Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Maaf Hati Ini Belum Terbuka


__ADS_3

" Mau ngomong apa? " Tanya Putra saat Kanaya duduk di setelah Putra.


" Mas bisa kita bicaranya nggak disini?" Tanya Kanaya.


" Baik kita cari tempat." Jawab Putra.


Kanaya dan Putra pun beranjak pergi ke suatu tempat, dan Kinan mengetahui saat Putra dan Kanaya pergi berdua.


" Bang mereka Mau ke mana? " Tanya Kinan pada Andra.


" Mana Abang tahu, pacaran kali." Jawab Andra Sekenanya.


" Akh masa?? "


" Kalau kalian tahu Kanaya suka sama Pak Kapten tapi nggak tahu Pak Kapten nya." Ucap Aswin yang tiba - tiba datang.


" Saya juga dulu susah dapatin hatinya, apalagi dia.." Ucap Kinan yang langsung dapat tatapan tajam dari Andra.


" Eh.. Abang jangan salah paham, maksudnya siapa gitu nanti nya yang bisa menggantikan posisi Mba Senja."


****


" Ada hal apa yang ingin di sampai kan? " Tanya Putra saat sudah duduk di bangku panjang depan lapangan Futsal di Batalyon.


" Mas.. apakah hati Mas sudah bisa membuka untuk yang lain? " Tanya Kanaya.

__ADS_1


Putra menoleh ke arah Kanaya, dan tersenyum ke arah Kanaya lalu memandang lurus ke depan.


" Sebuah hati dan perasaan tidak bisa di paksakan, Saya menghargai kamu atas semua perhatian kamu Kanaya, tapi maaf Saya tidak bisa membalas perasaan kamu. Saya hanya ingin menganggap kamu sebagai saudara, sahabat dan tidak lebih. Saya berterima kasih dulu kamu menyelamatkan Saya, tapi maaf Saya tidak bisa membalas perasaan kamu."


Kanaya pun tersenyum dengan mata yang berkaca - kaca, memandang lekat kedua mata Putra .


" Maaf kan Kanaya Mas, bila Kanaya sedikit memaksa caranya."


" Kamu nggak salah, itu hak kamu untuk menyukai Saya Maaf kan Saya."


******


Putra pun memandang photo Senja yang dia taruh di dompetnya , di usapnya photo tersebut lalu dia dekap erat di dadanya.


" Abang belum bisa membuka hati ini, dan hati ini sampai kapan pun tidak akan membuka nya untuk yang lain, hati ini hanya untuk kamu Senja, sampai mata ini tertutup hanya milikmu."


******


" Saya harus bisa belajar untuk menerima, walau rasa nya sakit bertepuk sebelah tangan, lebih baik begini dari pada mencintai tapi tak di cintai sakit rasanya."


Kanaya berusaha untuk belajar melupakan Putra, walau cintanya tak terbalas Kanaya berusaha untuk belajar tegar dan menerima kenyataan.


Saat sedang sendiri Aswin melihat Kanaya lalu menghampirinya dan duduk di samping Kanaya.


" Kok melamun? " Tanya Aswin tiba - tiba datang duduk di sebelah nya.

__ADS_1


" Bikin kaget saja." Ketus Kanaya.


" Habis melamun saja, nanti kesambet loh." Ucap Aswin.


" Iya kesambet Jin Tomang."


" Hahahaha... lucu kamu kalau lagi kesel."


" Augh akh.. lagi enak sendiri malah datang ngagetin."


" Ya habis duduk sendirian sambil ngomong sendiri Masih waras kan." Ucap Aswin sembari terkekeh.


" Apaan sih. !! "


******


" Sayang..!!!


Suara itu tak terasa asing tanpa di hiraukan terus berjalan menjauh namun tangan kekar itu mencengkram keras hingga sakit.


" Lepaskan sakit!!! "


" Jangan pernah menghindar lagi, sampai kapan pun kamu tidak akan pernah lolos dari saya."


" Sampai kapan juga saya akan terus maju agar bisa bebas dari kamu."

__ADS_1


" Jangan pernah berharap kamu akan terbebas dari Saya, karena sampai kapan pun Saya tidak akan pernah tanda tangan surat itu secara hukum.


__ADS_2