
" Jangan....!!! "
" Lepaskan...!!! "
Sreeekkkk...
Sreeekkk....
Braaakkk....
" Angkat tangan...!! " Ucap Putra dengan menodongkan senjata nya.
Para perampok yang sedang berupaya membuka pakaian Dahlia langsung tersontak kaget langsung menghajar Putra.
Dahlia yang shock dan pakaian nya yang sedikit terkoyak memeluk kedua kaki nya dengan tubuh gemetar.
Buugghh...
Buuugghh...
Putra menangkis setiap serangan, dengan menghindari setiap serangan Putra berhasil tendangan dan pukulan nya mengenai tepat sasaran.
Buuugghhh...
Arghhhh...
Putra terkena serangan hingga tersungkur di depan Dahlia, saat tahu salah satu perampok akan mengayunkan samurai ke arah Dahlia dan Putra dengar sigap Putra langsung melindungi tubuh Dahlia
Sreeekkk.....
Arrggghhhh....
" Tidaaaakkk.... " Dahlia langsung memeluk tubuh Putra.
Door....
Door....
Putra yang tengah terluka segera menarik pelatuk senjatanya, sembari memercing rasa sakit dan perih akibat terkena samurai.
" Angkat tangan kalian semua di kepung." Andra beserta Pasukan nya mengepung klinik milik Dahlia saat mendengar suara letusan sebuah tembak an.
Para perampok tersebut langsung meletakkan senjata mereka, saat mereka terkepung oleh senjata yang mengarah pada mereka.
" Jongkok letak kan tangan kalian di atas?" Bentak Andra pada para perampok tersebut.
Andra beserta anak buah nya langsung meringkus para perampok tersebut, satu persatu mereka di serahkan pada pihak polisi yang ikut dalam penangkapan para perampok yang sudah masuk dalam DPO.
" Kamu nggak apa - apa? " Tanya Putra memeriksa tubuh Dahlia lalu dengan segera menutupi tubuh Dahlia dengan seragam loreng nya menutupi pakaian nya yang terkoyak hingga memperlihatkan bagian tubuh nya.
Dahlia masih shock dan menangis saat melihat jasad Nia, Putra pun langsung memeluk erat tubuh Dahlia.
Hiks.. hiks.. hiks..
" Nia... "
Putra mendekap erat Dahlia, tangisnya pecah di pelukan Putra.
******
__ADS_1
" Bagaimana keadaan kamu? " Tanya Putra saat setelah mengantar ke pemakaman Nia.
Dahlia hanya diam, dengan mata yang sembab yang masih mengingat kejadian tadi malam.
" Saya masih belum bisa lupa dari kejadian tadi malam." Ucap Dahlia.
Putra menggenggam tangan Dahlia berjalan beriringan meninggalkan area pemakaman.
*****
Setelah satu minggu kejadian tersebut Dahlia belum berani membuka praktek nya kembali, dan hanya melakukan Praktek di rumah sakit.
" Mau berangkat? " Tanya Putra saat melihat Dahlia akan memasuki mobilnya.
" Iya, kasihan pasien saya." Jawab Dahlia.
" Saya antar ya, mulai sekarang biar Saya yang akan antar jemput kamu." Ucap Putra langsung menyambar kunci mobil milik Dahlia.
" Tapi..!! " Ucap Dahlia
" Masuk...!! " Ucap Putra.
********
" Ayah, kirim kan Saya ke wilayah Timur." Ucap Hanum.
" Kenapa tiba - tiba ingin di pindah tugas kesana?" Tanya Jendral Abas.
" Saya ingin mengejar Cinta yang tak tersampaikan, boleh kan Ayah." Ucap Hanum.
Pak Abas mengulum senyum nya lalu membelai rambut pendek Hanum yang sedang bersandar pada bahu nya.
" Ayah akan usahakan nak, kamu berhak bahagia." Ucap Jendral Abas.
******
" Lebih merepotkan lagi wanita yang di samping Saya ini di culik, dan jasadnya di buang terus hilang." Ucap Putra sembari mengemudikan mobil milik Dahlia.
Dahlia hanya tersenyum saat mendengarkan jawaban dari Putra dan Putra pun tahu Dahlia tersenyum dengan menatap wajahnya ke samping jendela mobil.
" Kenapa senyum, lucu gitu? "
" Ih.. siapa lagi yang tersenyum geer banget."
Putra hanya tersenyum sambil tetap fokus pada kemudi mobilnya.
" Kenapa Saya jadi kayak gini."
Ucap Dahlia dalam hatinya.
******
" Dari mana Bang, ini bukan nya mobil milik Dokter Dahlia? " Ucap Andra saat melihat Putra keluar dari mobil milik Dahlia.
" Ini memang benar mobil miliknya." Jawab Putra sembari berjalan dan Andra mengikuti Putra dari belakang.
" Bang Put." Andra mensejajarkan langkah nya dengan Putra.
" Abang nggak punya hubungan dengan Dahlia kan? " Tanya Andra.
__ADS_1
" Kalau Saya jawab Akan gimana? " Ucap Putra.
" Serius Bang, Bang Put sudah memilih hati."
Putra memberhentikan langkah nya lalu berhadapan dengan Andra.
" Hati saya memang masih ada Senja, tapi Saya tidak harus seperti ini terus. Saya yakin Senja menginginkan Saya dan Avan bahagia, bahagia nya Saya bahagia nya Senja. Sampai kapan pun Senja tetap di hati, walau di samping Saya akan ada pemilik hati yang baru."
*******
" Makasih sudah antar jemput hari ini." Ucap Dahlia.
" Sama - sama."
" Bang, malam ini indah loh langit malam cerah, bulan purnama, Saya dari dulu kalau begini suka ke padang savana."
Deg
Putra langsung menahan nya untuk menyalakan mesin mobil.
" Ibu Saya asli pribumi orang sini, Ayah pendatang mereka bertemu saat sama - sama tugas. Ibu adalah seorang guru Ayah seorang Perwira TNI, mereka penuh dengan banyak kenangan katanya di Sana sampai mereka mengajak Saya waktu kecil ke padang savana, setelah Ibu meninggal dunia Ayah tak Mau lagi pergi kesana katanya banyak kenangan indah yang tidak bisa di lupakan."
" Kamu suka alam disana? " Tanya Putra.
" Iya, kita kesana." Jawab Dahlia.
Putra pun lalu melajukan kemudi mobilnya menuju padang savana yang penuh dengan sebuah kenangan indah.
***
" Akhhhh..... indah nya." Dahlia merentangkan kedua tangan nya ke atas menikmati semilir
angin yang menerpa tubuh nya.
Putra hanya berdiri mematung dimana dia berdiri tepat saat terakhir bersama Senja, seakan kenangan tersebut terulang kembali.
" Pak Kapten lihat Bintangnya indah sekali." Ucap Dahlia sembari melihat ke atas langit.
Putra mengingat kembali flashback saat dirinya terakhir bersama Senja.
Senja membelai wajah Putra dengan lembut tangan nya mengusap air mata Yang membasahi kedua pipi nya.
" Senyum lah Bang, jangan menangis tersenyum lah untuk Senja. " Senja pun lalu mencium bibir Putra, dan Putra pun memejamkan mata nya. Dan lalu mencoba tersenyum ke arah wajah Senja.
Senja pun lalu mengalungkan kedua tangan nya, dan menelusupkan wajah nya di bawah leher Putra. Mata nya pun mulai terpejam, tangan Yang sudah mulai dingin, dengan harum wangi aroma bunga dari tubuhnya.
" Tidur lah sayang, Hiks... hiks... tidurlah untuk waktu Yang lama, hiks.. hiks.... tunggu kami berdua di keabadian hiks.. hiks... "
Putra memeluk erat tubuh Senja, nafas nya pun terasa sedikit tercekat lalu Putra pun membisikkan di telinga Senja membacakan taqlin.
" Laa Ilaaha Illallah... .!! Dengan bergertar Putra mentaqlin Senja setelah terdengar suara pelan Senja membacanya.
Dahlia membalik kan tubuh nya berjalan mendekati Putra yang sedang tertunduk dan Dahlia terus mendekati Putra hingga tubuh dirinya sangat dekat dengan Putra.
" Halo... Pak Kapten? " Dahlia melambaikan tangan nya ke wajah Putra saat tengah tertunduk.
Lalu Putra mengangkat wajahnya dan menatap lekat kedua mata Dahlia.
" Tolong bikin Saya agar lebih sangat mencintai kamu, seperti saya mencintai nya. "
__ADS_1
Putra pun memegang wajah Dahlia dengan kedua tangan nya, Dahlia pun menatap lekat kedua mata Putra.
" Jangan pernah tinggal kan Saya dengan sejuta rindu."