Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 72 Alasan Julukan Si Iblis Makanan


__ADS_3

Untuk sekian kalinya, semua orang di dalam menara utama dikejutkan. Setelah rekaman itu selesai, muncul selembar kertas di layar yang tidak lain adalah hasil tes DNA.


Mata Reon membulat besar begitu juga yang lainnya.


‘’Tidak mungkin,’’ kata Reon terpaku.


‘’Secara hukum, ayah biologismu bukanlah Adam Raymond tetapi Jeremy Marlo. Karena kau bukan keluarga Raymond, maka kau tidak memiliki hak atas keluarga Raymond, dengan kata lain kau memiliki alasan untuk meninggalkan dunia memasak dan menjadi bawahanku,’’ kata Kein.


Nyonya Mary langsung menatap Jeremy yang duduk di sampingnya. ‘’Jeremy-san, apa maksudnya ini?’’


Jeremy yang memejamkan mata sejak tadi hanya menghela nafas sebelum akhirnya tersenyum. ‘’Aku harus menjelaskan apa lagi Nyonya Bookmaster? Inilah kebenarannya … Aku tidak bermaksud untuk tidak bertanggung jawab, tapi menantu Anda itu, bersih keras menolakku.’’


Pandangan Jeremy langsung mengarah ke Cordelia. ‘’Semua sudah terungkap, ini saatnya kau dan Reon kembali kepadaku ... Cordelia.’’


‘’Tidak!’’ seru Reon membuat semua orang menatapnya.


‘’Apakah kau menyukai hadiah dariku ini?’’ tanya Kein.


Reon langsung hilang kendali sambil menjerit dan membanting semua peralatan dapur karena tidak menerima kenyataan bahwa ia bukanlah anak kandung dari Adam Raymond dan cucu keluarga Raymond.


‘’Tuan Reon, Anda bertanya kenapa Tuan Kein bisa dijuluki Si Iblis Makanan, kan? Aku yang akan menjawabnya,’’ kata Mark muncul.


Mark menatap Kein sekilas lalu kembali ke Reon. ‘’Sekitar 4 tahun, Tuan Kein sudah memiliki kemampuan menilai kualitas makanan secara akurat, sehingga Tuan Kein mulai membantu orang-orang industri kuliner, menguji rasa hidangan yang terhitung jumlahnya dan mengkritiknya. Tuan Kein bahkan tidak ragu menyirami kepala setiap koki jika masakannya tidak layak dan tidak sesuai dengan cita rasanya, dan semua itu dimulai sejak hari itu….’’


Flashback on


Persiapan World Primier Gastronomy U-25 akan segera dimulai, dan sebelum itu Kein diminta menjadi penguji bagi 50 peserta yang sedang mempersiapkan hidangan mereka untuk kompetisi masak bergengsi dunia nanti.


Kompetisi kali ini hanya mengkhususkan koki di bawah umur 25 tahun yang bisa ikut serta. 50 peserta yang ikut langsung terbelalak saat melihat yang akan menguji hidangan mereka adalah seorang anak laki-laki berambut putih.


‘’Apakah anak itu yang akan menguji hidangan kami?’’


‘’Tunggu, ini serius, kan?’’


‘’Bagaimana bisa anak berumur 4 tahun menjadi penguji bagi koki profesional?’’


‘’Apakah kalian sedang mempermainkan kami?!’’

__ADS_1


‘’Bukankah yang menguji hidangan kami adalah Bookmaster-sama yang berpengaruh di dunia?’’


Anak berambut putih itu hanya diam dan tidak peduli dengan keributan tersebut. Pandangannya langsung menuju ke salah satu hidangan.


‘’Ada 27 kekurangan dalam hidanganmu. Pertama, lobsternya : kau memasaknya 2 detik terlalu lama. Kedua, tiram menghasilkan rasa yang jauh berbeda kepada seluruh panci panasamu. Lalu sayuranmu….’’


Semua peserta di sana hanya terbelalak dan tidak percaya mendengar komentar anak berambut putih itu sampai ia selesai menyebutkan 27 kekurangan hidangan dari salah satu koki.


‘’Apa-apaan ini? Dia bahkan belum mencicipinya dan sudah mengkritiknya?!’’ protes koki yang membuat hidangan lobster.


Seorang anak laki-laki seumurannya yang tidak lain adalah Mark, duduk di kursi tunggu ruang pengujian itu menatap anak berambut putih itu dengan tidak percaya.


‘’Hidangan ini gagal,’’ kata salah satu pria yang menandai hidangan tersebut.


Bugh!


Koki yang hidangannya dianggap gagal langsung memukul meja dapur karena tidak terima dan menarik kerah leher baju anak berambut putih tadi.


‘’Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?! Cepat singkirkan tanganmu! Apakah kau tidak tahu siapa anak ini?!’’ tegur salah satu penguji.


‘’Dia adalah Kamiya Kein-sama, penguji yang diundang langsung oleh W.O.G untuk menjadi juri di kompetisi World Premier Gastronomy U-25 nanti!’’


‘’Ka-Kamiya Kein-sama? Si Jenius, Revolusioner dan Pelopor Masakan Mewah itu?! Jadi dia hanya seorang anak berumur 4 tahun?!’’ pekik semua orang.


Kein memicing mata. ‘’Kau meragukanku? Aku bisa mengetahuinya meskipun belum mencobanya.’’


‘’Heh! Kebetulan sekali, selama ini kami penasaran dengan sosok Si Jenius, Revolusioner dan Pelopor Masakan Mewah yang terkenal di seluruh dunia. Awalnya kami mengira sosoknya adalah koki yang hebat dan dihormati, tapi ternyata hanya seorang anak kecil seperti ini. Namaku Agura Gen … Biarkan aku yang menjadi perwakilan semua orang di dunia untuk meminta kepastian apakah Anda benar-benar pantas dianggap sebagai Si Jenius, Revolusioner dan Pelopor Masakan Mewah,’’ kata Agura.


‘’Semua orang mungkin menghomati dan menyukai Anda, tapi tetap saja ada orang yang merasa Anda telah menyogok anggota komite. Aku yakin para peserta yang serius dalam memasak tidak akan merasa puas tanpa sebuah kompetisi,’’ kata Agura.


Kane yang menunggu di ruang VVIP hanya memicingkan mata saat menyaksikan kejadian di ruang pengujian lewat CCTV. Ia pun menyalakan ponselnya dan menelusuri pria bernama Agura.


‘’Agura Gen, ahli waris keluarga Agura yang saat ini sudah kelas 3 SMA. Restoran milik keluarganya sudah mendapatkan 1 bintang dari para Bookman, semua hidangannya diakui oleh koki kelas atas tapi untuk pertama kalinya kakak malah menyebut hidangannya gagal,’’ kekeh Kane.


‘’Bagaimana kalau kita melakukan duel memasak Tuan Kein?’’ tanya Agura.


‘’Tentu,’’ jawab Kein langsung.

__ADS_1


‘’Kalau begitu, silahkan Tuan Kein mengumpulkan 49 orang lainnya untuk melawan kami, dan la—‘’


‘’Tidak perlu. Aku sendiri saja sudah cukup,’’ kata Kein memotong ucapan Agura dengan aura mengintimidasi.


Semua pun langsung menonton siaran langsung setelah mendengar kabar tadi.


‘’Pemenang babak pertama : Kamiya Kein!’’


‘’Pemenang babak ketiga : Kamiya Kein!’’


Kein menatap para koki dengan wajah dinginnya. ‘’Biar lebih cepat, kalian bersepuluh langsung maju saja. Akan kuhadapi kalian semua.’’


Karena terpancing dengan ucapan Kein, sepuluh koki setiap babak maju melawannya.


‘’Pemenang babak kelima : Kamiya Kein!’’


‘’Pemenang babak ketujuh : Kamiya Kein!’’


Agura jatuh terduduk dengan wajah ngeri. ‘’Bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia menggunakan pikiran dan inderanya untuk membuat masakan ini? Apakah karena dia jenius? Itu benar, enak sekali ya menjadi orang jenius.’’


‘’Kau, di babak berikutnya hadapi aku,’’ kata Kein dengan aura mengintimidasi.


‘’Moushiwake arimasen Kein-sama!’’ ucap Agura bersujud dan menolak untuk bertanding.


Mata Kein memicing lalu melirik salah satu staf yang membawakannya hidangan dalam mangkuk. Ia mengambil mangkuk itu lalu menyirami kepala Agura dengan mata tajam yang menusuk.


‘’Santai sekali ya dirimu? Berani menantangku lalu semudah itu mengundurkan diri? Lebih baik kau berhenti saja menjadi koki,’’ kata Kein dengan mata tajam melotot.


‘’Kompetisi kali ini, semuanya dimenangkan oleh Kamiya Kein yang hanya bertarung sendirian melawan 50 peserta persiapan World Premier Gastronomy U-25!’’ ucap MC.


‘’Menakutkan, ya?’’ kata semua orang yang menyaksikannya secara langsung maupun lewat streaming.


‘’Kein-sama, Anda mau ke mana?’’ tanya salah satu penguji.


‘’Beritahu W.O.G, kalau aku menolak menjadi juri di kompetisi World Premier Gastronomy U-25! Hidangan mereka sudah cukup membuatku tidak berselera,’’ kata Kein berjalan pergi.


Flashback off

__ADS_1


Reon terpaku di tempatnya setelah mendengar cerita tersebut.


‘’Orang-orang memujinya, memanggilnya seorang Si Jenius, seorang Revolusioner dan Pelopor Masakan Mewah. Hari itu, julukannya bertambah satu lagi … Si Iblis Makanan,’’ kata Mark.


__ADS_2