Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 104 Ayunan


__ADS_3

‘’Dibunuh?!’’ pekik semuanya.


‘’Tapi, bagaimana dia dibunuh di saat semua orang berada di lokasi syuting? Selain itu, kita tidak tahu siapa yang menjadi tersangkanya,’’ kata Hakuba.


Kane menyeringai sambil menunjuk seseorang. ‘’Empat orang yang aku tunjuk barusan, pelakunya ada di antara mereka. Dan, sesuatu yang berkaitan dengan adegan selanjutnya yang membuat Momoka-san kembali ke kamar tunggu, aku akan memberitahu kalian.’’


......................


Kamar Tunggu


Semua berkumpul dan menunggu Kane mengungkap kebenaran mengenai kasus bunuh diri Haruka Momoka. Keempat orang yang ditunjuknya malah mengeluh.


‘’Tunggu Kane-sama. Salah satu rekan kami telah tewas, dan Anda menunjuk kami berempat sebagai pelaku yang melenyapkannya?’’ tanya Akira.


‘’Jelas-jelas kami semua berada di lokasi syuting, tapi kenapa hanya kami berempat yang menjadi tersangka atas kematian Momoka-chan?’’


‘’Ini bukan saatnya bermain detektif. Salah satu rekan kami telah tiada.’’


‘’Mereka benar, kenapa hanya kami berempat yang dituduh sebagai tersangka?’’


‘’Yora-san, Keita-san, dan Ryusa-san tenanglah. Kalian hanya menjadi tersangka, bukan pelakunya,’’ kata Manager.


‘’Jangan-jangan yang membunuh Momoka-chan itu sebenarnya adalah Manager,’’ kata Keita.


‘’Hm, itu karena dia menghampiri kamar tunggu wanita itu terlalu lama,’’ kata Ryusa.


‘’E-Eh? Bukan aku,’’ kata Manager frustasi.


Kane mendongakkan kepala dan melihat keempat pria yang tidak menerima tuduhan. ‘’Saat itu, Manager datang kembali setelah mengecek keadaan Momoka-san. Karena tidak ingin menarik perhatian semua orang, Manager berbisik, dan hanya Hakuba-san yang mengetahui situasi. Tapi, kalian berempat langsung lari seolah-olah mengetahui sesuatu, berbeda dengan orang yang berada di sekitar Hakuba-san yang tetap di posisi mereka.’’


‘’Ka-Kami berlari karena merasa cemas,’’ kata Keita membela diri.


‘’Cemas atau ingin memastikan kematian Momoka-san?’’ tanya Kane.


Yora berdecih tanda kesal. ‘’Lebih baik hentikan permainan anak-anak detektif konyol Anda!’’


‘’Ini adalah ruang tertutup. Sebuah pembunuhan tidak mungkin terjadi,’’ kata Ryusa.


Sebelah alis Kane terangkat sambil tersenyum. ‘’Tidak peduli kalian berkata apa. Yang pasti ... Kebenaran hanya ada satu. Aku akan segera menjelaskan trik dibalik pembunuhannya.’’


‘’Pertama, si pelaku mengirimkan sebuah surat kepada kepada Momoka-san yang mendorong wanita itu kembali ke kamar tunggu dengan alasan melupakan sesuatu. Namun, seseorang mengikutinya dari belakang dan membunuh Momoka-san menggunakan tali, mencekiknya sampai kehabisan nafas. Kemudian, pelaku mengikat tali ke balok dan mengangkat mayatnya. Panjang tali ini adalah kunci penting untuk trik yang diperlukan untuk mengubah ini menjadi ruang tertutup,’’ kata Kane.


‘’Panjang tali?’’ tanya Akira.


Kane mengangguk. ‘’Ini ayunan. Meskipun diluar ruangan ini, dengan menggunakan tubuh Momoka-san sebagai ayunan, dia bisa memasang kunci dari dalam.’’


‘’Tapi, bagaimana tubuh Momoka-san berperan sebagai ayunan?’’ tanya Petugas Reiki.


‘’Tabi(Kaus kaki),’’ jawab Kane.

__ADS_1


‘’Maksud Kane-sama, tabi yang dipakai korban?’’ tanya Inspektur.


‘’Benar. Pelaku melepaskan tali tengah pada tabi yang Momoka-san pakai. Kemudian, memasukkan besi panjang yang merupakan kunci pintu di sisi kakinya. Dia kemudian menarik mayat itu sambil keluar melalui pintu yang terbuka. Ketika pelaku melepaskan pegangannya, mayat Momoka-san akan mengayun ke dalam sambil pelaku menutup kedua pintu. Tumit Momoka-san akan kembali dan menghantam pintu karena reaksi ayunan. Itulah bagaimana cara membuat ruang tertutup,’’ kata Kane.


Kane menatap keempat pria di samping. ‘’Sesuatu yang dimaksud Momoka-san mengenai adegan selanjutnya mungkin kertas washi miliknya.’’


‘’Kertas washi? Kalau begitu, apa hubungannya dengan adegan yang akan direkam?’’ tanya Hakuba.


Kaji melihat naskah adegan yang dimaksud oleh Kane. ‘’Setelah keempat pria itu membunuh si pemeran utama wanita, mereka akan menerima surat pengakuan di kertas washi menggunakan nama keempat pria itu untuk membongkar kejahatan mereka, yang ditulis oleh pemeran wanita. Keempat pria itu berniat mencari si pengirim, dan saat itulah mereka dibunuh satu persatu. Dengan kata lain, Momoka-san melakukan hal yang sama.’’


‘’Tapi, kenapa Momoka-san bertingkah aneh dengan melakukan hal konyol di dunia nyata? Memangnya apa yang dia tulis di kertas washi itu sampai dia dibunuh?’’ tanya Inspektur.


‘’Eh? Tunggu, jangan-jangan….’’


Kane tersenyum karena Kaji menyadari maksud ucapannya. ‘’Benar, Momoka-san dibunuh karena wanita itu menulis pengakuan mengenai kejahatan keempat pria ini yang akan diserahkan kepada polisi setelah syuting ini selesai.’’


‘’Apa maksud Kane-sama berkata seperti itu? Kejahatan apa yang kami lakukan kepada Momoka-san?’’ tanya Keita.


‘’Kalian berempat telah menodainya sama seperti plot cerita di dalam film yang kalian bawakan,’’ jawab Kaji.


Semua orang tersentak mendengar ucapan Kaji, sambil menatap keempat pria yang dimaksud.


‘’Heh, omong kosong apa ini? Kenapa kami harus menodainya? Itu perbuatan yang tercela,’’ kata Akira.


‘’Kalau kami memang melakukannya, di mana buktinya?’’ tanya Keita.


Yora tersenyum remeh. ‘’Kalian tidak menemukan buktinya, kan? Itu karena kami memang tidak melakukan kejahatan.’’


‘’Jadi inilah Si Iblis Deduksi yang terkenal itu? Kau sudah mencoreng nama baik keluarga Kamiya dan kepolisan Tokyo,’’ kata Akira.


‘’Ada apa? Ke mana rasa percaya diri Kane-sama barusan?’’ tanya Ryusa.


‘’Benar-benar memuakkan! Kami akan pergi, dan melayat di rumah Momoka-chan,’’ kata Keita.


Semua orang tidak percaya melihat keempat pria itu pergi. Mereka lalu menatap Kane penuh harap.


‘’Apakah kalian tahu? Kertas washi terbuat dari bahan khusus yaitu dari kelompok mulberry, dan mengandung racun yang berbahaya,’’ kata Kane membuat keempat pria tadi terhenti.


Kane menatap punggung keempat orang itu. ‘’Bahkan jika ada orang yang tidak sengaja menjilatnya sedikit saja, maka….’’


Saat itu juga keempat orang tadi langsung memegang perut sambil berusaha muntah.


Petugas Reiki yang menyadarinya langsung melotot. ‘’Jangan-jangan kalian….’’


‘’Am-Ambulan! Cepat panggil ambulan! Cepat! Kami menelan kertas washi itu!’’ seru keempat orang tadi.


‘’Jadi, apakah kau mengakuinya? Kalian telah menodai Haruka Momoka dan membunuh wanita itu untuk membungkamnya?’’ tanya Inspektur.


‘’Kami mengakuinya, tapi yang membunuh Momoka-san adalah di—‘’

__ADS_1


‘’Akira-san,’’ kata Kane memotong ucapan Keita.


Akira tersentak dan mengepalkan tangan.


‘’Cepat panggil ambulan!’’ seru Yora.


‘’Jika tidak, kami bisa mati!’’ kata Ryusa.


‘’Tenang saja. Menggunakan mulberry untuk membuat kertas washi itu memang sudah biasa, dan sama sekali tidak beracun,’’ kata Kane.


Keempat orang itu terdiam dan menatap Kane. Mereka tersadar kalau anak itu ternyata menjebaknya.


‘’Ahaha, kami hanya mengikuti alur Kane-sama, dan bermain dengan le—‘’


Dor!


Ucapan Akira terhenti tepat saat Kane menembakkan peluru.


Semua tersentak kaget karena sebelah pipi Akira tergores gara-gara sisi peluru tadi sempat mengenainya.


‘’Aku akan membuat pengecualian terhadap Kohide-san karena dia adalah seorang wanita sekaligus seorang ibu yang melakukan kejahatan demi anaknya, meskipun caranya salah. Tapi, aku tidak akan segan kepada pria seperti kalian,’’ kata Kane.


Anak itu memicingkan mata. ‘’Saat kau tidak sengaja menemukan kertas pengakuan Momoka-san, kau mengirimkan surat kalau seseorang menemukan kertas washi itu, membuat wanita itu bergegas ke kamar tunggu. Kalian berdiskusi lalu menyuruh mereka untuk membuat kegaduhan. Anda menggunakan kesempatan itu untuk kabur melalui panggung belakang tanpa ada orang yang sadari. Setelah membunuh Momoka-san, kau menghilangkan bukti dengan menelan kertas itu bersama mereka.’’


‘’Bagaimana Anda mengetahui kalau aku pembunuhnya?’’ tanya Akira.


Kane terdiam untuk sesaat. ‘’Saat Momoka-san pergi sambil kalian berempat berdiskusi, hanya kau yang menoleh ke arah wanita itu.’’


Akira terbelalak. ‘’Padahal hanya gerakan yang tidak penting, heh.’’


Inspektur pun memborgol keempat pria itu dan membawa mereka ke kantor polisi.


Kein menghampiri adiknya dan melihat Kane menyeringai. ‘’Sepertinya kau sangat bersenang-senang.’’


‘’Tentu saja. Tapi ini aneh. Aku tidak pernah berturut-turut memecahkan kasus dalam sehari. Pertama, korban pembunuhan adalah seorang komposer. Lalu sekarang korbannya adalah aktris.’’


Deg!


Kein tersentak setelah mendengar ucapan adiknya.


‘’Entah siapa lagi berikutnya,’’ kata Kane.


‘’Sudah memecahkan kalimat Both word of Coach itu?’’ tanya Kein.


Kane menoleh dan mengerutkan dahi melihat raut wajah kakaknya. ‘’Tidak sempat karena fokus menangani kasus pem—‘’


‘’Aku sudah memecahkannya, dan tahu siapa korban selanjutnya,’’ kata Kein memotong ucapan adiknya.


‘’Hee uso(bohong),’’ tatap Kane tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2