Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Aku Kembali Tanpa Dirimu


__ADS_3

Tepat 1 bulan Senja hilang, dan Satgas sudah berakhir dimana Putra harus kembali meninggal kan wilayah Timur. Putra terasa berat meninggalkan tempat yang penuh kenangan, di tambah istri nya pun belum di temukan.


" Maaf Kapten, di luar ada yang mau bertemu sama Kapten." Ucap Sertu Aji.


" Siapa?" Tanya Putra.


" Seorang wanita. " Jawab Sertu Aji.


Putra pun lalu berjalan menuju pintu gerbang, tepat di sebuah pos jaga berdiri seorang wanita yang dia kenal.


" Kristin." Sapa Putra.


" Pak Kapten." Sapa nya.


" Ada Apa mari kita duduk disana." Ajak Putra menuju ke sebuah bangku panjang .


" Pak saya hanya ingin menyerah kan SK Senja yang sudah keluar, karena yang bersangkutan telah terjadi sesuatu jadi pihak kami mewakili mengambil nya untuk di serahkan pada keluarga nya." Ucap Kristin.


Putra memandang secarik kertas yang sangat berharga, dan terasa sangat menusuk hati seandainya Senja ada mungkin dia akan kembali bersama istri nya.


" Terima kasih Kristin, dan tolong kamu kemasi barang - barang milik Senja, dan nanti pakai cargo untuk di kirim ke alamat yang nanti saya kasih. " Ucap Putra.


" Baik Pak Kapten, kami disini masih berusaha mencari istri Bapak, dan nanti kalau ada kabar kami akan memberi tahu Pak Kapten." Ucap Kristin.


" Terima kasih banyak." Ucap Putra.


*******


Putra, dan para Prajurit lain nya telah memasuki pesawat Hercules. Pintu pun telah tertutup, begitu pun dengan Putra dia lebih memilih memejamkan matanya, sambil mendengarkan musik untuk mengisi kesepian dalam hatinya.


" Abang.. kenapa pergi, Senja masih disini."


Putra tersontak kaget, dan memandang ke sekitar isi pesawat, terasa nyata dengan suara yang dia sangat rindukan.


" Astaghfirullah, begitu sangat kehilangan dirimu hingga Abang terasa tersiksa."


Putra mengusap wajahnya dengan kasar, dan melanjutkan tidurnya lagi.


********


" Rebeca apakah semuanya sudah kamu masukan pada kardus besar? " Tanya Kristin.

__ADS_1


" Sudah, nanti ada orang yang akan membawa sampai perahu, nanti Ayah akan pinjam mobil untuk mengantar ke ekspedisi di kota." Jawab Rebeca.


" Jangan sampai ada yang tertinggal."


" Ibu Kristin, apa masih ada harapan Ibu Senja kembali?" Tanya Rebeca.


" Kita berdoa saja pada Tuhan, semoga dia selalu dalam lindungan nya." Jawab Kristin.


*******


Putra pun telah kembali ke Tanah Jawa, meletakkan barang - barangnya di barak dia langsung menuju ke Panti Bunda Mutia.


Putra pun memasuki panti asuhan tersebut, yang telah lama dia tak kunjungi. semua anak - anak berlari mendekat Putra, karena Putra sangat akrab dengan anak-anak penghuni Panti Bunda Mutia.


" Assalamu'alaikum Bund." Sapa Putra sambil mencium punggung tangan Ibu Mutia.


" Walaikumsalam Putra ." Ucap Ibu Mutia sembari mengusap punggung anak asuhnya.


Putra lalu duduk di sofa panjang, dan di ikuti Ibu Mutia yang duduk di samping Putra.


" Bunda sudah mengetahui semua cerita kamu tentang Senja dari Toni. " Ucap Bunda Mutia.


" Putra kehilangan lagi Bund, setelah bertemu kembali selama 20 tahun, kini dia pergi lagi Bund." Ucap Putra.


******


" Akhirnya kita bisa bebas dari Mike, dan setelah 25 tahun merantau, kini kita kembali Pap." Ucap Siska.


" Benar Mam, Papi juga bebas. " Ucap Hans.


" Kita juga bebas dari anak penyakitan satu itu, kita juga harus berterima pada Senja berkat dia hutang kita lunas." Ucap Siska dengan senyum khas nya.


*******


" Apa Pak, kasusnya di tutup? " Tanya Putra saat melakukan panggilan telepon dengan Pak Antonius.


" Iya Pak, jadi usaha mereka nihil.' Jawab Pak Antonius.


" Terus kita bagaimana Pak kelanjutan nya, apakah kita terpaksa cukup sampai disini saja." Tanya Putra .


" Maafkan Kami, dan kami pun sudah berusaha Pak Kapten." Jawab Pak Antonius.

__ADS_1


" Terima kasih Bapak, saya begitu sangat berterima kasih kepada warga disana yang ikut mencari istri saya yang hilang" Ucap Putra pada sambungan telepon nya.


********


Barang - barang milik Senja pun telah tiba di Panti Bunda Mutia, dan Putra pun memasukan barang - barang milik istri nya pada sebuah kamar milik nya bila sedang berkunjung di Panti.


Saat Putra membuka kardus besar itu, dia tertuju pada sebuah buku diary warna pink. Dan Putra pun membuka diary tersebut lalu membacanya satu persatu.


Dear Abang ku Sayang...


Abang Putra...


kamu dimana sekarang??


Senja sangat rindu pada Abang.


Senja disini selalu menunggu Abang, untuk mengembalikan cincin milik senja.


Abang Putra...


Senja sayang sama Abang.


Disaat seperti ini, hanya Abang yang Senja ingat.


Abang.. cepatlah datang, Senja ingin bersandar di bahu Abang untuk setiap keluh kesah.


Dibukanya lagi lembaran berikutnya oleh Putra, dan Putra membaca kembali isi diary milik Senja.


Dear Abang Putra....


Abang... terima kasih cincin nya akhirnya kembali..


Senja bahagia, akhirnya Abang menepati janji bertemu di Ujung Timur.


Abang sayang...


Senja ingin kita tidak berpisah kembali, di Ujung Timur ini Senja selalu menjaga hati ini hanya untuk Abang.


Putra terus membaca satu persatu isi diary milik istri, yang ternyata adalah tentang sebuah perasaan nya terhadap dirinya.


" Cepatlah kembali Senja hik... hik... hik.. Abang rindu kamu, jangan bikin Abang terlalu rindu sama kamu cukup untuk berpisah lama kemarin hik... hik... hik.. hik... Abang rindu kamu sayang....!!!!

__ADS_1


Putra menangis dengan memeluk diary milik Senja, betapa rapuh nya hati Putra saat sang istri belum dia temukan sama sekali.


__ADS_2