
" Mba Senja, dengarin dulu ya." Ucap Niken.
" Mau ngomong apa, mau ngomong kamu mantan nya suami Saya. Disini juga ada mantan nya Saya, tuh yang lagi berdiri di samping kanan Bang Aswin." Ucap Senja kesal.
Lalu semua mata pun tertuju pada Andra, kecuali Niken yang masih bingung.
" Mba Senja mantan nya yang mana? " Bisik Niken yang masih terdengar oleh Putra, Aswin, Arya dan Andra.
Lalu Senja menatap tajam mata Niken, dan seketika membuat Niken bersembunyi di balik punggung Putra.
" Bang, Istrinya serem." Bisik Niken.
" Sudah tahu serem kenapa bikin ulah." Bisik Putra.
Semua nya berkumpul di ruangan Danyon , karena keributan tadi menarik perhatian Danyon mereka.
" Jadi karena masalah misi itu, yang sampai gagal." Ucap Danyon.
" Iya, Saya mohon bantu Saya menjelaskan pada Istri saya." Ucap Putra pada Danyon nya.
" Ibu Putra, mereka berdua ini adalah pasangan di sebuah misi, mereka lakukan hanya professional kerja saja. Saya tahu Buktinya, kalau tidak percaya silahkan tanya pada Aswin dan Arya. " Ucap nya.
" Saya nggak percaya sama mereka berdua." Ucap Senja pada Aswin dak Arya.
" Saya yang akan jelaskan." Ucap Niken.
" Mba maaf sebelum nya, sebelum Kapten menikah, kami menjalankan sebuah misi jual beli wanita, dan Saya di Sana sebagai PSK yang di beli oleh Kapten. Kita saat itu memainkan sebuah drama dan Saya disitu menggoda Pak Kapten, tapi saat kita pura - pura romantis, dan maaf Saya mencium bibir Pak Kapten dengan sangat intim dan sampai alat pelacak di dada Saya jatuh, lalu kita karena sudah ketahuan baku tembak pun terjadi " Ucap Niken.
Senja lalu menatap Niken dan Putra secara bergantian, dan lalu menatap ke arah Arya dan Aswin mereka pun menganggukkan kepala nya.
" Tapi ciuman di bibir jelas asli kan? "
" Iya Asli." Ucap Niken.
__ADS_1
Putra hanya menghembuskan nafasnya sembari menepak jidatnya lalu langsung dapat tatapan tajam dari Senja.
***
" Sana Abang pergi, Senja benci sama Abang." Ucap Senja marah.
" Yank, kita itu professional kerja sumpah sama Niken nggak terjadi apa - apa cuman ciuman saja. " Ucap Putra sembari mendekati tubuh Senja, namun Senja menolaknya.
" Pokok nya Saya nggak suka sama Abang, karena tubuh Abang ada bekas wanita itu."
" Ya Allah sayang, kita juga masih sadar lagian Niken nggak suka sama Abang begitu sebaliknya."
" Pokok nya nggak suka cara kerja Abang, dan sekarang juga bareng lagi kan di misi sekarang."
" Iya bareng yank, tapi Abang misi sekarang bawa senjata, dia juga bawa senjata dan medan nya bukan club atau hotel."
" Tapi Senja nggak suka tubuh Abang bekas dia."
" Jadi ciuman pertama Abang dia dong? "
Putra hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal,lalu mendekati Senja tapi Senja mundur namun dengan sigap Putra menarik pinggang Senja lalu mendekap nya.
" Tadi bilang apa, ciuman pertama Abang sama Niken? Bunda juga sama kan ciuman pertama nya dengan Andra."
" Mmmm... ka - kata siapa." Ucap Senja gugup.
" Coba ngaku, nggak percaya ciuman Ayah ini yang pertama bagi Bunda." Ucap Putra sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Senja.
" Ng - nggak Bang." Ucap Senja.
" Oh ya, benarkah." Ucap Putra yang sudah menempelkan bibir nya ke bibir Senja. Sesaat Senja menghindar tapi Putra menarik tengkuk leher Senja.
Bibir mereka saling menempel, dan saling membalas ciuman, semakin dalam ciuman mereka saling ******* dan menukar saliva.
__ADS_1
" Sekarang Bunda sudah tahu kan, hanya ada Bunda di hati Ayah, walau banyak yang mengejar Ayah tapi Bunda tetap yang pertama." Ucap Putra dengan nafas yang sedikit berat.
********
" Mba Saya minta maaf, mungkin mba nggak nyaman sama Saya. Jujur Saya memang suka sama Pak Kapten tapi saya nggak begitu suka hanya sekedar fans, tentang perihal itu Saya minta maaf, Saya yang salah." Ucap Niken.
" Iya mba, sama - sama ya Saya juga minta maaf." Ucap Senja sembari menatap ke arah Putra.
" Makan nya kamu Niken, jangan ulangi bangunin singa tidur." Ucap Putra.
" Abang samain Senja sama singa ya? " Ucap Senja dengan tatapan tajam.
******
" Jadi Abang tuh mantan nya istri Bang Putra?" Tanya Niken saat bersama dengan Andra.
" Tahu dari mana? " Tanya Andra.
" Tahu dari Bang Arya sama Bang Aswin." Jawab Niken.
Setelah kejadian kemarin saat Senja mengatakan perihal mantan, lalu Niken pun mencari tahu mantan yang sama - sama Satu Batalyon. Niken pun mengetahui dari Arya dan Aswin yang menjelaskan semua nya.
" Kalau memang kenapa? "
" Sakit nggak Bang? "
" Kalau di bilang sakit iya, tapi ini sudah takdir dan Saya sudah membuang jauh - jauh belajar untuk ikhlas. "
" Sungguh rumit perjalanan kisah Cinta tiga manusia ini." Ucap Niken sembari menyangga dagunya dengan kedua tangan nya.
" Biarlah ini menjadi sebuah kenangan yang hanya mampir sesaat tapi tetap di ingat sepanjang masa." Ucap Andra sembari menatap bulan di langit.
" Dan ingat hanya Satu nama di hati." Ucap Niken.
__ADS_1