Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 52 8 Besar


__ADS_3

16 besar telah selesai setelah diadakan di Menara 1. Kini 8 peserta menuju ke Menara 2 untuk babak selanjutnya.


Babak 8 Besar


Karena masalah yang menimpa Kein, membuat Bookmaster menyampaikan beberapa hal atas ketidaknyamanan yang terjadi kemarin. Meskipun ia tidak memberitahu kejadian yang sebenarnya.


Para peserta memandangi Kein yang berdiri di depan meja dapur, yang masih terlihat sedikit pucat. Bookmaster dan yang lainnya juga memandangi anak berambut putih itu.


Berbeda dengan Reon yang hanya membuang muka tanpa merasa bersalah.


......................


Ruang VVIP


Tuan Moriarty dan yang lainnya hanya diam tanpa ada yang bicara. Cordelia yang biasanya mencari topik pembicaraan juga hanya diam.


Reon sudah mengikuti kompetisi ini meskipun aku tidak sudi melakukannya. Sekarang aku harus mengurus orang yang mengirim pesan teror itu menerus, kata Cordelia dalam hati.


Adam yang menyaksikan kompetisi itu dari ruang VVIP hanya diam sambil menatap Reon.


Flashback on


Semua berkumpul untuk sarapan. Tapi, karena Reon dikurung, membuat Adam menyuruh pelayan untuk membawa sarapan ke kamar anak itu saja.


“Adam, apakah harus seperti itu? Kau memperlakukan Reon seperti tawanan saja. Setidaknya izinkan dia keluar untuk sarapan pagi bersama kita,” kata Cordelia.


Adam menoleh ke arahnya, membuat Cordelia menjadi kaku dan mengalihkan pandangannya ke depan.


“Rey, apakah kau sudah mengurus pengunduran diri Reon?” tanya Adam.


“Seperti yang Tuan Muda katakan, saya sudah mengurus pengunduran diri Tuan Reon di kompetisi,”  kata Sekretaris Rey.


“Apakah ada tanda-tanda dari keluarga Kamiya yang mengetahui kejadian kemarin?” tanya Adam.


“Tidak ada Tuan Muda. Sepertinya mereka belum mengetahui alasan hilangnya Kamiya Kein di tengah-tengah kompetisi,” jawab Sekretaris Rey.


Adam hanya diam dan kembali melanjutkan sarapannya.


“Reon tidak akan dikeluarkan. Dia akan tetap mengikuti kompetisi,” kata Cordelia.

__ADS_1


*Semua langsung menatapnya terutama Adam.


Cordelia mengepalkan tangan. “Adam, kau tidak memiliki hak untuk mengeluarkan Reon dari kompetisi, karena orang yang memegang keputusan tertinggi di kompetisi masak ini adalah Nyonya Bookmaster*.”


Nyonya Mary hanya diam saat melihat semua tatapan menuju ke arahnya.


“Aku tidak peduli hal itu. Salahkan Reon yang mendorong dirinya sendiri agar dikeluarkan,” kata Adam.


“Yang dikatakan Cordelia benar. Reon akan tetap mengikuti kompetisi masak ini. Perbuatan Reon memang sudah kelewatan batas, tapi aku tidak akan membiarkan nama keluarga Raymond tercoreng. Selain itu hampir seluruh Bookman membatalkan pengunduran diri Reon, jadi dia akan tetap mengikuti kompetisi masak ini sampai selesai,” kata Nyonya Mary.


Cordelia tersenyum puas melihat raut wajah Adam yang sudah merah padam setelah mendengar ucapan ibunya. Ia sangat puas karena melihat pria itu menahan kemarahannya di meja makan pagi ini.


*Adam berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya tanpa mengatakan apa pun.


Flashback off*


Heh, bagaimana Adam? Rasanya pasti tidak enak saat orang-orang dari dunia kuliner menentang keputusanmu, Cordelia dalam hati yang melirik Adam.


......................


Reon menatap ke atas, melihat keluarganya di balik kaca besar yang transparan.


“Reon?! Apa yang kau lakukan? Kenapa kamarmu sangat berantakan?” tanya Cordelia.


Reon langsung berlari memeluk wanita itu. “Ibu, hiks! Aku tidak ingin dikeluarkan dari kompetisi ini. Hiks, aku mohon, bujuk ayah agar membatalkan pengunduran diriku.”


“Tenanglah, kau tetap mengikuti kompetisi masak itu. Aku meminta bantuan ibu mertua dan tebak, ayahmu tidak bisa berkutit di meja makan tadi,” kata Cordelia.


Reon menarik pelukannya dan menatap ibunya tidak percaya. “Sungguh? Apakah aku masih bisa mengikuti kompetisinya?”


Cordelia tersenyum sambil membingkai wajah putranya. “Iya. Jadi segeralah bersiap dan kita berangkat ke akademi.”


“Terima kasih! Hanya Ibu yang mengerti diriku,” senang Reon. (Reon teringat)


Aku tidak akan kalah darimu bahkan jika kau adalah Si Iblis Makanan. Aku sudah berjanji akan menang di kompetisi masak ini agar kami satu keluarga bisa berkumpul seperti keluarga pada umumnya, kata Reon dalam hati.


Salah satu MC menekan tombol bulat untuk menghentikan ikon panah, agar menunjuk salah satu bola di layar yang isinya adalah hidangan.


Klek!

__ADS_1


Bola merah meletus dalam layar dan menampilkan nama hidangan.


“Tema hidangan hari ini adalah Sushi!” kata MC.


Adam dan Kaji yang ada di ruang VVIP hanya diam sambil mengingat kejadian dibalik hidangan sushi. Begitu juga dengan Eve yang melihat itu dari TV, yang juga mengingat kejadian yang ada kaitannya dengan sushi.


Jadi tema hidangan kali ini adalah sushi, kata Adam, Kaji dan Eve dalam hati kompak.


Waktu mulai berjalan mundur tanda kompetisinya dimulai. Kedelapan orang itu membuat hidangan mereka masing-masing.


Kane menatap Reon dan Mark secara bergantian dengan maksud mengawasi mereka agar tidak melakukan hal yang tidak diinginkan seperti kemarin.


Aku sudah meretas semua CCTV akademi ini untuk jaga-jaga. Jadi, tindakan sekecil pun aku akan tahu, kata Kane dalam hati.


Berbeda dengan kompetisi sebelumnya, kali ini peserta pertama yang selesai membuat sushi adalah Reon.


Cordelia yang melihatnya merasa senang dan tersenyum miring. “Lihat, Reon menyelesaikan hidangannya pertama kali, sedangkan Si Iblis Makanan itu masih belum selesai.”


Namun ia langsung tersadar dengan keberadaan Tuan Yuki. “Hem! Ahaha, aku tidak bermaksud membuat Tuan Yuki tersinggung. Aku hanya em itu, aku ini seorang ibu, jadi aku hanya senang melihat anakku selesai pertama kali.”


Tuan Yuki hanya tersenyum. “Tidak apa-apa, aku mengerti. Aku juga merasa seperti itu jika Kein-kun menyelesaikan hidangannya pertama kali.”


“Kalau hanya satu dua orang saja yang selesai, mungkin itu akan wajar, tapi ini pertama kalinya Kein menjadi peserta terakhir yang menyelesaikan hidangan sushi. Padahal membuat sushi tidak selama itu,” kata Tuan Moriarty.


Sekarang semuanya akan melihat perbedaan yang sebenarnya, kalau Si Iblis makanan itu hanya pura-pura genius di dunia kuliner, kata Cordelia.


Semua menatap ke arah Kein yang membawa hidangan sushi miliknya.


Ini pertama kalinya dia menjadi peserta yang terakhir. Kenapa dia melakukan hal itu? Hm, kata nyonya Mary dalam hati.


Begitu Kein meletakkan hidangannya, semua orang terbelalak. "Di balik tutup yang transparan itu ... Ada kabut."


"Hm~ untuk menarik minat pelanggan, tampilan ini sangat sempurna," kata Nyonya Mary membuka penutup hidangan itu.


Tampak sebuah kotak berisi 12 sushi di dalamnya.


"Temari Sushi, ya?" tatap Kritikus Restoran.


"Indah sekali," tatap Sponsor kelompok gastronomy.

__ADS_1


CEO peneliti laboratorium makanan yang menjadi penguji, memegang wadah stainless dari kotak temari sushi tadi. "Hm~ kabutnya berasal dari nitrogen cair. Sepertinya nitrogen cair ini digunakan untuk tetap menjaga suhu sushi ini."


__ADS_2