Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 49 Kein Kembali


__ADS_3

“Yuu-san, kenapa kau ada di sini?” tanya Eve.


Dokter Yuu menghela nafas sambil duduk di samping Eve. “Dia menghubungiku agar menyuruhku datang merawatmu.”


“Eh? Jadi kau datang jauh-jauh dari Jepang kemari? Haa, pria itu,” kata Eve mendengus pelan sambil ia diperiksa.


Pria tadi melihat termometer suhu. “Suhu tubuhmu 40 derajat. Sangat panas, ini obat untukmu.”


“Terima kasih,” kata Eve.


......................


Akademi Chrysos


Kane mengerutkan dahi saat menyaksikan kompetisi dari ruang VVIP. “Kenapa kakak belum datang?”


Semua yang mendengarnya juga mengerutkan dahi.


“Para peserta sudah kembali dari tempat penyimpanan makanan, lalu Tuan Kein pergi ke mana?” tanya Tuan Moriarty.


Bookmaster dan para penguji juga menyadari hal itu saat para koki mulai memasak. Mereka mulai berbisik-bisik.


Semua koki sudah kembali dan mulai membuat hidangan mereka, lalu ke mana anak itu pergi? Tidak mungkin dia sengaja meninggalkan kompetisi, kata Nyonya Mary.


Sedangkan Reon dan Mark hanya fokus ke masakan mereka dan tidak peduli seolah-olah tidak terjadi apa pun.


Humph! Anak sombong itu telah gugur. Meskipun aku dan Mark pasti bertemu lagi, tapi itu tidak akan mengubah kemenanganku. Sayang sekali, karir dan kejayaan Si Iblis Makanan berakhir, kata Reon dalam hati.


Dengan begini, tidak ada yang akan bisa mengalahkanku. Haa, aku sangat tegang karena Si Iblis Makanan itu pasti akan mengalahkan hidanganku, akhirnya aku lega. Kurasa Tuan Reon sangat polos karena tidak tahu aku akan merebut posisi pertama. Akan kubayar kekalahanku kali ini, kata Mark dalam hati.


......................


Di sisi lain Kein sudah menyusuri seluruh sisi ruangan itu tapi semuanya rata. Tidak ada bekas pintu untuk membuka ruangan tersebut.


Namun, menyadari sebuah asap keluar dari mulutnya membuat Kein memastikan tempat itu.


Deg!


“Tempat ini?!” pekiknya.


......................


Kediaman Kamiya di Indonesia


Eve mengerutkan dahi melihat layar TV. Dokter Yuu yang melihatnya dibuat bingung.


“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Dokter Yuu.


“Eh? Meja dapur kosong itu. Apakah itu milik Kein? Sejak tadi aku tidak pernah melihatnya,” kata Eve langsung meraih ponselnya.


......................


Akademi Chrysos


“Ini sudah hampir pertengahan waktu, lalu kenapa Tuan Kein belum kembali?” tanya Tuan Moriarty.


“Kein itu siapa?” bisik Bu Christa.


“Dia anak didiknya Tuan Yuki yang duduk di sana itu,” bisik Cordelia.


Apakah dia meninggalkan kompetisi? Tapi kenapa? Anak itu ada di mana sekarang? Stt, kata Adam dalam hati.


Kein-kun tidak ada. Jangan-jangan terjadi sesuatu kepadanya, kata Kaji dalam hati.


Mereka melihat beberapa staff mendekat ke meja penguji. Tidak lama kemudian puluhan orang itu menyebar.


Para koki mulai sedikit tegang dan cemas karena sejak tadi, Kein tidak muncul sampai puluhan staff tadi diutus untuk mencarinya.


“Sial!” umpat Kane berlari keluar.


Kaji yang melihatnya juga langsung menyusul. Tidak lama kemudian, Adam juga berdiri dan ikut membantu.


Kenapa Adam harus repot-repot mencarinya? Padahal Reon sedang memasak, kata Cordelia dalam hati.


......................

__ADS_1


Koridor


“Kane-kun tunggu!” teriak Kaji membuat Kane berhenti.


Kaji menyuruh anak itu untuk diam sebentar karena ponselnya tiba-tiba berbunyi. “Halo, Eve-chan? Iya ... Aa soal itu, kami juga sudah menyadarinya kalau ada yang tidak beres.”


......................


Kamar


“Apa maksudmu Kaji-kun?” tanya Eve.


📞 “Kein-kun hilang, dan sekarang sebagian staff sudah diutus untuk mencarinya.”


Eve membulatkan mata. “Apa?! Hilang? Tapi bagaimana bisa?!”


📞 “Aku dan Kane-kun baru ingin menyelidikinya,” kata Kaji.


“Lalu bagaimana kompetisi masaknya?” tanya Eve.


📞 “Dia tidak akan tereliminasi kalau Kein-kun muncul sebelum waktu berakhir. Tapi meskipun dia muncul, mungkin hidangannya tidak akan bisa selesai,” kata Kaji.


Eve membengkap mulut. Dokter Yuu yang menunggu, hanya memasang raut wajah cemas.


“Kumohon, temukan Kein bagaimanapun caranya. Aku mohon Kaji-kun,” kata Eve.


📞 “Tenanglah, aku akan menemukan Kein, dan memastikan dia tidak akan gugur. Percayalah kepada anakmu yang satu itu. Kalau begitu aku matikan panggilannya dulu. Kalau Kein-kun sudah ditemukan, aku akan menghubungimu,” kata Kaji.


Panggilan telepon pun terputus. Eve memasang raut wajah cemas bukan main.


“Aku harus ke akademi untuk mencari Kein,” kata Eve hendak bangkit.


“Tidak! Kau masih demam. Kondisi tubuhmu juga sangat lemah. Serahkan ini saja kepada Kaji. Dia pasti akan menepati ucapannya,” kata Dokter Yuu.


Eve mendengus kesal karena kondisinya juga sangat buruk. Jika saja tidak berendam semalaman demi tidak ingin ikut, ia tidak akan secemas ini.


......................


Beberapa menit telah berlalu saat kompetisi berlangsung. Semua orang mulai cemas karena Kein tidak muncul.


Ceklek!


Deg!


Reon terbelalak untuk sesaat hingga akhirnya tersenyum remeh.


Heh, meskipun dia kembali, semua bahan sudah habis, dan sebentar lagi waktu akan selesai, kata Reon dalam hati.


Nyonya Mary merasa lega begitu juga penguji lainnya setelah melihat kedatangan anak itu.


Saat semua bahan habis dan waktu akan selesai, bagaimana caramu mengatasinya? Kein, kata Nyonya Mary dalam hati.


Kein berjalan sambil menatap bahan-bahan yang tersisa. Sudah tidak ada mie yang tersedia dan juga toping makanan untuk melengkapi hidangan mie hari ini.


Dengan percaya diri, Kein mengambil bahan-bahan yang tersisa dan menuju ke meja dapur untuk membuat hidangan.


......................


Saat waktu telah habis, semua koki berhenti menyentuh meja dapur.


Deg!


Semua tertegun melihat mie buatan Kein telah selesai sambil anak itu membawanya ke meja penguji.


“Dari mana dia mendapatkan mie?!”


“Apakah dia menggunakan mie cadangan untuk membuatnya?”


“Tentu saja tidak. Dia membuat mie buatannya sendiri.”


Nyonya Mary menatap mie buatan Kein di depan. “Kau membuat Ramen, ya? Tapi dari mana kau mendapatkan bahannya?”


“Kentang. Pertama-tama rebus kentangnya dan kupas kulitnya, lalu tumbuk sampai halus. Setelah itu tambahkan garam, tepung dan air lalu uleni adonannya. Karena tepung gandum nyaris tidak tersisa, aku menggunakan tepung kentang. Kilauan kaldunya itu berasal dari parut kentang yang aku tambahkan, karena itulah kaldunya mengental. Di samping itu, kentang mengandung asam glutamat sehingga menyempurnakan kaldunya,” kata Kein.


“Toping di atasnya adalah mochi kentang. Rasanya yang ringan dan lembut namun bagian luarnya renyah,” kata Nyonya Mary.

__ADS_1


Kein sedikit menoleh. “Kalau ingin membuatku gagal dalam ujian, seharusnya tidak menyisahkan kentang Irish Cobler ini. Kau lupa aku berasal dari Jepang, dan di Jepang ada 40 jenis kentang yang memiliki karakteristik, dan tentu saja koki amatir tidak akan mengerti soal ini.”


Deg!


Reon mengepalkan tangan saat semua orang menatap ke arahnya setelah mengikuti kode pandangan Kein.


Anak berambut putih itu kembali ke meja dapur.


“Tuan Kein ke mana saja? Aku sangat cemas,” kata Mark.


Flashback on


Ruang CCTV


Kane, Kaji dan Adam masuk ke ruang keamanan untuk mengecek CCTV. Mata mereka menyusuri layar demi layar untuk melihat keberadaan Kein. Namun, tetap saja anak itu tidak pernah menampakkan diri di ruangan lain.


“Aku ingin bilang ini penculikan tapi bukan juga, karena tidak ada tanda-tanda orang yang membawa Kein keluar dari akademi,” kata Adam.


“Kalau begitu, mustahil dia tiba-tiba menghilang di tempat penyimpanan makanan,” kata Kaji.


Mereka memutar ulang rekaman CCTV di tempat penyimpanan.


“Lihat, Kein-kun berjalan mendorong troli untuk kembali ke aula. Tapi setelah di menit ini, dia tidak terlihat lagi,” kata Kaji.


Kane menggertak gigi sambil mengepalkan tangan.


Tenang, tenang, aku harus tenang kalau ingin menemukan kakak. Argh, pikiranku jadi kacau, kata Kane dalam hati.


Kane menatap layar satu ke layar lainnya sekali lagi, mencari kejanggalan untuk menemukan petunjuk.


Semua sisi akademi ini dipasangkan CCTV, dan kakak hanya terlihat di tempat penyimpanan makanan. Setelah mendorong troli di sekitar lemari rak, kakak sudah tidak terlihat lagi. Dari semua tempat di sini, satu-satunya tempat yang tidak dipasangkan CCTV adalah….


Deg!


“Aku tahu keberadaan kakak saat ini!” seru Kane berlari keluar membuat Kaji dan Adam menyusul.


......................


Tempat Penyimpanan Makanan


Kane berlari menyusuri rak lemari sambil mencari sebuah ruangan. “Ini dia!”


Kaji dan Adam yang terengah-engah mengerutkan dahi.


“Cepat buka pintu ruang pendingin ini! Kakak ada di dalam sana!” seru Kane.


“Apa?!” pekik Adam dan Kaji bersamaan.


Adam langsung menghubungi staff yang bertugas di tempat penyimpanan makanan dan menyuruh mereka membuka ruang pendingin.


Ceklek!


Deg!


Saat itu juga semua terpaku melihat Kein terkapar di dalam sana yang sudah kedinginan.


“Kakak!” seru Kane saat para staff itu mengangkatnya keluar.


Tubuh Kein sedikit memutih, sehingga Adam memanggil tim medis untuk memeriksanya.


“Tidak ada waktu lagi. Aku harus kembali ke kompetisi,” kata Kein.


“Tapi, kau harus ditangani du—”


“Aku harus kembali!” tegas Kein sambil menggertak gigi memotong ucapan Kaji.


Kaji menghela nafas. “Baiklah. Kau akan baru diperiksa setelah kompetisi selesai.”


“Siapa yang melakukan hal ini?” tanya Adam membuat semua orang terhenti dari langkahnya.


Kein terdiam untuk sesaat yang masih dalam posisi membelakangi Adam.


“Ini bukan urusan Anda untuk mengetahuinya,” jawab Kein berjalan pergi.


Flashback off

__ADS_1


"Eh bagaimana bisa?" tanya Mark.


Kein menoleh dan hendak bicara. Namun, saat itu juga tubuhnya melemah dan jatuh pingsan.


__ADS_2