Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 87 Menghadiri Perayaan


__ADS_3

Wajah Cordelia masam karena tidak memiliki pilihan selain ikut bersama Jeremy. Reon yang duduk di belakang hanya membuang wajah.


Jika saja ada tempat tinggal yang layak di sekitar sini meskipun itu di pinggir jalan atau di bawah kolong jembatan, maka aku tidak sudi menaiki mobil ini dan ikut bersama Jeremy, kata Cordelia dalam hati.


Jeremy yang menoleh ke arah Cordelia hanya tersenyum sambil pandangannya kembali ke depan. "Ayolah, berhenti menggerutu di dalam hati, apalagi menggerutui diriku."


Cordelia dengan cepat menoleh menatap pria di sampingnya itu yang masih tersenyum dari tadi.


Urat di leher Cordelia tertahan. "Tidak ada yang menggerutui dirimu."


Ia kembali membuang wajah membuat Jeremy hanya menggeleng-geleng.


......................


Kediaman Kamiya di Indonesia


Jeremy menghentikan mobil saat ia tiba di kediaman tersebut. Sebelum ia turun, kepalanya menoleh ke arah Cordelia dan Reon.


"Kalian berdua tidak ikut?" goda Jeremy.


Mata Cordelia memicing. "Segera pergi atau aku akan membawa mobilmu kabur."


"Hee~ wanita yang berambisi," kata Jeremy memperlihatkan layar ponselnya.


Cordelia dan Reon yang melihatnya hanya memasang eyes sleepy.


"GPS mobil ini tersambung ke dalam ponselku, jadi dimanapun kalian pergi, aku akan tetap menemukan kalian," kata Jeremy.


Jeremy mematikan ponselnya. "Kalau begitu, tinggallah sebentar sampai acaranya selesai."


Bugh! Tit!


"Dasar, dia menekan tombol lock agar kita tidak bisa kemana-mana," kata Cordelia.


Reon menatap kediaman megah di hadapannya dengan wajah kusut.


Plak! Plak! Plak!


"Wah, selamat Tuan Reon," kata Sponsor.


"Kami sudah menduganya, Si Iblis Makanan itu pasti kalah dari Anda," kata Pendiri.


"Benar. Awalnya kami mengira Si Iblis Makanan adalah yang terbaik, tapi sekarang kami sadar kalau Tuan Reon lah yang terbaik," kata Kritikus Restoran.

__ADS_1


"Kami bisa melihat perbedaan jauh antara Tuan Reon dan Tuan Kein," kata wakil komisaris.


"Yang pantas menyandang julukan Si Iblis Makanan yang sebenarnya adalah Tuan Reon Raymond," kata Komisaris.


"Tuan Reon sendirilah mahakarya yang sebenarnya dalam dunia kuliner," kata Direktur.


Reon tersenyum sambil membungkuk. "Terima kasih atas pujiannya."


"Wah, wah, lihatlah, Tuan Reon juga sangat menghormati orang dewasa."


"Dia pantas menjadi cucu keluarga Raymond."


"Kami jadi iri, andai Tuan Reon lahir di keluarga kami, maka itu akan membuat kami sangat beruntung."


"Keluarga Raymond benar-benar sangat beruntung."


"Dengan kemenangan yang berturut-turut, maka Reon Raymond ... Kami putuskan memberi Anda gelar Dewa Kuliner. Semoga sukses selalu!"


Plak! Plak! Plak!


"Anda benar, kami benar-benar beruntung memiliki cucu sehebat Reon," kata Tuan Moriarty.


"Sebagai Bookmaster, aku sangat bangga padanya, dan suatu hari nanti dia akan menjadi anak emas bagi keluarga Raymond," kata Nyonya Mary.


Adam berjalan menghampiri Reon. "Aku akan memenuhi janjiku kepadamu. Jika kau menang di kompetisi World Premier Gastronomy ini lagi, maka permintaanmu akan terkabul. Akhirnya kami sadar, maaf telah mengabaikanmu sampai saat ini, sekarang kau bisa memanggilku ayah."


"Kakek, panggil aku seperti itu," kata Tuan Moriarty.


"Ini adalah perintah dari Bookmaster, kau harus memanggilku dengan sebutan nenek!" perintah Nyonya Mary.


Reon menatap ke arah ibunya dengan tatapan tidak percaya. Cordelia hanya mengangguk dengan perasaan haru.


"Ayah! Kakek! Nenek!" seru Reon memeluk mereka bertiga.


Adam menatap Cordelia dan mengulurkan tangannya. "Apa yang kau lakukan? Kau juga bagian dari keluarga Raymond, dan kau adalah istri dari Adam Raymond, kemarilah."


Cordelia tersenyum dengan perasaan yang sangat senang, begitu juga dengan Reon yang menyaksikan hal itu.


"Ayah, apakah itu berarti kita akan liburan?" tanya Reon.


"Tentu saja, kita akan pergi berlibur satu keluarga," kata Adam.


Reon tersenyum gembira. "Yes! Akhirnya kita akan liburan!"

__ADS_1


"Tapi, kita juga harus memanggil keluarga Kamiya," kata Tuan Moriarty.


"Tidak perlu. Mereka akan mengganggu quality time kita. Selain itu aku tidak ingin bertemu dengan Eve," kata Adam membuat perasaan Reon sangat senang.


Reon kembali memeluk keluarganya. "Aku menyanyangi kalian."


Prank! (Imajinasi Reon hancur)


Kau menghancurkan keluargaku, kau benar-benar tidak memiliki hati nurani … Dasar Iblis!


Semua sudah terbukti kalau selama ini menantu Anda menipu kalian semua. Apakah kalian akan tetap mempertahankan seorang penipu di dalam keluarga Raymond?


Kamiya Kein … Kau ingin aku mengatakan apa lagi? Seluruh dunia sudah menyaksikan aib keluarga Raymond, jadi apa bedanya mengusir atau tidaknya Cordelia dari keluarga Raymond?


Cukup mudah, keluarga Raymond hanya perlu memutuskan hubungan dengan Cordelia dan Reon lalu meminta maaf kepada seluruh dunia, mungkin mereka akan mempertimbangkan permintaan kalian.


Cordelia?


Aku membebaskanmu dari pernikahan ini.


Mata Cordelia membulat besar mendengar perkataan Adam. Ia spontan berlutut di depan suaminya itu.


Tidak, jangan lakukan itu padaku, kumohon! Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kejadian itu adalah sebuah kecelakaan, bukan murni dari kemauanku. Jeremy memaksaku untuk melayaninya, dan yang dikatakan anak itu tidak benar! Aku tidak pernah berniat membunuh Kakak.


Apakah rekaman itu terlihat berbohong?


Sekarang, kau sudah bukan bagian dari keluarga Raymond.


Ima koso, anata ga watashi ni sen’nen suru tokidesu(Sekarang saatnya kau mengabdikan dirimu kepadaku).


Menggunakan Reon untuk memaksaku, kau benar-benar Iblis! Kau tidak memiliki hati nurani dengan memperlakukan anak kecil seperti itu, baiklah! Aku akan menandatangani surat perceraian ini, tapi lepaskan Reon dulu!


Bugh!


Reon terjatuh tersungkur ke tanah saat Adam langsung melepaskan genggamannya. (Reon teringat)


Tangannya mengepal mengingat semua itu.


Sekarang, aku seharusnya sudah merayakan kemenangan itu bersama keluargaku. Tapi gara-gara Kein, semuanya hancur! Heh, Kamiya Kein ... Mungkin kau memang bersenang-senang saat ini, tapi aku tidak akan melupakan perbuatanmu. Kau memberiku hadiah, kan? Baiklah, sekarang giliranku yang akan memberikan dirimu hadiah yang tidak akan pernah kau lupakan, kata Reon dalam hati.


......................


Jeremy dan kedua Bookman lainnya pun tiba dan disambut dengan sopan seperti biasa. Karena sudah di pertengahan acara, Yuki pun menggunakan mic untuk menarik perhatian semua orang.

__ADS_1


"Selamat malam bagi para tamu yang telah hadir, saya Kamiya Yuki mengucapkan terima kasih kepada semua karena telah meluangkan waktu untuk datang ke acara ini," kata Tuan Yuki.


Tuan Yuki menoleh ke arah Kein. "Baru saja kita mengadakan kompetisi World Premier Gastronomy Periode 128 yang diadakan di Indonesia ... Dan pemenang dari kompetisi tersebut adalah Kamiya Kein. Sebelumnya dia adalah anak didik dari keluarga Kamiya, tapi karena ada sedikit masalah di babak final, kita semua akhirnya mengetahui masa lalu Kein-kun. Meskipun begitu, mereka akan selalu menjadi bagian dari keluarga Kamiya."


__ADS_2