
Putra berjalan menuju kamar nya, setelah membersihkan tubuhnya. Di lihat nya Senja sedang melamun di atas tempat tidur sembari memeluk bantal guling.
" Sayang." Sapa Putra.
Namun Senja masih tetap saja diam,saat Putra memanggilnya bahkan dia pun tidak mengetahui bahwa suami nya itu masuk dalam kamar.
" Sayang..!! "
Karena tak ada jawaban, Putra langsung naik ke atas tempat tidur, dan langsung memeluk tubuh Senja, dan sontak Senja kaget.
" Akhhh....!! " Teriak Senja sembari menepis tangan Putra.
" Apaan sih Yank." Ucap Putra kesal.
" Ayah!! " Ucap Senja.
" Bunda sendang melamunin apa, Ayah tadi panggil nggak di balas diam saja? " Tanya Putra.
" Maaf Sayang, tadi Bunda nggak dengar." Jawab Senja.
" Iya kenapa? Cerita sama Ayah."
" Beneran nggak kenapa - napa."
**
" Bang, maafkan Senja hiks.. hiks.. maafkan semua kesalahan terbesar Senja, hiks.. hiks.. sampai kapan pun Senja akan terus merasa bersalah."
Putra terbangun dari tidur nya, dia mendengar istri nya menginggau sembari menangis. Putra terus mendengar kan ucapan yang terlontar dari mulut Senja .
" Apa yang sedang kamu sembunyikan dari Abang, seperti sebuah masalah besar." Ucap Pelan Putra.
********
" Ayah, kok tumben kopinya masih utuh?" Tanya Senja saat sedang memakai sepatunya.
" Bunda, ceritakan sama Ayah sedang punya masalah sama siapa? " Ucap Putra kembali bertanya.
" Maksud Ayah?"
" Nggak usah di bahas Bund, Ayah berangkat." Ucap Putra sambil mencium kening Senja lalu segera berangkat Dinas.
Senja pun lalu melangkahkan kakinya menuju ke pintu gerbang dengan jarak 500 meter karena jarak Asrama dengan sekolah dia mengajar sangat dekat hanya berjarak 200 meter dari Batalyon.
******
Putra, Arya, Aswin dan Andra sedang berkumpul di gudang Senjata, memeriksa satu persatu Senjata yang akan di gunakan untuk melakukan latihan tembak.
" Ndra, cerita dong yang sempat beredar di group kalau kamu dulu gagal nikah gimana cerita nya? Tanya Putra.
" Sudahlah Bang jangan bahas yang sudah nggak ada gunanya, lagian sekarang dia sudah bahagia. " Jawab Andra.
" Memang kamu tahu dia bahagia pernah ketemu gitu?" Tanya Arya.
" Ketemu sih nggak, tapi lihat iya." Jawab Andra.
" Pak Kapten, kemarin istri nya di Mess sedang apa ya? " Tanya Aswin.
" Maksud nya Senja istri saya." Ucap Putra.
" Yaiya Senja istri Kapten Putra Nagara memang nya istri nya ada lagi." Ucap Aswin.
__ADS_1
" Dia cari siapa? " Putra sembari menebak - tebak.
" Mana saya tahu, dia nggak jawab." Ucap Aswin.
" Apakah yang kemarin saya lihat, yang di maksud Tari istri Bang Putra. Kalau memang benar, berarti Abang letting saya yang membuat dia tidak bisa berpaling."
********
Malam hari Senja keluar dari Asrama menuju mess, di saat Putra tengah sedang keluar menemui Danyon.
Senja terus berjalan menuju mess, berharap bisa menemui pria yang selama ini di buat olehnya tersakiti.
Senja berdiri di depan mess, sembari melihat keseluruh arah, namun tak ada batang hidungnya sosok yang Senja cari.
" Kamu kemana Bang, apakah kamu tahu saya disini sehingga menghindar dari saya." Ucap pelan Senja sembari merekatkan sweater nya karena udara malam ini terasa begitu dingin.
Disaat Senja akan berbalik, Senja menabrak tubuh seseorang yang berada di depan nya karena sama - sama tidak melihat karena si pemilik tubuh tengah fokus pada ponsel nya.
" Ma - maaf saya nggak sengaja." Ucap Senja.
" Saya yang harus minta maaf karena nggak fokus jalan." Ucap orang yang di tabrak oleh Senja sembari memungut ponsel nya yang terjatuh.
" Tari!!! "
" Abang!! "
Ucap mereka bersamaan, saat Andra beranjak berdiri dan Senja pun menatap mata nya.
" Abang saya ingin bicara." Ucap Senja.
" Maaf, saya mau masuk." Ucap Andra sembari berlalu dari hadapan Senja.
" Abang, saya ingin minta maaf. Atas semua kesalahan saya."
" Bang, saya mohon maaf. Seumur hidup, saya akan terus di bayangi rasa bersalah."
" Pulang lah, jangan sampai Bang Putra tahu." Andra lalu masuk ke dalam mess, tanpa memperdulikan Senja yang masih berdiri mematung dengan sudut kelopak mata nya sudah mengeluarkan air mata.
Dari dalam, Andra mengintip dari balik jendela dia masih melihat wanita yang dulu sempat berada di hatinya. Kini tengah hamil, dan menjadi istri orang yang selama ini dia kenal.
" Maafkan saya seperti ini, karena rasa malu membuat Ayah saya meninggal dunia dan Ibu saya stroke." Ucap pelan Andra sembari memamdang ke arah luar jendela.
Senja berjalan meninggalkan mess, nafasnya seakan sudah sesak sambil memegang dada nya yang sudah merasa sakit.
" Hiks.. hiks.. maafkan saya Bang, maafkan hiks.. hiks.. "
Senja terus berjalan sembari mengusap air mata nya, tanpa sadar ada sosok mata yang mengintai dari jarak jauh.
*******
" Akh.. Abang!!!"
Teriak Senja sembari memegang perut nya yang sakit dan nafas yang sudah tidak beraturan.
" Sayang..!! " Ucap Putra panik saat melihat Senja duduk di lantai sembari memegang perut dan dada nya.
" Bang mana inhaler Senja? " Ucapnya.
Putra pun lalu mengambil inhaler dan membantu memakaikan inhaler pada mulut istri nya.
" Ayah perut Bunda sakit."
__ADS_1
" Kita ke rumah sakit."
Putra lalu membopong tubuh Senja menuju ke mobil, dan saat itu Andra serta Arya melihatnya dan segera menghampiri Senja dan Putra.
" Senja kenapa? " Tanya Arya panik.
" Asma kambuh sama perutnya sakit kembali." Jawab Putra.
" Biar saya yang bawa mobil Bang." Ucap Andra.
Tanpa banyak kata, Putra pun menerima tawaran Andra. Yang hanya dipikirkan nya hanya ingin segera di istrinya tertolong.
Di dalam perjalanan Senja terus merintih kesakitan, dan terus meremas tangan Putra.
" Ayah, Bunda nggak kuat."
" Sabar, Bunda harus kuat ya." Ucap Putra panik saat melihat istri nya kesakitan.
" Kalau boleh tahu, Istri Abang kenapa?" Tanya Andra sembari fokus mengemudikan mobilnya.
" Ada masalah di rahimnya." Jawab Putra singkat.
****
Putra panik saat istri nya berada di IGD, dia terus mengigit jarinya karena rasa cemas. Dan saat Dokter yang menangani Senja keluar, Putra langsung menghampiri nya.
" Dok, bagaimana istri saya? " Tanya Putra panik.
" Istri Bapak stress dan mengganggu kehamilan yang beresiko ini. Di usahakan agar tetap tenang, jangan sampai panik." Jawab Dokter kandungan yang memeriksa nya.
Seketika Putra dan Andra merasa lemas saat mendengar kabar dari Dokter yang menangani Senja.
" Anak Bapak alhamdulillah sehat, calon anak Bapak sangat kuat, dalam situasi seperti ini kebanyakan tidak akan pernah selamat."
" Dan satu lagi, jenis kelamin anak Bapak adalah laki - laki."
*******
Putra lalu berjalan menuju kamar dimana Senja di rawat, istri nya kini sedang tertidur karena efek obat yang di berikan pada nya.
" Sayang, kamu harus kuat sampai persalinan nanti. Abang ingin kalian semua selamat."
Putra lalu mencium kening Senja, dan menggemgam tangan istri nya dengan erat lalu menaruh di pipi sebelah kiri Putra.
********
" Kemari kamu...!!! "
" Abang...!!! "
Buuugghhh....
Buuughhh.....
" Keteraluan kamu...!!! "
" Abang saya akan jelasin."
Buuughhh...
Buuuggghhh...
__ADS_1
"Arrgggghhh.....!!!