
Spontan mata Eve berkaca-kaca mendengar pertanyaan Tuan Moriarty. Ia sedikit menunduk untuk menahan tangisannya, dan kembali tersenyum. ‘’Ibu sudah meninggal 1 tahun yang lalu.’’
Deg!
Tuan Moriarty dan sekretaris Rey tertegun. Keduanya memasang raut wajah kaget.
‘’Benarkah? Kenapa aku tidak mengetahui apa pun?’’ tanyanya sambil melirik sekretaris Rey.
Sekretaris Rey menunduk dan menjelaskan bahwa ia juga tidak mendapat kabar apa pun mengenai kematian bu Laurence. Tuan Moriarty menyayangkan atas berita duka tersebut, dan meminta maaf karena telah membahas hal yang seharusnya tidak mengingatkan wanita itu lagi.
‘’Jadi Nona Eve sekarang bekerja sebagai apa?’’ tanya Tuan Moriarty.
Eve menjawab kalau dirinya bekerja sebagai koki di salah satu restoran terkenal karena bakatnya.
‘’The Polo Lounge? Nona Eve bekerja sebagai koki di sana?’’
Ketika wanita tadi membenarkan, keinginannya untuk menjadikan Eve sebagai menantunya semakin kuat. Sangat jarang memiliki menantu yang juga memiliki bakat memasak seperti keluarganya. Setelah anaknya menikah nanti, istrinya juga harus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan memasak. Tetapi berbeda dengan Eve, wanita itu memiliki wajah yang cantik, sikap yang baik dan bakat memasak sesuai kriterianya.
‘’Kalau begitu, apakah Nona Eve tidak keberatan menjalankan ujian dariku?’’
Sekretaris Rey terbelalak saat mendengar kata ujian yang keluar dari mulut Tuan Moriarty. Semua orang tahu, hanya masakan-masakan tertentu yang bisa memuaskan lidahnya. Jika masakannya enak, maka koki tersebut akan mendapatkan penghargaan. Tapi jika sebaliknya, ergh kurasa saat itu juga mental sang koki turun drastis dan meninggalkan dunia makanan.
Eve melirik sekretaris Rey untuk sesaat.
Kenapa raut wajahnya seperti itu? Tuan Moriarty hanya mengajukan ujian kepadaku, seharusnya itu tidak sulit. Aku akan membuat masakan yang bisa memuaskannya. Tapi melihat raut wajah Sekretaris Rey.....
‘’Nona Eve?’’ panggil Tuan Moriarty membuat Eve tersadar dari lamuannya.
‘’Tentu saja Tuan Besar.’’
__ADS_1
Tuan Moriarty tersenyum karena wanita itu menerimanya dengan berani tanpa banyak alasan.
Mereka langsung menuju ke dapur. Tuan Moriarty membawa Eve ke dapur pribadi yang hanya bisa diinjak oleh keluarga Raymond. Eve tercengang, karena keluarga ini memiliki dapur pribadi dan dapur khusus koki.
Eve mengganti pakaiannya dengan menggunakan seragam koki. Rambut panjangnya diikat satu ke belakang agar tidak menyusahkannya selama memasak. Ia juga termasuk wanita yang penuh perhitungan. Bahkan 1 cm rambut miliknya tidak boleh ada yang terjatuh ke masakannya. Hal itu membuat Tuan Moriarty semakin yakin menjadikan Eve menantunya.
‘’Aku ingin Nona Eve mempersiapkan masakan dengan tema hidangan rumah. Anda bisa memilih bahan-bahannya sendiri yang sudah disiapkan dalam nampan di belakang dapur.’’
Sekretaris Rey terbelalak sambil melirik Tuan Moriarty dan Eve secara bergantian.
Tunggu? Beberapa jam yang lalu, setelah Tuan Muda memakai dapur ini, aku sangat ingat semua bahan-bahan sudah dirapikan. Sepertinya Tuan Besar memang sudah mempersiapkan ini semua saat aku menjemput Nona Eve. Kalau begitu, ujian ini sudah direncakan oleh Tuan Besar, ucapnya dalam hati.
Tanpa membuang waktu, Eve mulai memasak. Ia menggunakan dapur itu seperti menggunakan dapur di restoran tempatnya bekerja.
Temanya adalah hidangan rumah. Aku tidak boleh gugup. Cukup lakukan seperti biasa saat aku memasak di restoran. Tenang tetapi tepat waktu. Apalagi orang yang akan mencicipi masakanku bukanlah orang biasa. Sungguh keberuntungan, masakanku bisa dicicipi oleh presdir perusahaan Chrysos, kata Eve dalam hati.
Tuan Moriarty menatap hidangan yang disajikan Eve di depannya.
Chou farci, masakan daerah dari wilayah Aubergne, hidangan di mana cincangan halus daging dan sayuran, dibungkus dengan kubis lalu dikukus. Ini mirip dengan roll cabbage, juga hidangan dibuat di rumah Prancis.
Ia meraih garpu dan pisau lalu mengiris ujung hidangan tersebut. Saat itu juga aroma hidangan meluap membuat nafsu makannya meningkat.
‘’Meraviglioso(Enak)!’’ ucapnya dalam bahasa Italia.
Isiannya berbeda, dari daging dan bawang isian khas yang digunakan dalam Chou farci, ini Jidori farce dengan dada ayam! Dia memotong dada ayam, dicampur dengan jamur morel, asparagus, danfois gras sautéed lemak daging sapi, bersama dengan mousses halus seperti pasta yang terbuat dari daging dada ayam. Mentega, telur dan krim, Chou farci lalu dikukus. Mousesses ini menyelimuti lidah, kemudian langsung larut. Ada ledakan kaya rasa dalam mulut, dan bahan paling menarik dari semua ini adalah kubis yang membungkus isinya, Savoy cabbage. Punya aroma rumput yang kuat saat masih mentah, tapi berubah menjadi rasa manis yang lembut setelah dimasak. Blanchir(pemutihan), Vapeur(mengukus), pada setiap langkah, dia memanaskan hidangan pada suhu yang optimal, menghasil rasa lembut yang mengangkat rasa seluruh hidangan.
Saking terbawa suasana, Tuan Moriarty lupa dengan kehadiran Eve dan sekretaris Rey. Pandangannya langsung menatap Eve.
Ini tidak terduga! Ini pertama kalinya ada seseorang yang mengecohku, kata Tuan Moriarty dalam hati.
__ADS_1
‘’Lulus!’’
Satu kalimat yang keluar dari mulut Tuan Moriarty membuat Eve senang dan lega. Sedangkan sekretaris Rey tidak percaya jika ada seseorang yang bisa memuaskan atasannya. Sebab, hanya koki kelas atas yang bisa menghidangkan makanan kepadanya. Tetapi Eve, wanita dari kalangan biasa itu, dalam sekejap lulus hanya karena menyajikan hidangan yang terlihat sederhana tapi elegan.
‘’Sempurna! Sangat sempurna! Sekretaris Rey? Apakah kita bisa melaksanakan pernikahannya hari ini saja?’’
Sekretaris Rey dan Eve terbelalak.
‘’Ma-Maaf Tuan Besar. Tapi Anda sendiri yang menginginkan pernikahannya dilangsungkan besok, bukankah ini terlalu mendadak? Para tamu yang Anda undang dari berbagai negara, akan memadatkan jadwal penerbangan.’’
Tuan Moriarty menghela nafas, raut wajahnya menjadi murung.
Eve yang melihatnya hanya mengerutkan dahi sambil tersenyum kikuk.
Apakah dia sungguh Tuan Raymond yang berpengaruh itu? Aku pernah mendengar rumornya sekali. Dia adalah sosok yang begitu teliti dan ditakuti oleh semua orang karena pembawaannya yang sangat tegas. Tapi di depanku ini, kenapa tingkahnya seperti anak kecil? Sangat lucu, ucapnya dalam hati.
‘’Kalau begitu, antar Nona Eve ke kamarnya! Pastikan besok pernikahan berjalan dengan lancar!’’ perintah Tuan Moriarty yang dijawab anggukan oleh sekretaris Rey.
Tuan Moriarty kembali tersenyum ke arah Eve sebelum wanita itu pergi.
Keduanya membungkuk. Sekretaris Rey membawanya ke salah satu kamar yang sudah disediakan untuk Eve.
Setelah memberitahu Eve beberapa hal, ia membungkuk untuk pergi.
Eve memandang kamar dengan nuansa mewah sambil merabakan tangannya menyentuh furniture. Berbeda dengan kamarnya yang hanya memiliki kasur berukuran kecil, lemari baju dan satu cermin sedang.
Tangannya mengelus kasur yang lembut itu, matanya kembali berkaca-kaca.
‘’Ayah, semua isi rumah keluarga Raymond begitu mewah. Sangat berbeda jauh dengan rumah kita. Bagaimana aku bisa menikmati kemewahan ini sedangkan ayah sendiri tinggal di rumah kecil kita yang hanya sederhana?’’
__ADS_1