
Boooommmm......
Semua merunduk saat Bom tersebut jatuh di reruntuhan gedung yang sudah hancur. Semua lari berlari berhamburan saat tiba - tiba seorang Tentara jatuh dari atas gedung dengan melempar sebuah rompi warna hitam dan dirinya terjatuh di atas pohon dan terpelanting ke bawah.
" Cepat tolong korbannya." Teriak Salah satu Tentara yang melihat Andra jatuh menibani pohon dan terpelanting ke bawah hingga tak sadarkan diri.
Sedangkan di atap gedung semua Tim medis menolong Putra dan Senja, lalu mengotongnya di sebuah blankar.
" Anda dengar Saya Pak." Teriak Tim medis saat melakukan pertolongan pertama.
Tim medis terus menekan dada Andra yang tak sadarkan diri dan dengan denyut nadi yang sangat lemah.
" Pasang selang oksigen, pasien terkena patah tulang belakang." Ucap Tim medis tersebut.
Darah terus mengalir dari kepala Andra, Tim medis pun terus menekan agar tidak keluar terus.
********
Di IGD Senja, Putra dan Andra berada dalam satu ruangan tanpa sekat gorden karena Putra yang meminta agar bisa tahu kondisi Senja dan Andra.
Putra yang terkena hantaman di bagian punggung hingga lebam, dia hanya bisa memiring kan tubuh nya, sedangkan Senja selang infus terpasang di tangan nya kondisi nya sangat lemah dan sempat terjadi pendarahan.
Andra yang masih belum sadar, kepala yang terbalut perban dengan alat yang terpasang di tubuhnya.
Senja yang posisi sadar dan masih lemas melirik ke arah Andra, raut wajah yang pucat dan sedikit penuh memar kini mempoles wajahnya.
" Andra pasti akan siuman, dia akan melewati masa kritisnya." Ucap Putra.
" Abang tidak cemburu, melihat orang masa lalu Senja yang terbaring tak berdaya dan sebelum Bang Andra terjun bebas dia mencium kening Senja."
" Buat apa cemburu, dia adalah masa lalu. Sekarang Bunda dan Ayah ada di masa depan, jujur Ayah cemburu saat Andra mencium kening Bunda. Tapi Ayah nggak boleh egois, karena Ayah yakin hati Bunda hanya untuk Ayah."
********
Sudah empat hari Andra masih belum sadar, Putra bahkan sudah lebih baik dia sudah bisa duduk tegap dan berjalan. Senja pun sama, dia sudah pulih Walau harus ekstra istirahat.
" Bund, apa Bunda belum bisa mengajukan cuti?" Tanya Putra.
__ADS_1
" Bisa saja Ayah, nanti Bunda di kasih jatah cuti 3 bulan. " Jawab Senja.
" Ajukan cuti sekarang, Bunda harus ekstra istirahat. Bunda tahu kan kehamilan Bunda, sangat beresiko." Ucap Putra.
" Iya Ayah, nanti Bunda ajukan cuti dan sebagai Pegawai Negeri Sipil Bunda harus menyiapkan berkas nya. Nanti kita minta surat dari Dokter kandungan dulu untuk memenuhi kelengkapan cuti hamil." Ucap Senja.
" Siapkan berkas nya, biar Ayah yang maju."
" Ayah!! "
" Hmmm!! "
" Boleh kan Bunda merawat Bang Andra, Senja ingin menebus kesalahan Senja pada Bang Andra."
Putra lalu tersenyum ke arah Senja, dan begitu pun juga dengan Senja serasa sudah mengantongi surat ijin dari Suami nya.
" Boleh, Abang juga akan merawatnya."
" Terima kasih Bang."
********
Senja mengelap wajah dan tangan Andra secara rutin , dan untuk mengganti pakaian Putra yang melakukan nya karena bagaimana pun istrinya merawat adik letting nya ada batasannya.
Putra yang melihat nya ada rasa sedikit cemburu, namun dengan cepat dia tepis pemikiran tersebut.
********
" Andra belum sadar juga, sudah hampir Satu minggu." Tanya Arya.
" Belum, Dokter bilang masa kritisnya sudah terlewati dan tapi pasien terus tak sadarkan diri, karena otaknya terus memutar memori yang tak ingin dia lihat lagi. Hingga dalam pingsannya memori tersebut terus bekerja." Jawab Putra.
Andra tampak pucat dan sedikit kurus, jenggot dan kumis pun Putra yang merapihkan dan mencukurnya.
" Saya tahu, dia seperti ini sebelum kejadian banyak menyimpan luka di hidupnya mungkin dia ingin pergi secepat mungkin. " Ucap Putra.
" Saya juga tidak percaya bahwa Senja mempunyai hubungan khusus dengan Andra." Ucap Arya.
__ADS_1
*********
" Kembalilah Nak, Ayah sudah ikhlas dan lihatlah dia sangat menyesali perbuatan nya."
" Nggak Ayah, Saya ingin terus memejamkan mata ini terus hingga waktunya tiba."
" Waktumu belum tiba, nikmati waktumu sebaik - baiknya. Dan lihatlah, dia terus meratapi semua kesalahan nya, dan dia lakukan demi kamu juga agar tidak tersakiti walau kamu rasakan sangat sakit, asal kamu tahu dia rela mati - matian hanya untuk Hati yang Tersakiti."
Jemari tangan Andra bergerak, begitu pun dari sudut kelopak matanya meneteskan air matanya.
Sakit....
Mungkin rasa sakit ini tak akan pernah bisa terobati.
Luka...
Goresan luka di hati tak akan pernah kering
Walau terobati akan terus membekas.
Menangis...
Jiwa ini menangis, rasa sesak di dada yang begitu sangat menyanyat hati.
Hati...
Hati ini telah hancur bagaikan bubur yang tak akan pernah kembali menjadi beras.
Jantung..
Tidak hanya panah yang menancap tapi juga duri yang menusuknya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kisah bab - bab berikutnya akan selalu berhubungan dengan Andra, dan akan tetap di selipi adegan menegangkan selain percintaan.
Terus dukung karya Author, selalu jadikan favorite, kasih vote dan hadiah serta jangan lupa kasih nilai ⭐⭐⭐⭐⭐ Bintang Lima.
__ADS_1
Karena Reader's setia membuat Autor tetap selalu bersemangat dalam berkarya.