Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 84 Bersujudlah!


__ADS_3

Kedua anak kembar tadi hanya diam.


"Saat mengetahui berita kematiannya, jantungku seperti berhenti berdetak, dan aku tidak memperlihatkan kesedihanku di mata semua orang. Begitu tahu dia ternyata masih hidup, aku seperti memiliki harapan lagi," kata Adam.


Kane mengerutkan dahi.


Haa, kenapa pria ini sangat cerewet? Padahal dia adalah Tuan Muda yang terkenal dingin, kata Kane dalam hati.


Apakah otaknya habis terbentur? Kenapa malah curhat seperti ini? Heh, kata Kein dalam hati.


"Karena itulah aku meminta kesempatan dari kalian untuk memperbaiki kesalahanku," kata Adam.


Kane dan Kein hanya diam sambil mereka memandang satu sama lain.


"Kumohon ... Aku memiliki banyak kenangan bersama Eve sebelum kalian lahir. Setiap pagi dia akan menyiapkan air hangat di bak mandi, lalu menuju ke dapur dan membuatkan teh hijau untukku sambil menulis secarik kertas yang berisi ucapan romantis. Selain memenuhi tugasnya sebagai seorang istri, dia juga sangat memenuhi kewajibannya sebagai menantu. Eve wanita yang baik dan lembut. Dia adalah wanita yang sempurna," kata Adam.


"Kalau sudah tahu dia wanita yang sempurna, kenapa masih menendangnya keluar? Apalagi keluarga Raymond tidak memperlihatkan sedikitpun belas kasih kepada ibu kami," kata Kane.


Adam hanya menatap lantai dengan wajah sendu. "Itulah kenapa aku menyesal melakukannya. Jika saja waktu bisa diputar kembali, maka aku akan merubah masa lalu."


Aku lebih suka mendengar ribuan investigasi kasus daripada curhatan seorang duda seperti ini, kata Kane dalam hati sambil memasang raut wajah bodohnya.


Ini lebih terdengar seperti Suara Hati Seorang Suami, kata Kein dalam hati yang juga memasang raut wajah bodoh.


"Kumohon, berikan aku kesempatan untuk bersama Eve lagi. Aku menyesali perbuatanku," kata Adam.


Semoga saja kedua anak ini terpengaruh dan tersentuh karena ceritaku. Prioritas utama agar bisa membuat Eve kembali adalah dengan mendapatkan kepercayaan kedua anak ini terlebih dahulu. Ya, tidak ada seorang pun yang akan menolak permintaanku jika mereka sudah tersentuh dengan sandiwaraku, kata Adam dalam hati.

__ADS_1


"Heh~ padahal kami bisa mempertimbangkannya jika saja Tuan Muda bersungguh-sungguh merasa menyesal," senyum Kane menampilkan deretan giginya.


Adam mengerutkan dahi mendengar ucapan anak itu. Sedangkan Kein hanya diam dengan wajah tenangnya seperti biasa.


"Apa kau berpikir kalau diriku hanya berpura-pura merasa menyesal? Kane, aku benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki hubungan keluarga kita," kata Adam.


Apa maksud perkataannya? Apakah dia bisa mengetahui kalau aku hanya bersandiwara untuk mendapatkan kepercayaan mereka? Tidak, raut wajahku bahkan tidak ada kekurangan, kata Adam dalam hati.


"Aku tidak menganggap Anda serius merasa menyesal," kata Kane.


"Aku serius, kau tahu kalau aku tidak suka berbelit-belit? Itulah yang aku lakukan sekarang. Aku langsung mengajak kalian bicara to the point," kata Adam.


"Sungguh?" tanya Kane tersenyum.


Adam mengangguk dan memastikan kalau dirinya memang benar-benar menyesal, meskipun ia juga menggunakan sandiwara untuk mendapatkan kepercayaan kedua anak itu.


Yang dia katakan benar. Setelah kehebatannya langsung tersebar, Kane dengan langsung menjadi anggota divisi detektif dan merupakan anggota termuda di organisasi tersebut. Hal ini membuatnya mendapat julukan Si Iblis Deduksi. Awalnya aku mengira dia orang yang hebat, ternyata hanya anak kecil, kata Adam dalam hati.


"Aku sudah mengatasi banyak kasus pembunuhan dan pelaku yang menjadi dalangnya tentu saja mereka merasa menyesal dan aku bisa melihat hal itu di mata mereka," kata Kane.


"Lalu?" tanya Adam.


Kein yang sudah mengerti maksud adiknya hanya menunduk sambil menghela nafas.


"Mata seorang detektif selalu tajam, jadi sebaiknya Tuan Adam berhenti bersandiwara dengan menggunakan moment Anda bersama ibu untuk mendapatkan kepercayaan kami berdua, sebelum aku dan Kakak benar-benar tidak peduli lagi dengan keluarga Raymond," kata Kane.


Sepertinya aku salah perkiraan. Seharusnya aku tidak perlu percaya diri bisa menipu mereka. Tapi di antara mereka ada Si Iblis Deduksi, kata Adam dalam hati.

__ADS_1


Wajah Adam langsung berubah, hingga akhirnya ia menghela nafas panjang.


Jika saja aku tidak melakukan kesalahan dan menendang Eve waktu itu, maka kedua anak ini adalah anak emas bagi keluarga Raymond, ucapnya dalam hati.


Adam menatap kedua anak kembar itu. "Tapi aku memang serius untuk memperbaiki kesalahanku kepada kalian. Butuh cara apa lagi agar kalian percaya kalau aku memang merasa menyesal."


Kane menyeringai. "Semua pelaku kejahatan dari kasus yang aku tangani selalu bersujud di depanku dengan memperlihatkan rasa menyesal mereka."


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Adam.


Anak berambut hitam bermata sapphire memicingkan mata.


"Jika Tuan Muda memang bersungguh-sungguh merasa menyesal, maka bersujudlah! Dengan begitu kami akan mempertimbangkannya," perintah Kane dengan aura mengintimidasi.


Sudah jelas, kedua anak kembar itu tahu bagaimana reaksi wajah Adam.


"Kane, apakah begini caramu memperlakukan orangtua? Apakah keluarga Kamiya tidak mengajari kalian tata krama?" tanya Adam.


"Pertama aku bukan tidak menghargai Tuan Muda sebagai orangtua, tetapi di dalam kasus, kebenaran hanya ada satu. Semua penjahat tidak harus seorang pembunuh atau pencuri. Orang yang melakukan kdrt dalam rumah tangga juga bisa dianggap seorang penjahat, dan Tuan Muda beserta lainnya telah melakukan tindakan kasar kepada seorang wanita yang mengandung. Kedua ... Keluarga Kamiya selalu mengajari kami tata krama, sebab Jepang adalah negara yang dikenal dengan kedisplinan warganya. Jika keluarga Kamiya mendengar hal yang barusan Tuan Muda ucapkan, maka ini dianggap sebagai tindakan mencela. Mencela seseorang juga tindakan kejahatan," kata Kane.


Kurasa mulutnya tidak akan bisa diam kalau anak ini sudah mengandalkan deduksi, kata Kein dalam hati.


"Semua yang menyesali perbuatan mereka selalu bersujud di hadapanku. Jika Tuan Muda memang menyesal dan ingin memperbaikinya, maka bersujudlah!" perintah Kane.


Adam mengepalkan tangan meski raut wajahnya terlihat tenang. Berbeda dengan Kein yang memejamkan mata sambil menyimak pembicaraan adik dan ayahnya, Kane menyeringai menunggu keputusan.


Sepertinya rasa benci di dalam diri mereka begitu kuat kepada keluarga Raymond. Itu sudah terlihat semenjak mereka tidak ragu membongkar rahasia 2 keluarga sekaligus melalui World Premier Gastronomy yang disaksikan seluruh dunia, kata Adam dalam hati.

__ADS_1


Bagi seorang Adam yang angkuh, dia tidak akan sudi bersujud di depan siapapun, karena itulah dia tidak pernah tunduk. Kita lihat, bagaimana Tuan Muda ini mengatasi hal ini, kata Kane dalam hati.


__ADS_2