!” pekik semuanya dengan nada pelan agar tamu lain tidak menyadarinya.


“Jadi Anda sudah memiliki anak sebesar ini? Kalau begitu, calon istri yang Tuan Kaji katakan, apakah Anda bercerai dengan istri pertama Anda?” tanya Adam.


Mendengar hal itu membuat Kaji terkekeh pelan. “Aku belum menikah. Tapi kedua orangtua anak kembar ini berpisah 5 tahun yang lalu. Jadi calon istri yang aku katakan waktu itu adalah ibu mereka.”


“Apakah ini maksudnya Tuan Kaji akan meminang wanita yang sudah menikah tapi sudah bercerai?” tanya Tuan Moriarty.


“Benar Tuan Raymond,” jawab Kaji tanpa ragu.


Lagi dan lagi keluarga Raymond dibuat terkejut. Tapi, karena itu privasi Kaji membuat mereka tidak mempermasalahkannya.


Kane mengerutkan dahi sehingga ia berjalan menghampiri kakaknya. “Kakak, kenapa Bookmaster selalu memperhatikan kita? Tidak ada yang salah dengan penampilan kita, kan?”

__ADS_1


“Mungkin beliau terkejut karena melihat wajah kita yang mirip dengan ayah biologis kita di depan ini,” balas Kein berbisik.


Kein berusaha bersikap dingin seperti biasanya, meskipun jantungnya berdetak kencang karena bertemu Bookmaster secara langsung setelah sekian lama.


“Sepertinya peserta yang mengikuti kompetisi adalah anak-anak yang hadir sekarang ini, kan?” tanya Kaji.


Nyonya Mary membenarkan ucapan pria itu. “Benar. Lalu Tuan Yuki dan anak didiknya yang akan mengikuti kompetisi ini, apakah mereka belum datang?”


“Kakak akan hadir saat hari kompetisi dimulai. Lalu melihat anak-anak yang hadir di sini, seharusnya Nyonya Bookmaster menyadarinya,” kata Kaji.


Wanita dewasa itu mengerutkan dahi. Untuk sesaat ia terdiam sampai akhirnya tersadar. Dengan cepat ia menatap ke arah Kein dengan mata yang sedikit membulat.


Anak berambut putih ini ... Jangan-jangan dia adalah….


“Benar. Dialah Si Iblis Makanan yang akan mengikuti kompetisi nanti,” jawab Kaji.


“Kalau begitu, anak yang satunya lagi. Dia pasti Si Iblis Deduksi?” tanya Tuan Moriarty.


Kaji hanya tersenyum dengan maksud membenarkan perkiraan mereka. Keluarga Raymond tidak menyangka telah bertemu anak genius yang selama ini tidak mempublikasikan wajah mereka ke media.


“Aku tidak menyangka mereka sudah ada di depan mata, tapi kami tidak mengenalinya,” kata Tuan Moriarty.


Sebelah alis nyonya Mary terangkat. “Aku sudah mendengar kabar mengenai dirimu di Jepang, dan kau tahu sendiri kalau aku adalah Bookmaster dari W.O.G. Jadi seharusnya kau juga tahu mengenai pengaruhku. Aku akan menerima hidangan yang layak dan membuang makanan yang gagal sesuai kejujuran. Dengan kata lain, meskipun akademi kuliner milik keluarga Kamiya terkenal, sedikit saja kau melakukan kesalahan, kupikir kau sudah tahu.”


“Sebelumnya saya berterima kasih karena Anda mencemaskan masa depan akademi kuliner milik Paman Yuki. Nyonya Bookmaster tidak perlu merasa kecewa, karena saya akan menyajikan hidangan yang jauh lebih layak dibandingkan koki lainnya," kata Kein


“Tapi, sebaiknya Nyonya Bookmaster mencemaskan reputasi keluarga Raymond,” kata Kein.


“Apa maksudmu berkata seperti itu?” tanya Tuan Moriarty.


“Kita semua tahu selain keluarga Kamiya, hanya keluarga Raymond yang selalu memenangkan kompetisi makanan. Lalu bagaimana menurut Anda kalau untuk pertama kalinya keluarga Raymond mengalami kekalahan?”


Nyonya Mary memicingkan mata mendengar ucapan Kein. Semua yang mendengarnya tersentak terutama Kane.


Apa? Tunggu? Kenapa Kakak malah berkata seperti itu? Bukankah dia mengidolakan Bookmaster? Hm, sepertinya ada sedikit kekeliruan dalam deduksiku, kata Kane dalam hati.


“Hee~ tidak salah kau dijuluki Si Iblis Makanan. Bahkan di hadapan Bookmaster seperti diriku, kau dengan berani mengatakan hal seperti itu tanpa ragu. Aku akan menegaskan ... Menang dalam suatu kompetisi bukanlah tujuan utama seorang koki agar dikenal, tapi bagaimana caramu menyajikan hidangan untuk membuat orang menerima keberadaanmu. Itulah kode etik seorang koki. Berambisi untuk menang memang bagus, tapi jangan terlalu sombong dan percaya diri, karena itu akan merusak dirimu sendiri,” kata Nyonya Mary.


Kein hanya diam menatap wanita dewasa itu. “Aku akan menganggap ini sebagai saran dan mengingatnya.”


Nyonya Mary tersenyum remeh. “Aku sedang memberimu teguran, tapi kau malah berpikir seperti itu. Kalau begitu aku menantikan kompetisi nanti. Buktikan kalau kau layak menyandang julukan Si Iblis Makanan.”


Cordelia yang sibuk bersama putranya, menolehkan kepala melihat keluarga Raymond sedang berkumpul bersama seorang pria. Ia berniat menghampiri mereka namun anaknya langsung hilang.


“Reon? Eh? Di mana anak itu?”

__ADS_1


Ia mencari keberadaan Reon dan melihatnya sedang berkumpul sesama anak seumurannya.


“Tuan Reon pasti akan memenangkan kompetisi ini lagi, kan?”


“Tentu saja, itu sudah mutlak bagiku. Selain itu kami satu keluarga akan pergi berlibur setelah aku memenangkan kompetisi ini,” sombong Reon.


“Satu keluarga liburan? Itu berarti Nyonya Bookmaster juga akan ikut. Wah sangat beruntung, ya?”


“Aku juga ingin dilahirkan di keluarga Raymond.”


Namun perbincangan itu tidak berlangsung lama, saat kedatangan beberapa anak laki-laki dan perempuan bergabung.


“Hee~ jangan terlalu percaya diri karena akan memenangkan kompetisi ini lagi,” kata anak laki-laki berambut pirang.


“Orang yang iri tidak perlu bicara,” kata Reon.


Anak laki-laki berambut pirang tadi tersenyum remeh. “Aku tidak iri, hanya saja aku sedang menegurmu. Tidak baik terlalu sombong meskipun kau ini aslinya memang sombong. Ingat, ada kode etik seorang koki.”


“Aku tidak menerima saran dari orang yang selalu kalah,” kata Reon membuat teman-temannya tertawa.


“Humph! Tidak apa-apa aku kalah. Tapi kali ini mungkin aku yang akan melihatmu kalah.”


Raut wajah Reon langsung berubah drastis.


Anak berambut pirang tersenyum remeh. “Kali ini Si iblis Makanan akan hadir. Kita lihat apakah kau masih bisa menyombongkan diri saat berhadapan dengannya. Bye, aku menantikan kompetisi nanti.”


Reon mengepalkan tangan melihat anak berambut pirang beserta teman-temannya berjalan pergi.


Si Iblis Makanan lagi, kenapa semua orang membicarakannya? Memangnya seberapa hebat dia? Humph! Tidak. Aku harus mencari tahu siapa Si Iblis Makanan itu, kata Reon dalam hati berjalan pergi.


......................


Teras Utama


Eve yang berada di dalam mobil, mengepalkan tangannya yang sedang gemetar.


“Nona Muda baik-baik saja?” tanya supir pribadi.


“I-Iya, aku baik-baik saja,” kata Eve.


Namun wanita itu menggenggam kedua tangannya untuk menghentikan rasa gemetarnya sambil memejamkan mata.


Beberapa kilas balik muncul di pikirannya.


Tidak. Aku sudah sampai sejauh ini. Kali ini aku tidak akan melarikan diri. Lagi pula Kaji-kun ada di sampingku, kata Eve dalam hati.

__ADS_1


Pintu mobil terbuka dengan turunnya seorang wanita yang berjalan masuk ke dalam rumah mewah bergaya Eropa klasik itu.


Keluarga Raymond ... Aku kembali, kata Eve dalam hati.


__ADS_2