Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 7 Hari Pernikahan


__ADS_3

Rumah Keluarga Laurence


Pak Percy dan bu Christa beserta putri mereka telah bersiap-siap. Mereka memakai pemberian dari keluarga Raymond saat utusannya datang ke sana.


Kedua wanita itu tidak henti-hentinya merasa kagum dengan gaun yang mereka kenakan.


‘’Cordelia, bagaimana? Apakah aku cantik? Lihat permata-pertama ini? Kira-kira berapa harga gaun ini, ya?’’


Cordelia sama kagumnya. Ia berputar sejak tadi sambil memandangi dirinya.


‘’Ini pertama kalinya aku memakai gaun secantik ini, Ibu!’’


Pak Percy hanya tersenyum melihat rasa senang terukir di wajah istri dan putrinya. Saat itu juga terdengar suara mobil yang datang. Mereka langsung keluar dan melihat seorang supir keluar dari mobil.


‘’Tuan Besar mengutusku untuk menjemput kalian.’’


Tidak ingin membuang waktu, ketiga orang itu pun memasuki mobil.


......................


Kediaman Raymond


Sekretaris Rey terdiam seribu bahasa, melihat Eve dari pantulan cermin saat dirinya masuk ke kamar wanita itu. Karena penata rias sudah selesai, sekarang waktunya untuk membawa Eve ke gedung pernikahan.


‘’Ya Tuhan, kau sangat cantik. Sudah banyak selebriti kelas dunia yang aku rias tapi tidak sepadan dengan dirimu. Aku jadi beruntung bisa merias wajah istri dari Tuan Muda secara langsung.’’


Eve tersenyum membuat penata rias itu semakin gemas ke arahnya.


‘’Nona Eve? Sekarang waktunya kita pergi.’’


Penata rias itu membantunya berdiri sambil memberinya ucapan selamat atas pernikahannya.


......................


Perjalanan…

__ADS_1


Sekretaris Rey sesekali memandang Eve yang duduk di kursi belakang. Dahinya berkerut melihat raut wajah wanita itu sama sekali tidak memperlihatkan kebahagiaan.


‘’Nona Eve, tidak perlu khawatir. Tuan Besar hanya mengundang kerabat dan teman-temannya saja, juga tidak ada reporter meskipun Tuan Besar sudah memberitahu semua orang melalui media. Saya harap Nona Eve tidak merasa tersinggung karena Tuan Besar sengaja tidak ingin mempublikasikan pernikahan putranya ke media.’’


‘’Tidak apa-apa. Wajahku diketahui atau tidak, aku sama sekali tidak keberatan. Ini malah lebih baik bagiku.’’


Sekretaris Rey tidak menduga atas jawaban Eve. Ia mengira wanita itu akan tersinggung dan berusaha mempublikasikan dirinya ke media agar diketahui oleh semua orang. Tapi ternyata dugaannya salah. Ia mulai merasa lega karena wanita pilihan untuk atasannya tidaklah seburuk pemikirannya.


......................


Gedung Pernikahan


Seorang pria tampan sudah berdiri sejak tadi dengan hadirnya para tamu undangan. Tuan Moriarty tersenyum sambil digandeng oleh seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya.


‘’Haa, aku jadi mengambil penerbangan dari Jepang karena kalian tiba-tiba mengadakan pernikahan ini.’’


Mary Raymond, istri dari Moriarty Raymond yang sekarang menjadi Bookmaster di Jepang untuk organisasi yang melatih para koki untuk menghasilkan kemampuan menilai kualitas makanan secara akurat.


‘’Jadi di mana menantuku?’’


Sebuah mobil datang, membuat semua orang di sana menoleh. Langsung terukir senyuman di bibir tuan Moriarty ketika melihat sosok yang datang itu.


Kedua pria itu melepaskan rindu setelah sekian lama. Bu Christa langsung meraih tangan Nyonya Mary sambil tersenyum.


‘’Aku senang kita berdua menjadi besan. Namaku Christa Laurence dan ini putriku, Cordelia Laurence. Senang bertemu dengan Nyonya Besar.’’


Cordelia tertegun melihat Adam Raymond secara langsung di depan matanya. Rasanya ia sangat ingin pingsan, karena bisa melihat pria idamannya berdiri dengan jarak yang tidak terlalu jauh darinya.


Nyonya Mary hanya tersenyum membalas uluran tangan wanita tersebut.


Christa Laurence? Seingatku itu bukan nama istri dari Pak Percy. Wajahnya juga tidak seperti wanita yang aku lihat 3 tahun yang lalu saat mereka merawat suamiku. Apakah mereka bercerai? Hmm, ucapnya dalam hati.


‘’Sayang, aku lupa memberitahumu kalau istri Pak Percy telah meninggal 1 tahun yang lalu dan menikah lagi.’’


Nyonya Mary mengangguk mengerti. Pantas saja ia baru melihat wanita di depannya itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, datang sebuah mobil yang terdekorasi dengan bunga. Tanpa diberitahu, semua sudah tahu kalau mempelai wanita telah tiba.


Adam menoleh ke sisi belakang keluarga Laurence. Ia melihat bawahannya membuka pintu mobil.


Deg!


Seorang wanita mengenakan gaun pernikahan model asimetris dengan bagian depan bermodel mini dress, dengan potongan heart neck serta aksen peplum di bagian pinggang yang dilengkapi dengan tali panjang menjuntai ke belakang.


Ratusan berlian dan batu-batuan mulia bertaburan di seluruh permukaan gaun pernikahan. Veil senada yang memiliki detail embellishment berbentuk bintang-bintang kecil, dan mahkota sebagai sentuhan terakhir yang menyempurnakan gaun mewah tersebut membuat semua orang di sana terkesima.


Cordelia mengepalkan tangan melihat hal itu. Timbul rasa iri yang amat kuat melihat kakak tirinya menggunakan gaun yang jauh 5x lipat lebih bagus dari gaun yang dipakainya.


Cih! Itu posisiku! Seharusnya aku yang sekarang ada di sana, berdiri berdampingan dengan Adam Raymond, melakukan ikrar pernikahan dengan pria itu dan menjadi menantu keluarga Raymond, bukan kakak! Stt, kata Cordelia dalam hati.


Matanya mulai merah dan berkaca-kaca, bukan karena terharu melainkan perasaan amarah yang sangat besar dipendamnya saat melihat pemandangan itu. Pemandangan saat kakaknya bertukar cincin, para tamu melemparkan biji putih atau confetti, proses pemotongan kue, bersulang hingga pelemparan bunga. Semua itu membuatnya gila.


Nyonya Mary yang melihat hal itu hanya diam. Setelah tahap demi tahap pernikahan itu selesai, ia menghampiri Cordelia yang memegang gelas anggur dengan raut wajah yang tidak senang.


‘’Kalau tidak salah namamu Cordelia, kan?’’


Cordelia terbelalak dan meletakkan gelas anggur lalu memberi hormat. ‘’Iya, Nyonya Besar.’’


‘’Kakakmu menikah hari ini, kenapa wajahmu terlihat seperti tidak menyukainya?’’


Mendengar pertanyaan itu membuat Cordelia sedikit gugup. Sepertinya sejak tadi wanita itu memperhatikan dirinya selama proses pernikahan berlangsung. Ia tersenyum dan hendak menjawab pertanyaan nyonya Mary, namun belum sempat ia berbicara, wanita di depannya itu sudah mendahuluinya.


‘’Jika kau tidak suka dengan pernikahan kakakmu, kenapa kau harus datang? Dilihat dari ekspresimu, kau sangat tidak menerima pernikahan ini.’’


‘’I-Itu tidak benar Nyonya Besar. Aku senang melihat Kakak menikah hari ini. Aku hanya sedih karena Kakak sudah tidak tinggal satu atap bersama kami.’’


Nyonya Mary memicingkan mata sampai akhirnya tersenyum. Wanita itu menyuruhnya memberikan selamat kepada Eve sebelum beranjak pergi, membuat Cordelia semakin kesal.


Aku tidak bisa bersabar sedikit lagi, semua ini seharusnya menjadi milikku! Akan kurebut kembali! Aku tidak bisa mengikuti rencana Ibu lagi, kata Cordelia dalam hati.


Eve tersenyum ke arah semua tamu undangan. Hari dimana ia seharusnya bahagia karena telah menikahi seorang pria yang akan menjadi pendampingnya, malah berbanding terbalik dengan impian wanita pada umumnya. Ia menatap Cordelia yang sejak tadi selalu tersenyum miring ke arahnya. Tidak hanya itu, ayahnya pun sama bahagianya. Melihat hal tersebut membuatnya benar-benar tidak kuat. Jika ayahnya sampai tahu kejadian di hotel, maka semuanya akan tamat.

__ADS_1


...Visual Nyonya Besar, Mary Raymond...



__ADS_2