Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Ikhlas


__ADS_3

" Ya Allah Pah, Putra kenapa? " Tanya Wika saat melihat Putra terkapar di lantai.


" Demamnya tinggi, siapkan peralatan medis." Jawab Toni.


Putra pingsan saat Toni memasuki kamar nya, tubuhnya yang demam tinggi, dan stress berat mengakibatkan tubuhnya down.


Toni memasang selang infus, dan menyuntikkan obat melalui selang infus nya.


" Ya Allah Putra, kenapa kamu seperti ini." Ucap Wika duduk di Sisi tempat tidur dimana Putra terbaring.


" Dia stress, dan dari kemarin belum ada yang masuk ke tubuhnya sehingga mengakibatkan tubuhnya demam tinggi.


**


" Bang, Senja sudah bahagia disini. Jaga Avan jagoan kita, biarlah dia tumbuh menjadi lelaki yang kuat dan tangguh. Senja akan pergi Bang, tapi Senja akan terus tetap di hati kalian berdua."


Putra terbangun saat mendengar suara yang seperti nyata di telinga nya. Putra melihat tangan nya tertancap selang infus, dan kepala nya sedikit pusing.


" Ya Allah, Saya benar - benar begitu sangat terpuruk. Senja terima kasih sayang, Abang harus ikhlas tidak boleh seperti ini terus ada Avan yang butuh Abang."


Pintu kamar pun terbuka, Toni masuk dan duduk di samping Putra sembari mengecek kondisi ponakan angkatnya.


" Sudah mendingan kan? " Tanya Toni.


" Masih sedikit pusing om." Jawab Putra.


" Ikhlas ya Put, Senja sudah bahagia disana. Jangan bikin kamu menderita, ingat anak kamu dia sangat membutuhkan kamu."


" Putra akan belajar menerima kenyataan Om, Putra akan mencoba kuat."


" Om dan Tante juga sama merasa sangat kehilangan. Kamu harus kuat harus itu."


*******


" Abang Putra sayang, terima kasih untuk semua cinta dan Pengorbanan Abang selama ini. Abang adalah cinta sejati Senja, cinta yang akan di bawa sampai mati."


Putra tak sengaja mengecek ponsel nya, saat sedang mengecek ponsel nya dia temukan sebuah rekaman dan Putra pun memutarnya.


" Abang, jaga jagoan kita. Dia adalah hadiah terindah di kehidupan kita berdua, dia adalah kekuatan nafas cinta kita. Abang maaf kan istrimu ini yang tidak bisa bersama lagi suatu saat nanti, mungkin saat Abang dengar rekaman suara Senja, istri mu sudah berada di keabadian."


Hiks... hiks... hiks..


Putra menyandarkan kepala nya di dinding kamar tidur, sembari duduk di lantai.


" Sayang..!! "

__ADS_1


" Terima kasih, di saat detik - detik terakhir kita bersama, dimana kita jarang melakukan moment indah. Terima kasih sudah menerima kekurangan Senja, dan Abang pun masih menerima kondisi istri mu yang sudah tak seperti dulu. Abang adalah kekuatan Senja selama Senja ingin bersama walau hanya sebentar. Terima kasih Bang, ikhlas kan Bunda, buka hati Abang untuk calon bidadari surga Abang suatu saat nanti, simpanlah nama Senja selalu di hati Abang. I love you forever..!!


Hiks... hiks... hiks...


" Ayah akan selalu menyimpannya di dalam hati Ayah, Sampai bertemu kembali sayang di keabadian nanti."


********


Tujuh hari sudah kepergian Senja, Putra memutuskan untuk kembali ke Jawa. Sebelum pergi ke Bandara Putra memutuskan untuk ke pemakaman dimana Senja di makam kan.


Putra menaruh seikat bunga Mawar putih di atas makam istrinya, yang tanah nya masih sedikit basah dan merah.


" Sayang, Abang akan kembali ke Jawa. Dimana Abang akan memulai nya kembali dari awal tanpa kamu sayang. Mungkin Abang sekarang jarang berkunjung ke makam kamu, tapi doa Abang akan selalu setiap hari untuk Kamu. Datang lah setiap malam ke mimpi Abang."


Putra pun mencium nisan istri nya, ada sedikit air mata yang keluar dari sudut kelopak mata nya.


" Abang pergi dulu sayang, doa Abang akan selalu menyertaimu."


Putra pun melangkah kan kaki nya meninggalkan area pemakaman, dan saat keluar dari gerbang pemakaman Putra menghapus air mata nya, dan menghembuskan nafas nya dengan kasar.


" Bismillah insya Allah kuat dan ikhlas."


*********


" Halo... anak Ayah apa kabar." Putra menggendong Avan yang sedang berbaring di box nya.


" Dia suka rewel nggak Bund? " Tanya Putra.


" Dia nggak rewel Put, malah anak nya pendiam kalau malam pun paling nangis minta susu." Jawab Ibu Mutia.


" Bunda hanya ini satu - satu nya kebahagian Putra saat ini, hanya Avan Bunda. Putra akan membesarkan Avan dengan kasih sayang, walau hanya dari seorang Ayah. Putra akan menjadi Ayah dan Ibu bagi Avan."


" Bunda senang, kamu tidak berlarut terlalu lama bersedih. Senja disana sudah bahagia dan sudah tidak merasakan sakit lagi."


********


Putra pun sudah memulai aktifitasnya kembali setelah beberapa bulan setelah insiden berdarah dinyatakan meninggal. Putra pun kini telah memakai seragam lorengnya kembali ke Batalyon.


" Bang? " Sapa Andra dan Aswin saat melihat Putra baru tiba di Batalyon.


Putra pun tersenyum dan bersalaman dengan kedua sahabat nya.


" Bagaimana kabarnya? " Tanya Aswin.


" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat sekarang." Jawab Putra.

__ADS_1


" Kabar anak angkat Saya bagaimana Bang?" Tanya Andra.


Putra sedikit menaikan sebelah alisnya dan menatap lekat ke arah Andra dan lalu tersenyum.


" Avan sehat, kapan akan jenguk dia? "


" Nanti Papi nya kesana sambil bawa mainan." Ucap Andra.


Putra lalu melirik ke arah rumah dinas dimana dulu diri nya dan Senja menempati rumah itu.


" Tolong carikan kunci rumah dinas itu?"


" Kamu akan menempati nya kembali? " Tanya Aswin.


" Entahlah Saya hanya ingin masuk kesana." Jawab Putra.


" Saya ambil kan kunci nya dulu." Ucap Aswin.


***


Putra membuka pintu rumah dinas yang dulu dia tempati bersama Senja, Putra terlintas bayangan diri nya bersama Senja. Putra pun melangkahkan kaki nya menuju ke kamar dimana diri nya dan istrinya dulu memadu kasih.


" Sayang sungguh Abang sangat rindu dimana kita selalu bersama. "


Putra pun lalu berbaring di tempat tidur, dimana dia dulu dan Senja tidur bersama. Dan kini akan selalu merindukan dekapan nya dan sentuhannya.


******


" Put, kamu tahu seragam yang di gantung itu? Senja selalu memeluk seragam kamu setiap hari, untuk mengobati rasa rindu nya terhadap kamu." Ucap Ibu Mutia.


Putra lalu mengambil seragam lorengnya yang tergantung di dinding kamar nya.


" Sebelum Saya berangkat tugas, Saya meninggalkan seragam ini untuk selalu agar dia terobati rasa rindu nya terhadap Saya."


" Bunda, Avan malam ini biar tidur sama Saya saja."


" Iya nak, nanti Ibu ambil Avan dulu. "


***


Putra pun tidur bersama Avan, bayi mungil itu tertidur pulas saat Ayah nya memberikan susu formula di dalam botol.


Putra mengusap lembut pipi gembulnya, di cium nya kening Avan sehingga Avan sedikit mengeliat.


Sssttt...

__ADS_1


Putra mengusap lembut paha Avan agar tertidur pulas kembali.


" Sayang nya Ayah, semoga kelak kamu menjadi seorang anak yang pintar, berbakti sama orang tua dan sholeh nya Ayah."


__ADS_2