
Semua Tentara pilihan sedang mengadakan latihan gabungan menembak, di lapangan Hanum dan Putra saling melirik mata. Dan lirikan mata itu terpergok oleh Andra.
" Bang, ingat dia bini orang." Bisik Andra.
" Maksud kamu apa? " Tanya Putra pura - pura tidak mengerti.
" Abang melirik Hanum kan, begitu juga sebaliknya." Jawab Andra.
Saat giliran regu Kapten Putra menunjukkan kebolehan menembak, Putra di berada tepat di samping Hanum dan Mario pun di samping nya. Seakan konsentrasi Putra hilang.
Door....
Door...
Door....
" Siiittt... " Putra membanting senjatanya saat melihat tembakkan nya tidak tepat sasaran.
" Memalukan Pasukan khusus arah tembak nya meleset tegur pelatih saat melihat hasil bidikan Putra meleset..
Hanum yang melihat Putra tak konsentrasi pura - pura tidak tahu karena Mario selalu mengawasi pergerakan Hanum.
" Kenapa sih Pak Kapten ? " Tanya Aswin setelah meletakkan Senjatanya. Selain Putra Aswin pun adalah sniper yang handal dan selalu di garis depan saat berada di Zona Merah.
" Nggak apa - apa." Jawab Putra.
*******
__ADS_1
Setelah latihan gabungan menembak, semua Prajurit pilihan makan bersama di Aula yang sudah di sediakan ala Prasmanan.
Hanum yang tengah makan bersama Andra dan Aswin Putra menghampiri mereka dan duduk tepat di samping Hanum.
" Bang makan nya lahap banget." Tanya Hanum.
" Stress Saya. " Jawab Putra sambil mengunyah nasi nya.
" Abang kenapa tadi? " Bisik Hanum.
" Nggak apa - apa."
" Tembakan Abang jelek."
" Jelek karena kamu."
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
" Hanum Salah apa Bang." Ucap Hanum.
Putra langsung menegak air mineral nya, dan menyudahi makan nya dan langsung dan Aswin.
" Mana kita tahu." Jawab Andra yang pura - pura tidak mengerti.
****
Putra masuk kedalam ruangan nya dia menyandarkan kepala nya , Putra memilih masuk ke dalam ruangan nya saat acara latihan gabungan belum berakhir.
__ADS_1
" Ya Allah, Saya mohon jangan pernah hadir lagi rasa ini, cukup untuk Senja penantian 20 tahun walau kita tak lagi bersama. " Ucap Putra sembari memijat pelipis nya yang tak pusing.
Putra terus menerawang ke atas langit - langit kantor nya dan masih teringat saat dirinya mencium bibir Hanum.
Cekleek...
Pintu terbuka, Putra pun membenarkan duduknya saat pintu ruangan nya terbuka. Dan saat terbuka lebar Hanum masuk kedalam ruangan Putra.
" Maaf saya nggak ketuk pintu dulu Bang."
" Iya nggak apa - apa, ada apa Hanum? "
" Tadi Abang bilang karena Hanum konsentrasi nya jadi hilang saat latihan gabungan, Salah Hanum dimana ya Bang? " Tanya Hanum dengan polos nya.
" Nggak tadi saya asal ucap saja." Jawab Putra.
" Jangan bohong lah Bang, Hanum merasa mengganjal." Ucap Hanum.
" Saya bingung mengatakan nya." Ucap Putra dalam hatinya.
" Bang, kalau Abang nggak Mau bilang Saya akan tetap di ruangan Abang dan mengunci pintu ruangan ini biar semua orang tahu kita ada hubungan special." Ancam Hanum.
Putra berdiri berjalan mendekati Hanum, dan Hanum melihat tatapan Putra yang berbeda. Rasa getaran di dalam dadanya, Hanum terus berjalan mundur hingga dia menabrak pintu dan Putra mengunci Pintu ruangan nya.
Cekleek..
" Kenapa di Kunci!! "
__ADS_1
" Katanya biar mereka semua tahu kalau kita mempunyai hubungan special bahkan hubungan terlarang." Ucap Putra yang semakin dekat tubuh nya dengan Hanum hingga membuat Hanum semakin gugup.
Wajah Putra terus semakin dekat, hembusan nafas nya pun menerpa wajah Hanum.