
" Ayah..!!! " Suara pelan Senja membuyarkan lamunan Putra saat sedang duduk di kursi samping ranjang Senja
" Bunda, ada yang masih sakit? " Tanya Putra cemas.
Senja menggeleng, hanya menatap lekat wajah suami nya.
" Anak kita bagaimana?"
" Alhamdulillah sehat, anak kita calon jagoan sayang."
" Anak kita harus kuat, jangan lemas seperti Bundanya."
" Bunda jangan banyak pikiran, Ayah nggak mau Bunda dan Anak kita kenapa - napa."
" Ayah, maafkan Bunda mungkin banyak yang nggak Ayah ketahui tapi Ayah harus percaya di hati Bunda hanya ada Ayah."
*******
Setelah di rawat sehari, Senja kembali ke rumah. Putra membaringkan tubuh Senja yang masih sedikit lemas, namun wajahnya sudah tampak lebih segar dan tidak pucat.
" Sayang, Ayah ke markas dulu kalau ada apa - apa hubungi Ayah. " Ucap Putra.
" Iya Yah terima kasih."
" Buat apa terima kasih, Ayah kan suami Bunda."
*********
Putra berjalan dengan kedua tangan yang mengepal, sapaan Arya, Aswin bahkan junior nya pun tidak dia hiraukan.
"Kemari kamu...!!! "
" Abang...!!! "
Buuugghhh....
Buuughhh.....
" Keteraluan kamu...!!! "
" Abang saya akan jelasin."
Buuughhh...
__ADS_1
Buuuggghhh...
" Put jangan Put!!! " Cegah Arya mencoba menarik Putra yang tengah memukuli Andra.
" Putra stop..!! " Bentak Aswin mencoba melindungi tubuh Andra yang sudah kena hantam Putra.
" Jelaskan kalian punya hubungan masa lalu apa." Bentak Putra.
" Saya tidak mau mengingat masa lalu Bang maaf." Ucap Andra sembari mengusap sudut bibir nya yang berdarah.
" Kalian mau menyembunyikan masa lalu kalian dari saya, kamu tahu Andra istri saya seperti mempunyai rasa salah sama kamu, dan dia tidak mau menceritakan nya pada saya. Apakah masa lalu kalian begitu sangat menyakitkan? "
" Iya masa lalu kami sangat menyakitkan, bahkan sakit itu untuk saya dan keluarga saya. Abang harus tahu, sampai kapan pun istri Abang memohon maaf pada saya tak akan pernah saya maafkan, karena dia saya menjadi trauma untuk menjalin suatu hubungan."
" Apakah hubungan kalian sangat jauh? " Tanya Putra selidik.
" Sangat jauh Bang, bahkan hampir saja.", Jawab Andra.
" Put, Andra lebih baik kita selesai kan masalah ini di rumah kamu Putra, kalau sampai Danyon melihat bisa bahaya." Bujuk Aswin.
" Nggak perlu di bahas lagi, ini sudah cukup." Ucap Andra berlalu meninggalkan Putra, Aswin, Arya dan para Junior nya yang mengetahui kejadian tersebut.
" Kurang ajar kamu Andra...!!! " Bentak Putra.
Dan saat akan memukul Putra sudah di hadang oleh Arya, dan Aswin pun segera memegang kedua tangan Putra.
*******
" Katakan sama Abang terus terang, hubungan masa lalu apa sama Andra? "
Seketika Senja kaget saat suami nya menanyakan hubungan masa lalunya dengan Andra.
" Dari mana Abang tahu? " Tanya Senja takut karena raut wajah Putra penuh emosi.
" Katakan!!! Saya nggak mau ada rahasia." Bentak Putra sehingga mengakibatkan Senja ketakutan karena pertama dia melihat suami nya membentak nya.
" Abang kenapa membentak Senja? " Senja yang sudah meneteskan air mata.
" Katakan secara detail semua tentang masa lalu kalian." Ucap Putra datar.
" Baik Senja akan katakan semua nya, Dulu 3 tahun yang lalu kami sempat mau menikah." Ucap Senja dan Putra langsung menatap tajam ke arah Senja.
" Kami menjalin hubungan selama 1 tahun, waktu itu Bang Andra bertugas disana, kami bertemu saat dia mengunjungi kampung seberang dimana Saya mengajar waktu itu pasti Abang ingat tempat itu. Bang Andra menyukai Saya, dia terus berusaha untuk mendapatkan hati Saya, tapi saya hanya mencintai cinta pertama saya, dan berharap Bang Putra pasti akan datang. Dengan penuh perjuangan berkali - kali saya tolak, akhirnya saya menerima nya tapi entah hati saya hanya untuk Bang Putra. Sampai 1 tahun pacaran saya mencoba mencintai nya tapi hanya sedikit saya mencintai Bang Andra, tapi dia tidak mempermasalahkan nya, hingga waktu tiba Bang Andra melamar saya, dan mengajak pengajuan nikah. Nggak tahu, saat itu Senja mau saja sampai pas acara ijab kabul tiba, hati saya menolak keras, seandainya berlanjut hubungan pasti akan berakhir. Jadi saat itu saya menggagalkan nya, sontak membuat Ayah Bang Andra terkena serangan jantung dan meninggal dunia, dan terkahir dengar Ibu nya terkena stroke setelah Ayah Bang Andra meninggal dunia. " Senja menarik nafasnya sembari mengusap perutnya yang kram mendadak.
__ADS_1
" Kenapa membatalkan pernikahan itu?" Tanya Putra.
" Saya masih teringat janji dengan Abang, karena hati Saya selalu menunggu Bang Putra." Jawab Senja.
" Seandainya yang kamu tunggu sudah menikah, apakah kamu tidak menyesal meninggalkan Andra?" Ucap Putra.
" Mungkin akan menjadi dosa besar dalam hidup Saya, sudah menyakiti hati Bang Andra." Ucap Senja.
" Jujur Senja ingin bertemu dengan Bang Andra, meminta maaf semua kesalahan besar terhadap dia dan keluarganya."
Putra lalu mendekati Senja, dan merangkul pundak istri nya, sembari menyandarkan kepala Senja pada dada nya.
" Maafkan Ayah, tadi membentak Bunda. Terima kasih untuk cinta nya Bunda sangat besar terhadap Ayah. Tapi asal Bunda tahu, Andra tak akan mau memaafkan Bunda, tapi Ayah akan berusaha membantu Bunda untuk mendapatkan maafnya. Ayah juga seorang laki - laki pasti sakit apa yang di rasa kan Andra." Ucap Putra
" Maafkan Bunda Ayah, hiks... hiks.. Bunda merasa bersalah seumur hidup pada Bang Andra, Bunda juga salah kenapa tidak dari awal Bunda menolak dia, bukan menerimanya hiks.. hiks... hiks... "
*******
" Andra bisa kita bicara? " Tanya Putra.
" Mau bicara apa lagi Bang, kalau hanya bahas masalah dengan Tari lebih baik nggak usah." Jawab Andra.
" Memang ini tentang istri Saya, Saya mohon kamu maafkan kesalahan istri Saya." Ucap Putra.
" Bang, Tari sangat mencintai Abang hingga dia rela membatalkan semua nya, asal Abang tahu karena gara - gara cinta pertama nya, kedua orang tua Saya jadi korban, dan saya korban ketiga karena mempunyai rasa trauma untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita." Ucap Andra.
********
" Bang..!!! maaf.. maaf.. Bang.. "
Tubuh Senja menggigil dengan demam yang sangat tinggi, hingga membuat Putra panik saat tengah malam istri nya sakit.
" Hiks.. hiks.. Abang... mohon..!!! "
Senja terus menginggau , Putra yang di samping nya sungguh sangat frustasi melihat istri nya sakit karena memikirkan masalah nya yang sangat rumit.
" Kamu tega Andra, lihat istri saya begitu sangat menderita akibat kesalahan terbesar nya.
*******
" Maafkan Abang, jujur Abang juga nggak tega membuat kamu seperti itu. Tapi hati Abang terlalu sakit untuk mengingat kejadian 3 tahun yang lalu."
Andra terus memandang kotak kecil warna merah yang terdapat sepasang cincin pernikahan yang sudah terukir nama nya dan nama Senja.
__ADS_1
Andra lalu menutup kotak kecil tersebut lalu memasukan kembali kedalam saku celana nya, dan menatap lurus dengan pandangan kosong.