
Semua pasukan masuk ke dalam mobil truk, terdiri 10 mobil truk berangkat. Telah terjadi kerusuhan antar warga, akibat salah paham dan terjadi sebuah pembunuhan yang mengakibatkan pertikaian antar warga.
Hanum pun satu mobil truk dengan Putra namun Hanum duduk di depan dengan kostum lengkap.
Saat mobil tiba di lokasi, suasana memanas dimana banyak kendaraan yang rusak, dan api yang masih menyala akibat lembaran sebuah bom molotov.
" Propokator nya lari setelah terjadi perang antar warga." Ucap Andra.
" Amankan pelaku perusuhan bila ada perlawanan dari mereka tembakan gas air mata dan siram dengan fire hose." Ucap Putra memerintahkan beberapa anak buahnya.
" Keluarga korban tidak terima, sehingga memancing kemarahan warga dan akhirnya terjadi kerusuhan yang membuat naik pitam nya masa." Ucap Andra.
" Amankan provokator dari masing - masing kubu, yang lari lakukan pengejaran. Kerusuhan ini harus segera di selesaikan, jangan sampai terjadi insinden berdarah lagi." Ucap Putra.
Tiba - tiba datang 2 truk dan turunlah masa dari truk tersebut dengan melemparkan beberapa batu dan lemparan api ke arah para Tentara. Terjadi lah baku hantam, dan tembakkan yang di letuskan ke udara.
" Ciduk yang berani melawan... langsung amankan." Teriak Putra sembari memerintahkan pada seluruh pasukan.
Door....
Door....
Booooommmm
" Parah masa tambah banyak mereka datang kembali dengan 10 mobil truk seperti mereka adalah masa bayaran yang terdiri dari preman." Ucap Hanum saat melihat bertambahnya masa.
" Jaga pertahanan jangan sampai mereka menerobos masuk, terus siram air ke masa dengan fire hose."
Masa yang semakin memanas di guyur dengan air bertekanan tinggi agar masa mundur dan letusan tembakkan yang di tembakkan ke udara.
Door...
Door...
" Terus jangan mundur... serang....!!! "
Salah satu provokator memberi kan perintah, dan para Tentara tidak gentar dan terus mempertahankan pengamanan agar masa tidak memasuki wilayah yang menjadi awal mulai terjadi konflik.
Buuggh....
Arrghhhh...
Buugghh...
Buugghh...
Beberapa masa berhasil menerobos masuk, dan memukul Salah satu Tentara, saat menghalangi masa yang berhasil menerobos pertahanan.
Buuughhh...
" Tolong.... "
Buugghh....
" Tangkap... !!! " Teriak Aswin saat melihat Salah satu warga yang memukul dengan sebuah tongkat panjang.
" Lepaskan... lepaskan Saya...!! "
Salah satu warga yang memukul Tentara langsung di amankan dengan meronta - ronta hingga tak bisa berkutik lagi.
" Amankan mereka semua, tanpa ada kata ampun bagi mereka yang arogant." Teriak Aswin.
__ADS_1
" Kamu nggak apa - apa? " Tanya Hanum.
Saat masker wajah di buka nya, terlihat Putra meringis kesakitan di bagian dagunya berdarah karena pukulan pertama tepat di wajahnya.
" Abang..!! "
" Arggh...!! " Putra meringis kesakitan saat memegang punggung nya.
" Bang, kita ke tempat yang aman." Ucap Hanum sembari membantu Putra untuk berdiri.
Baku hantam masih terjadi, karena masa semakin membludak hingga di datang kan 3 mobil damkar untuk membantu mengurangi masa dengan menyiramkan air pada masa.
" Arrghhh. .!! " Putra meringis perih saat Hanum mengoles antiseptik di dagu Putra yang berdarah.
" Sakit Bang? " Tanya Hanum saat sedang mengoles antiseptik.
" Iya nih, kena serangan tiba - tiba saja. Orang tuh main pukul - pukul saja, main serang saja."
" Bang coba lihat punggung nya biar sekalian di obati." Suruh Hanum.
" Nggak biar saja, nanti sampai rumah." Ucap Putra.
" Kita nggak mungkin pulang ke Batalyon, semua anggota harus berjaga. Menunggu pulang lama, dan akan menjadi sakit."
Putra pun membuka seragamnya dengan di lapisi kaos hingga Putra bertelanjang dada dan memunggungi Hanum.
" Sakit ya? " Hanum melihat nya sedikit meringis saat lihat punggung yang lebam membiru.
Hanum mengobati luka lebam yang di punggungya, Putra beberapa kali meringis kesakitan dan perih.
" Sudah Bang."
Putra pun memakai kembali seragamnya dan duduk berhadapan dengan Hanum sembari mengancing seragamnya.
" Terima kasih."
Namun saat akan hendak berdiri Hanum tersandung dan jatuh menimpa tubuh Putra, hingga tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan.
Seperti terhipnotis mata mereka saling memandang dan setelah sadar Hanum langsung berdiri dan wajah mereka pun terasa sangat kikuk.
" Maaf Bang nggak sengaja." Ucap Hanum langsung beranjak pergi dari hadapan Putra.
" Iya." Ucap Singkat Putra.
" Kenapa jantung Saya tiba - tiba berdebar seperti ini, nggak boleh nggak boleh rasa ini cukup untuk Senja. "
Hanum memegang bibir nya, dia berada di dalam truk duduk sembari mengingat kejadian tersebut.
" Jantung Saya kenapa jadi berdebar begini, nggak boleh nggak boleh ada rasa lebih."
******
Semua Tentara masih berjaga karena kemungkinan terjadi penyerangan susulan, sambil berjaga secara bergantian mereka pun makan dengan nasi kotak.
" Ini makan dulu." Putra Menyodori nasi kotak pada Hanum.
" Terima kasih."
" Makan dulu, siapa tahu ada masa susulan datang kita punya banyak tenaga."
" Iya bang." Ucap Hanum lalu membuka nasi kotak tersebut dan memakan nya.
__ADS_1
" Kamu kenapa memilih jadi Tentara? " Tanya Putra memulai pembicaraan.
" Itu cita - cita Saya, karena Saya ingin seperti Ayah." Jawab Hanum.
" Sama Saya juga sejak kecil ingin menjadi Tentara itu lah cita - cita saya."
" Jadi kita sama ya Bang." Ucap Hanum sembari tersenyum.
" Iya punya kesamaan cita - cita." Ucap Putra sembari tersenyum.
" Hmmm... Bang kejadian tadi maaf ya benar - benar nggak sengaja." Ucap Hanum.
Uhuk.. uhuk...
Putra langsung menegak minuman nya, dan meletakkan kembali gelas air mineral yang dia minum.
" Iya nggak apa - apa lagian kamu nggak sengaja."
*******
Setelah kembali ke Batalyon karena pergantian Anggota yang selama 3 hari berjaga kini giliran Putra, Andra, Aswin dan Hanum kembali.
Sembari menenteng Senjata di punggung nya saat baru turun dari atas truk terlihat Hanum di tarik oleh seorang pria.
Dan Putra pun penasaran dengan apa yang di lakukan Pria itu terhadap Hanum.
" Saya sekarang Dinas di Batalyon ini, kita akan sama - sama kembali. Dan kita akan tinggal bersama di rumah Dinas."
" Kita sudah 4 tahun pisah, dan Saya sudah tidak Mau lagi dengan kamu yang kasar , suka main perempuan saya akan terus tunggu sampai ketuk palu."
Hanum meninggal kan Pria yang memakai seragam loreng dengan tubuh tinggi namun sangat sangar.
Putra yang melihat dari belakang pohon menatap ke arah sosok Pria tersebut, dan Putra pun mengenal sosok yang bersama dengan Hanum.
" Mario..!!! "
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Saat getaran itu terasa kembali,
Raga ini berusaha untuk menolak
Tak ada lagi Cinta yang datang
Tak ada lagi sosok baru dalam hidup ku
Andai bisa tak ingin lagi mengulang.
Tak ingin lagi jatuh Cinta..
Aku hanya mencintai dirinya
Aku hanya menyayangi dirinya
Aku hanya Milik nya
Tuhan....
Tolong jangan buat Saya untuk mendua
Jangan jadi kan Saya mengkhianati Cinta sejati
__ADS_1
Singkirkan rasa ini yang kembali.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹