Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Jangan Pernah Ucapkan Kata Pisah


__ADS_3

" Dahlia, Abang mohon kamu percaya sama Abang, rasa cinta sama Hanum sudah nggak ada. Sekarang yang ada di hati Saya adalah kamu." Putra berusaha menjelaskan pada Dahlia.


" Hanum masih sayang dan Cinta sama Bang Put, Dahlia wanita Bang, bagaimana cara berkorban untuk mengejar Cinta sejati. Kembalilah pada Hanum, dia yang lebih dulu dari pada Saya. " Dahlia beranjak pergi meninggalkan Putra.


" Saya tetap mencintai kamu Dahlia..!!! " Teriak Putra.


*******


Malam minggu semua Anggota baik senior maupun junior berkumpul bersama mereka mengadakan acara kambing guling.


Disana semua sembari makan bersama dan bernyanyi, acara yang di adakan Mayor Lutfi mereka mengadakan syukuran.


Dari jauh Dahlia melihat Putra bersama Avan sembari menyuapi anak nya yang berlari kesana kemari.


" Kamu kok nggak gabung bergabung sama Ibu - Ibu istri Anggota, biar kamu sudah menikah dengan Putra sudah akrab. Kamu kan jarang di rumah."


" Siapa lagi Yah, yang mau menikah dengan Pak Kapten." Ucap Dahlia.


" Kamu putus?" Tanya Pak Lutfi.


" Belum jodoh nya mungkin." Jawab Dahlia.


Dari Jauh nampak Hanum mendekati Putra tawa mereka membuat hati Dahlia bagai tertusuk beribu jarum.


" Sakit sekali melihat mereka, lebih baik Saya yang mengalah."


***


" Bang sudah dong, Ayah capek sayang." Ucap Putra sembari membawa piring di tangan nya.


" Anak Bang Put nggak mau diem ya." Ucap Hanum.


" Iya, makan nya sekarang Kinan nggak mau menyuapi Avan, begitu kalau makan nggak mau diem."


" Bang, Saya tuh punya teman disini, tapi mana ya dia nama nya Dahlia."


Uhuk.. uhuk.. uhuk..


" Kenapa Bang? " Tanya Hanum saat melihat Putra terbatuk.


" Nggak apa - apa." Jawab Putra.


" Dia itu punya pacar Tentara katanya sih disini juga tapi nama nya belum di kasih tahu pasti Abang juga kenal." Ucap Hanum.


" Nggak kenal lagi malah tahu banget."


*******


" Katakan sama Ayah, punya masalah apa? "


Dahlia hanya diam sembari memeluk bantal sofa di ruang tamu.


" Bang Put punya masa lalu dengan wanita lain." Ucap Dahlia.

__ADS_1


" Almarhum istri nya? " Tanya Pak Lutfi.


" Bukan, tapi wanita setelah nya dan sebelum Saya." Jawab Dahlia.


" Terus, mereka masih berhubungan? "


" Sudah nggak, tapi wanita nya mengejar Bang Put kemari berharap Bang Put masih Sayang sama dia, tapi Bang Put bilang itu masa lalu, hubungan karena kesalahan."


" Terus yang membuat kamu putus apa? "


" Saya yang ingin berakhir hubungan ini Yah, dia yang lebih dulu."


******


Putra berjalan menuju rumah Mayor Lutfi, pintu pun sudah tertutup rapat, Kaki ingin melangkah namun sangat sulit, mencoba menghubungi pun tak bisa di hubungi.


" Sampai kapan kamu akan seperti ini."


Putra lalu beranjak pergi dari rumah Mayor Lutfi, dari dalam di balik gorden kamar Dahlia melihat punggung putra yang menjauh.


" Apakah besar cinta Abang buat Saya saat ini?"


******


Di kampung sebelah mengadakan cek kesehatan gratis dan bagi - bagi sembako, dimana Dahlia ikut dalam kegiatan tersenyum dengan kerja sama antara TNI dan Polisi.


Dahlia terlihat sedang menangani Pasien lansia dengan berbagai keluhan, sedangkan Putra bersama para Anggota lain nya sedang membagikan sembako.


Saat itu terlihat Hanum sangat kesusahan membawa beberapa sembako yang akan di berikan.


" Semua sibuk Bang, lagian ini enteng." Ucap Hanum.


" Enteng kata kamu, lihat nya susah." Ucap Putra.


" Bang, Dahlia lihatin Abang terus." Bisik Andra yang masih terdengar di telinga Hanum tiba - tiba menghampiri Putra dan Hanum.


Putra hanya diam saja, dan tak memperhatikan Dahlia, lalu kembali ke kegiatan nya.


******


Hiks.. hiks.. hiks...


Hanum duduk berjongkok di belakang truk TNI yang sedang terparkir.


" Sakit Ya Allah Saya Sakit, meraka tampak bahagia, mereka memang serasi."


Hiks.. hiks.. hiks..


" Saya ingin meninggalkan nya untuk selamanya tapi hati ini masih belum bisa hiks.. hiks.. rasa cemburu terus ada hiks.. hiks.. hiks.."


Dahlia menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, tubuh nya bergetar menangis cinta nya.


Tubuh kekar itu memeluk erat tubuh Dahlia yang sedang menangis, tangisnya terdengar walau mencoba dirinya tahan.

__ADS_1


" Jangan pernah lagi kamu katakan berpisah dari Abang, masa lalu biar lah menjadi masa lalu yang indah, yang sekarang sangat lebih indah." Ucap Putra memeluk tubuh Dahlia yang duduk berjongkok di belakang Truck.


Dahlia membuka kedua telapak tangan nya, matanya yang sembab menatap lekat kedua mata Putra.


" Tinggalin Dahlia sendiri Bang, Dahlia ingin sendiri." Ucap Dahlia.


Putra pun menyekat air mata yang membasahi kedua pipi Dahlia, lalu menangkup wajah Dahlia.


" Apa sudah seperti ini masih mau meninggalkan Abang hem.. "


Dahlia tertunduk, menghindari tatapan Putra yang sangat dekat.


" Coba katakan apakah mau melepaskan Abang? "


Dahlia hanya diam dengan masih menundukkan wajah nya, air matanya pun berhenti keluar dari sudut kedua kelopak matanya.


" Abang tanya lagi, masih mau putus sama Abang? " Ucap Putra kembali.


Putra mengangkat dagu Dahlia, lalu mata mereka saling menatap.


" Kenapa diam terus, ayo bilang sama Abang sekali lagi untuk pergi , apakah kuat, apakah sanggup, sekarang saja kamu menangis."


Hiks.. hiks.. hiks...


" Dahlia sayang sama Bang Put, Dahlia nggak kuat kalau lihat Abang sama wanita lain, mulut bisa bicara mengalah tapi hati tak bisa."


Hiks.. hiks.. hiks..


Putra mencium bibir Dahlia, hingga tangisnya terhenti, Putra mengusap air mata Dahlia.


" Percaya sama Abang, hati ini, cinta ini hanya sama kamu, saat ini kamu adalah masa sekarang dan masa depan Abang."


" Maaf kan Dahlia Bang, sudah ragu sama cinta nya Bang Put." Ucap Dahlia sambil menatap mata Putra.


" Abang sayang sama kamu, kamu lah yang sudah membuka kunci gembok hati Abang."


Putra mencium bibir Dahlia, mengecup hingga berkali - kali dengan gemas Dahlia lalu menggigit bibir bawah Putra.


Aaawww....


" Sakit tahu."


" Biar tahu rasa itu bibir ." Ucap Dahlia sembari cemberut.


Putra tertawa gemas saat melihat wajah Dahlia yang dia tekuk, lalu menarik tengkuk leher Dahlia dan mencium kembali bibir Dahlia dengan di lumatnya.


Dari samping mobil truck Hanum melihat adegan Putra serta Dahlia, Hanum membalikan badannya dan beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.


" Sekarang kamu tahu kan, Putra membuka hatinya untuk siapa? " Andra yang sudah berada di belakang Hanum saat mengetahui Hanum melihat Putra bersama dengan Dahlia.


" Ternyata kekasih nya adalah Bang Put, kami sama - sama mencintai orang yang sama." Ucap Hanum.


" Tak mudah dia membuka hati nya seperti itu, hanya Senja yang bisa menaklukan hatinya , kini wanita yang bisa menaklukan kembali adalah Dahlia." Ucap Andra.

__ADS_1


Hanum tersenyum getir hatinya menangis, Hanum pun terus berjalan melangkah kan kaki nya yang di ikuti Andra dari belakang.


__ADS_2