
" Toloooonggg..... toooloooong....!!
" Ada apa....!!! "
" Ada mayat.. tanpa busana penuh luka."
" Ayo... semua hubungi segera Polisi."
*****
" Put ayo makan dulu nak." Ucap Bu Mutia sembari menata makanan di atas meja.
" Kamu mau balik lagi ke asrama?" Tanya Pak Wahyu.
" Iya Ayah, nanti kalau ada IB Putra kesini lagi." Jawab Putra sambil mengambil nasi dan lauk ke atas piring.
" Abang!! " ucap Kinan.
" Hmmm!! " Ucap Putra.
" Kapan Abang akan membuka hati untuk Kinan? "
Uhuk.. uhuk.. uhuk...
Putra langsung tersedak saat sedang mengunyah nasinya.
" Kinan,kuliah saja kamu yang benar." Ucap Pak Wahyu.
" Kinan sudah dewasa kek, sudah boleh pacaran." Ucap Kinan.
" Iya tapi Abang mu ini sudah menikah." Ucap Pak Wahyu .
" Biarin, lagian sekarang istri nya gak ada."
" Kinan..!! " Ibu Mutia langsung menatap tajam ke arah Kinan.
********
" Put ini undangan pernikahan saya sama Tania." Aswin menyerahkan undangan pernikahan nya pada Putra.
" Datang ya." Ucap Aswin kembali.
" Insya Allah, semoga kamu bisa membimbing dia jadi istri yang baik." Ucap Putra.
***
" Ditemukan seorang wanita di tengah - tengah hutan, dengan kondisi mengenaskan tanpa busana, dan penuh luka di sekujur tubuh nya. Dan di perkirakan wanita tersebut, mengalami depresi berat. "
" Kasihan sekali dia, tega banget orang yang melakukan terhadap nya." Ucap Arya saat melihat berita di TV.
" Berita apa? " Tanya Putra.
__ADS_1
" Di wilayah Timur, tepatnya di perbatasan desa satu kecamatan dimana kita tugas. Ada perempuan di buang di hutan kondisi nya depresi." Jawab Arya.
Tiba - tiba ponsel Putra berdering, dan saat di lihat sebuah nama Pak Antonius memanggil.
" Pak Antonius? " Ucap Putra yang langsung mendapatkan tatapan mata dari Arya.
" Angkat Put, sapa tahu ada kabar." Ucap Arya.
Putra pun menggeser tombol warna hijau, dan meloudspeaker panggilan nya.
" Halo.. Pak Antonius." Sapa Putra.
" Halo Pak Kapten. " Balas Pak Antonius dari seberang.
#
#
#
#
#
#
#
#
*******
" Alhamdulillah ya Allah, tunggu Abang sayang." Ucap Putra saat sudah dalam pesawat.
Perjalanan yang melelahkan, membuat Putra tidak merasa capek, dan hanya ingin segera bertemu dengan Senja istri nya. Yang hampir mau 4 bulan mereka tidak bertemu.
" Pak Kapten." Sapa Pak Antonius saat Putra sudah sampai di sebuah rumah sakit.
" Bagaimana Senja Pak?" Tanya Putra yang sudah tidak sabar ingin bertemu Senja.
" Pak Kapten lihat sendiri." Ucap Pak Antonius sambil memapah Putra.
Dan saat sampai di depan pintu sebuah kamar Inap, sudah terlihat Rebeca dan Kristin yang sedang menangis, bahkan Ibu Maria pun sama.
" Pak ada apa?" Tanya Putra.
" Masuklah." Jawab Pak Antonius.
Putra pun perlahan membuka pintu kamar tersebut, dan saat memasuki kamar inap dia sangat terkejut melihat pemandangan yang sangat memilukan dan menyanyat hati.
" Kenapa dia Pak?" Tanya Putra saat melihat Senja yang terikat kedua tangan nya di sisi kanan dan kiri tempat tidur.
__ADS_1
" Ibu Senja depresi, seperti nya dia karena mendapatkan sebuah penyiksaan hingga membuat dia mempunyai trauma yang besar. Apalagi saat berhadapan dengan laki - laki, dia akan menjerit dan menangis. " Jawab Pak Antonius menjelaskan tentang kondisi Senja.
Putra mendekati Senja, namun saat melihat Putra, merasa sangat ketakutan. Dan senja membuang wajah nya kesamping.
" Apalagi yang terjadi Pak?" Tanya Putra dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
" Dia di lecehkan Pak." Jawab Pak Antonius.
Putra sesaat ambruk, sambil meremas pahanya. Dan merasakan sesak di dadanya, saat melihat keadaan Senja saat ini.
" Hiks.. hiks.. Sayang... hiks.. hiks.. "
***
" Pergi... kamu pergi... saya mohon jangan sentuh saya lagi hiks.. hiks.. hiks.. tolong.. tolong... hiks.. hiks.. "
Senja terus berteriak, saat melihat Putra, hingga dia harus mendapatkan suntika penenang .
" Dok, apakah kondisi istri saya bisa sembuh?" Tanya Putra.
" Tipis Pak, dia terkena siksaan yang bertubi - tubi, hingga dia seperti orang yang kurang." Ucap Dokter yang menangani Senja.
Saat Dokter sudah pergi, setelah memberikan suntikan obat penenang. Putra mendekati Senja yang sudah tertidur.
" Siapa yang tega berbuat seperti ini sayang hiks... hiks.. hiks... "
Putra membelai wajah istri nya yang terlihat kurus yang penuh luka cambuk, dan pukulan di sekujur tubuh nya.
*********
" Pagi sayang...!! " Sapa Putra menghampiri Senja yang langsung menutupi wajahnya dengan mendekap kedua kakinya.
" Sayang, makan dulu yuk, Abang bawa makanan kesukaan kamu. Sagu sama ikan asap." Ucap Putra
" Pergi, pergi..., jangan sentuh saya."
" Sayang ini Abang, Bang Putra."
Senja lalu mengangkat wajahnya, dan menatap lekat kedua mata Putra.
" Hiks.. hiks... hiks... saya kotor... hiks.. hiks... saya kotor...!! "
Senja menangis dan sambil mengulang kata - kata itu kembali. Putra meremas dadanya begitu sangat sakit melihat apa yang terjadi pada Senja.
*******
" Bagaimana keadaan Senja Pak Kapten?" Tanya Kristin.
" Dia tidak ingat sama saya, dan terus ketakutan." Ucap Putra .
" Polisi masih menyelidiki kasus ini, semoga ada titik terang tentang orang yang sudah membuatnya seperti ini. Ucap Kristin.
__ADS_1