Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 80 Kesukaan Kein


__ADS_3

Semua langsung diam. Perkataan Kane juga ada benarnya. Meskipun Reon bukan lagi anak Tuan Muda Adam Raymond, tapi anak itu keturunan salah satu Bookman dari W.O.G.


‘’Ahaha, kenapa kita harus membahas orang yang tidak ada? Lebih baik kita fokus di acara Tuan Kein saja,’’ kata Mark mengalihkan topik agar tidak canggung.


‘’Benar juga. Bagaimana kalau kita membahas hal yang disukai Tuan Kein, pemenang dari kompetisi masak bergengsi dunia ini?’’


‘’Um, Tuan Kein melakukan apa saat memiliki waktu senggang?’’


‘’Memasak,’’ jawab Kein.


‘’Itu sudah pasti. Si Iblis Makanan akan lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan memasak.’’


‘’Tuan Kein lebih menyukai membaca buku pelajaran tentang apa? Bahasa Inggris? Fisika? Sejarah?’’


‘’Kuliner,’’ jawab Kein.


Semua orang saling memandang satu sama lain lalu tersenyum kaku.


‘’Ahaha benar juga. Kenapa tidak terpikirkan oleh kami ya?’’


‘’Selain ahli dalam memasak, bukankah Tuan Kein juga ahli dalam seni? Biasanya Tuan Kein menyukai seni seperti apa?’’

__ADS_1


‘’Aku lebih menyukai memasukkan seni ke dalam masakan,’’ jawab Kein.


Kane menunduk karena menahan tawa melihat reaksi semua orang mengenai jawaban kembarannya.


Sedangkan Mark dan yang lainnya hanya terkekeh dengan wajah meringis.


Penggila Masakan! Tidak salah lagi, ucap mereka kompak dalam hati.


Semua langsung menoleh melihat kedatangan rombongan orang. Wajah Kane yang tersenyum barusan langsung berubah menjadi kusut, sedangkan Kein hanya melontarkan tatapan dingin. Ya, siapa lagi rombongan orang itu kalau bukan keluarga Raymond.


Baru saja mereka menyaksikan video pers mereka, keluarga Raymond sudah tiba. Tentu saja, orang yang paling berpengaruh harus tetap datang, yang tidak lain adalah Bookmaster.


Semua menyapa Bookmaster seperti biasa, hingga Tuan Yuki dan yang lainnya datang menyambut.


‘’Itu sudah berlalu, tidak baik membahas masa lalu terus,’’ kata Adam.


‘’Aku tidak melihat si kembar, mereka ke mana?’’ tanya Tuan Moriarty.


‘’Mereka ada di sana karena semua orang sedang mengucapkan selamat kepada Kein-kun,’’ jawab Kaji.


‘’Biar aku yang memanggil mereka,’’ kata Eve.

__ADS_1


Kane dan Kein menatap kedatangan ibu mereka, dan sepertinya sudah tahu maksud wanita itu.


Begitu Eve tiba, semua yang ada di sana memberi hormat kepadanya, dan Eve membalasnya dengan senyuman.


‘’Keluarga Raymond telah datang. Mereka adalah rekan bisnis Yuki-san, sebaiknya kalian memberi salam,’’ kata Eve mengkode kedua putranya.


Kane dan Kein saling bertatapan, hingga akhirnya mengangguk.


‘’Kami pergi sebentar, silahkan nikmati acaranya,’’ kata Kein.


Semua mengangguk sambil tersenyum sambil melihat kepergian ketiga orang itu.


Eve pun tiba dengan kedua anak kembarnya, membuat Tuan Moriarty tersenyum girang.


‘’Bisakah aku memeluk kalian? Bisa, kan? Bisa, kan?’’ tanya Tuan Moriarty membuat yang ada di sana saling memandang.


Nyonya Mary sedikit menuduk sambil menekan dahinya melihat tingkah suaminya itu.


Kane dan Kein saling bertatapan dengan dahi berkerut. Sedangkan Eve yang sudah tahu sikap Tuan Moriarty yang seperti itu hanya menghela nafas sambil tersenyum. Ia tahu betul bagaimana reaksi semua orang, sebab ia juga bereaksi seperti itu di awal pertemuan mereka.


Apakah di hadapanku ini adalah Tuan Besar dari keluarga Raymond? Kenapa tingkahnya seperti anak-anak? Aku tidak salah lihat, kan? Stt, kata Kane dalam hati.

__ADS_1


Dia Tuan Besar yang begitu ditakuti dan dihormati, kan? Um, kata Kein dalam hati.


__ADS_2