
Putra melangkah kan kakinya memasuki area Makam, Putra berjalan menuju sebuah makam Senja setelah 2 tahun meninggal nya Senja, Putra baru menginjakkan kakinya kembali di tanah Timur.
" Assalamualaikum sayang, maaf kan Abang yang baru bisa datang kemari, dan maaf kedatangan sekarang tidak membawa Avan. Dia sudah besar, pintar kalau kamu masih ada mungkin kamu akan terus tertawa melihat tingkah lucu anak kita."
Putra mengusap nisan istri nya yang sangat terawat, bahkan rumput pun sangat rapi karena Putra selalu memantau dari Jawa di percayakan pada petugas makam agar untuk merawat makam Senja.
" Sayang, mulai sekarang Abang akan selalu sering berkunjung kemari, karena mulai saat ini Abang di pindah tugas kan di sini. Seandainya kamu tahu apa yang terjadi, mungkin kamu akan marah tapi ini mungkin kamu bingung antara marah atau tidak. Maaf kan untuk sebuah perasaan ini."
******
" Selamat datang Pak Kapten, selamat bertemu kembali." Ucap Sersan Munir.
" Senang bisa bertemu kembali dengan Sersan Munir, bagaimana kabarnya?"
" Alhamdulilah sehat."
Putra mengelilingi Batalyon yang dulu saat Satgas Putra pernah singgah disini sebentar, dimana Putra saat itu sedang jatuh Cinta pada Senja.
***
" Sedang apa Avan? " Tanya Putra pada Andra dari ponselnya.
" Tidur Bang, habis makan banyak dia." Jawab Andra dari seberang
" Dia mencari Saya tidak?"
" Nggak Bang, saat Abang pergi saya ajak dia jalan - jalan, tapi sesekali tanyain Abang kapan pulang."
" Baru 2 hari disini Saya kangen sama anak itu, tolong photo in Avan." Pinta Putra pada Andra.
Saat sebuah pesan masuk di ponselnya, Putra membuka kiriman sebuah photo terlihat Avan tertidur pulas sembari memeluk bantal guling.
" Tunggu Ayah sayang, suatu saat nanti kamu akan bersama Ayah lagi." Senyum mengembang di kedua sudut bibir Putra saat melihat photo Avan anak kesayangan Putra yang kini harta yang sangat berharga adalan buah hatinya.
******
Tugas baru sebuah kegiatan Desa beserta tokoh masyarakat setempat mengadakan gerak bersih dan pemeriksaan gratis untuk lansia dan Anak.
Saat akan menaiki perahu Putra kembali mengingat kenangan dirinya dengan Senja.
" Apakah dengan cara ini Abang mendatangi tempat terindah dimana masa - masa itu kini kembali ."
Putra bergumam dalam hatinya saat sedang menyebrangi sungai dimana dia dan Senja sering menggunakan perahu ini.
__ADS_1
" Pak Kapten!!! " Sapa seorang bapak - bapak pada Putra.
" Pak Antonius, apa kabar." Sapa Putra saat mengetahui siapa yang menyapa dirinya.
" Baik Pak Kapten, saya Senang anda Dinas kembali disini."
" Kita mulai sekarang sering bertemu Pak, saya Senang bisa kembali kesini dan mengingat masa lalu yang tak bisa di lupakan."
**********
" Ayah.... kapan pulang?" Tanya Avan di sambungan video call nya.
" Nanti ya sayang, Ayah disini sedang cari uang buat Avan beli mainan." Jawab Putra
" Ayah janji ya bakalan beliin mainan yang banyak buat Avan."
" Janji sayang, Avan jangan nakal ya disana sama Mami Papi."
" Iya Ayah, Avan kangen sama Ayah."
" Sama Ayah juga kangen sama Avan."
Setelah beberapa lama melakukan panggilan telepon nya, Putra pun melanjutkan pekerjaan nya lagi membereskan semua laporan yang menumpuk di atas meja kerja nya.
*********
" Kamu tidak ingin mediasi dengan suami kamu, suami kamu sampai kapan pun tidak akan menanda tangani surat perceraian nya." Ucap Pak Abas.
" Saya capek Ayah, hidup dengan lelaki seperti dia hanya bisa menyiksa dan menyakiti."
" Apakah kamu sangat nyaman bila yang menjadi suami kamu itu adalah Kapten Putra? "
********
" Pak ada sebuah kerusuhan warga mereka lari ke padang Savana , saling baku hantam dan menggunakan berbagai senjata tajam mereka di duga kelompok anti pendatang yang memperebutkan lahan kosong untuk bercocok tanam, disini di duga ada ke salah pahaman." Ucap Sersan Munir.
" Siapkan semua Anggota kita menuju ke lokasi." Ucap Putra memberi perintah pada anak buahnya.
Dua truk mobil Tentara menuju lokasi kejadian, di duga warga yang saling menyerang menuju masuk ke hamparan padang Savana.
Kilas balik Putra mengingat kembali saat detik - detik terakhir dirinya bersama dengan Senja. Dengan senjata lengkap Putra bersama dengan Anggota lain nya turun dari atas truk.
Banyak tombak, dan anak panah berserakan dimana bekas terjadinya kerusuhan. Dimana sebagian provokator tertangkap di tempat kejadian, dan sebagian lari menuju hutan.
__ADS_1
" Kumpulkan semua senjata tajam nya, kita masukan ke dalam barang bukti." Perintah Putra.
" Siap Pak." Ucap salah satu anak buah Putra.
Konsentrasi Putra sedikit terganggu saat di lokasi kejadian, dia mengingat saat terakhir bersama Senja dimana istrinya itu menghembuskan napas terakhir nya.
Senja membelai wajah Putra dengan lembut tangan nya mengusap air mata Yang membasahi kedua pipi nya.
" Senyum lah Bang, jangan menangis tersenyum lah untuk Senja. " Senja pun lalu mencium bibir Putra, dan Putra pun memejamkan mata nya. Dan lalu mencoba tersenyum ke arah wajah Senja.
Senja pun lalu mengalungkan kedua tangan nya, dan menelusupkan wajah nya di bawah leher Putra. Mata nya pun mulai terpejam, tangan Yang sudah mulai dingin, dengan harum wangi aroma bunga dari tubuhnya.
" Tidur lah sayang, Hiks... hiks... tidurlah untuk waktu Yang lama, hiks.. hiks.... tunggu kami berdua di keabadian hiks.. hiks... "
Putra memeluk erat tubuh Senja, nafas nya pun terasa sedikit tercekat lalu Putra pun membisikkan di telinga Senja membacakan taqlin.
Putra mengingat semua memori dirinya bersama Senja saat itu, terik matahari menyengat tepat di atas Kepala tampak sebuah fatamorgana dengan silau nya cahaya matahari.
Putra sepintas melihat bayangan yang sangat dia kenal, wajah yang selama ini dia rindukan tersenyum ke pada nya serta melambaikan tangan nya.
" Abang...!! "
Suara itu terdengar seperti nyata, keringat dingin membasahi tubuh Putra, dengan kaki yang sedikit lemas Putra mencoba untuk tetap kuat.
" Abang.. ada rindu yang menanti."
Putra menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sebuah suara yang tidak mungkin menjadi nyata.
" Kamu dimana, kamu dimana..!! "Putra yang tanpa sadar seakan Senja ada di sekitarnya.
Putra mencoba berjalan dengan mata yang sudah sedikit ber kunang - kunang, berjalan mendekati beberapa anak buah nya yang tengah bertugas.
Perlahan pandangan nya membuyar dan tubuh tegap tinggi itu tumbang.
Buuuggghhh....
" Pak Kapten...!!! "
" Cepat tolong Pak Kapten..!! "
" Sayang.... "
Bagai bayangan Putra melihat Senja tersenyum tepat di depan nya, rambut terurai indah wangi tubuh saat terakhir Putra memeluk tubuh nya sangat terasa di hidung, dan Putra pun memejamkan mata nya.
__ADS_1
Semua Anggota yang melihat Putra pingsan segera menolong nya, dan berusaha untuk menyadarkan Kapten Mereka.