
“Hidangan yang akan kalian buat adalah Boeuf Bourguignon, Daging Sapi Ditumis Kental ala Bourguignon. Resepnya tertulis di layar, dan batas waktu kalian adalah 2 jam … Mulai memasak!” kata Nyonya Mary.
Para penonton semakin heboh sebab Reon dan Kein berdiri bersebelahan. Melihat kedua kandidat terkuat di satu atap, tentu saja adalah pemandangan yang ditunggu-tunggu.
Tumis jamur dalam mentega sebelum memasukkannya ke dalam panci, lalu didihkan semuanya dengan api kecil, setelah 40 menit baru dagingnya dikeluarkan, kata Kein dalam hati.
“Hee~ sebuah kebetulan bisa satu baris dengan Tuan Reon dan Tuan Kein,” kata Mark di samping Kein yang juga menunggu daging miliknya.
“Dengar, aku akan menjadi peserta yang pertama kali menyelesaikan babak ketiga ini. Jadi kalian berdua tidak perlu bersaing denganku,” kata Reon mengkode Mark membuat anak laki-laki itu menatap ke arah panci milik Kein.
Mark meraih botol bumbu sambil berjalan mendekat. “Apakah Tuan Reon ingin aku membantu Anda? Masih ada 29 menit sebelum dagingku dikeluarkan dari panci.”
Reon dan Mark saling mendorong di tengah-tengah kompetisi berjalan. Kein yang berjalan mengambil piring saji hanya menghela nafas.
“Aku bilang aku tidak butuh!” kata Reon.
“Aku ini sedang ingin membantu Anda!” kata Mark.
Prang!
Semua langsung menatap ke arah tutup panci yang terjatuh itu, terutama Kein.
“Oh tidak!” cemas Mark.
......................
Ruang VVIP
“Ya Tuhan! Itu kecelakaan, bagaimana ini?” tatap Cordelia.
Semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah tuan Yuki dengan cemas.
......................
Kediaman Kamiya di Indonesia
“Isi botol bumbu itu tumpah ke dalam daging milik Kein,” kata Eve.
Kedua anak itu sudah merencanakannya. Kurang ajar, mereka bekerja sama untuk merusak hidangan kakak dengan alasan bertengkar. Tapi sayang sekali, mereka berdua terlalu bodoh, kata Kane dalam hati.
......................
Aula Lantai 3
Kein menghampiri panci miliknya dan melihat bubuk putih yang tumpah begitu banyak.
Bubuk putih ini ... Garam, kata Kein dalam hati setelah mencicipinya.
“Masih ada 11 menit untuk mendidihkannya. Tuan Kein sudah tidak bisa menggunakan daging ini lagi dan harus mengulangnya dari awal. Tapi butuh lebih dari 1 jam untuk melunakkan dan membumbui dagingnya. Lalu harus merebus dagingnya ke dalam saus selama 40 menit, dan sekarang hanya tersisa 30 menit dari waktu 2 jam yang diberikan. Hiks, Tuan Kein aku benar-benar tidak ada maksud,” tangis Mark bersujud meminta maaf tanpa sadar ia tersenyum miring.
“Hee~ kalau kau menghidangkan makanan asin ini, maka otomatis Si Iblis Makanan akan mendapatkan nilai F. Aku turut sedih … Kamiya Kein,” kata Reon tersenyum miring.
__ADS_1
Kein hanya memicingkan mata.
11 menit kemudian, waktu untuk mendidihkan daging dalam panci telah selesai. Langkah terakhir, para koki hanya tinggal melakukan plating.
“Aku selesai.”
Deg!
Semua orang tertegun melihat orang yang pertama kali menuju ke meja penguji adalah Kamiya Kein.
“Heh? Dia benar-benar menghidangkan makanan asin itu,” kata Reon.
Nyonya Mary menatap hidangan itu dan Kein secara bergantian lalu mencicipinya. “Ini sangat lezat."
“Tidak mungkin!” pekik semua orang terutama Reon dan Mark.
“Tadi terjadi kecelakaan. Bagaimana kau bisa menyelesaikan hidangan ini?” tanya Nyonya Mary.
“Aku menggunakan madu. Aku meremasnya ke dalam daging sebelum direbus, dan madu juga termasuk bumbu masak. Di dalam madu terdapat enzim proteaze yang memecah protein, membiarkannya menjadi lunak dalam waktu sekejap. Aku pernah membaca buku kuliner dan buah nanas bisa melunakkan daging, sehingga aku melakukan percobaan dengan banyak bahan lainnya untuk mencari efek yang sama, dan madu memiliki daya simpan yang sangat lama, jadi jauh lebih fleksibel,” kata Kein.
Deg!
Sekali lagi semua orang tertegun.
“Tidak mungkin ... Nyonya Bookmaster tersenyum!”
“Ini bukan mimpi!”
“Hanya Si Iblis Makanan yang bisa melakukan keajaiban itu!”
Reon mengepalkan tangan sambil menggertak gigi.
Aku saja tidak pernah membuat nenek tersenyum. Beraninya dia merebut posisi itu dariku, ucapnya dalam hati.
“Kamiya Kein, aku memberikan nilai A untuk hidanganmu,” kata Nyonya Mary.
Setelah itu Kein kembali meja dapur. Ia sudah menebak reaksi kedua anak laki-laki di masing-masing sampingnya.
“Kalian butuh 100 tahun lebih cepat kalau ingin membuatku terjatuh dalam kompetisi,” kata Kein datar tapi terdengar menusuk.
......................
Ruang VVIP
Tuan Yuki tersenyum melihat hal itu. “Good Job.”
Setelah 16 peserta lolos yang menandakan berakhirnya babak kualifikasi, kompetisi dihentikan dan akan dilanjutkan kembali saat besok.
16 peserta itu berdiri untuk melaksanakan acara penutupan. Tidak lama kemudian mereka saling bersalaman sebelum pergi.
Reon mengernyitkan alis tanda kesal karena melihat Kein dikerumuni para koki untuk bersalaman, meskipun ia juga dikerumuni para koki lainnya.
__ADS_1
“Kein-sama benar-benar hebat di penampilan terakhir babak ketiga,” puji koki laki-laki umur 18 yang juga berasal dari Jepang.
Kedua koki lainnya yang juga dari Jepang tidak berhenti memuji Kein.
“Yang tadi itu nyaris sekali. Selamat karena kau masuk 16 besar,” kata Reon.
Kein hanya diam tanpa membalas ucapan Reon.
“Hei, aku ini sedang memberimu ucapan selamat, kenapa tidak membalasku?!” kesal Reon.
“Semua orang memberiku selamat, itu memang adalah hal yang mutlak. Jadi untuk apa aku membalas ucapanmu?” tanya Kein datar.
Reon mengepalkan tangan menahan emosi, karena image-nya akan rusak di depan semua orang kalau ia sampai lepas kendali. Ia tersenyum remeh.
“Kau ini benar-benar arogan. Kita lihat sampai mana kau akan bertahan," kata Reon.
"Daripada berdebat, lebih baik gunakan waktumu untuk persiapan 16 besar besok. Siapa tahu aku akan mendahuluimu," kata Kein berjalan pergi.
Reon menggertak gigi melihat Kein dari belakang. Wajahnya bahkan sudah merah padam.
Beraninya dia berkata seperti itu kepadaku, ucapnya dalam hati.
......................
Ruang VVIP
Semua langsung berdiri saat melihat Tuan Yuki bangkit.
"Babak kualifikasi telah selesai hari ini. Jadi aku pamit duluan Tuan Raymond, Tuan Adam dan yang lainnya," kata Tuan Yuki.
"Kenapa tidak tinggal sebentar dulu, agar kita pertemukan Reon dan Kein supaya hubungan mereka lebih dekat," kata Tuan Moriarty.
Tuan Yuki tersenyum. "Kalau saja Kein ingin seperti itu."
Namun sebelum pria itu keluar, Adam menghentikannya. "Tuan Yuki, mengenai kompetisi 16 besar besok, apakah Anda bisa meminta semuanya untuk hadir?"
"Semuanya? Aa, nanti aku bicarakan kepada mereka. Shitsurei shimasu(Permisi)," kata Tuan Yuki.
Cordelia dan ibunya saling memandang.
Semuanya? Maksud Adam siapa, ya? Apakah semua keluarga Kamiya? Hm, kata Cordelia dalam hati.
......................
Tuan Yuki dan Kein keluar dari akademi dan berjalan menuju ke arah mobil. Setelah keduanya masuk, pria itu memberikan tos.
"Kau melakukannya dengan baik," senyum Tuan Yuki.
"Terima kasih Paman Yuki," balas Kein.
Hanya itu? Haa, dia sangat dingin, kata Tuan Yuki dalam hati.
__ADS_1