Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Hati Untuk Pak Kapten


__ADS_3

" Saya sebagai orang tua Hanum mendukung kalau kalian bercerai." Ucap tegas jendral Abas.


" Nggak Ayah, Saya nggak mau bercerai dengan Hanum Saya sangat mencintai nya." Ucap Mario.


" Cinta, Cinta yang seperti apa? istri mana yang tahan melihat suami nya selingkuh."


Deg...


Mario diam seribu bahasa bagai mati kutu di depan mertua nya.


" Ayah sudah tahu gelagat busuk mu, kamu selama ini menyiksa batin Hanum, dia wanita yang kuat di medan perang, tapi tidak di dalam rumah tangga.Tolong jangan terus siksa Hanum lepaskan dia, Hanum pun berhak bahagia bukan untuk di siksa secara lahir dan batin." Ucap Jendral Abas pada Mario.


Mario hanya diam tanpa sepatah kata pun, Mario sadar selama ini dia telah menyakiti perasaan Hanum, dan membuat dirinya menyiksa Hanum.


******


Dahlia pun berada di sebuah toko jam tangan, Dahlia memilih sebuah jam tangan pria yang cocok dengan pribadi pria yang akan dia berikan.


" Hmm... mba, coba lihat yang ini? " Tunjuk Dahlia.


Pelayan toko jam tangan tersebut mengambilkan jam tangan yang Dahlia maksud.


" Ini keluaran terbaru mba, ini cocok di dalam air bisa mencapai kedalaman 200 meter." Ucap pelayan toko tersebut.


" Wah canggih juga , boleh tolong bungkus sekalian untuk kado."


******


Andra, Kinan , Avan dan Putra pun berziarah ke makam Senja, di nisan tersebut tertulis sebuah nama Mentari Senja Timur.


Andra yang notebene nya mantan pacar Senja langsung duduk berjongkok di depan makam Senja membacakan doa untuk Almarhumah Senja.


" Assalamualaikum sayang, Abang bawa siapa coba? " Ucap Putra saat setelah membacakan doa untuk Almarhumah


" Ada Andra dan Kinan serta Avan, ini pertama kali mereka kemari dan Avan sekarang kembali ke asuhan Abang, mereka selama ini yang mengasuh Avan. " Ucap Putra.


" Ayah ini apa sih?" Tunjuk polos Avan pada makam Senja.


" Ini makam Bunda sayang, tempat istirahat terakhirnya Bunda." Jawan Avan.


" Bunda kok tidurnya di tanah? "


" Bunda memang tidur di tanah dan hanya jasadnya saja tapi raga Bunda sudah ada di surga. Bunda sekarang bahagia disana, Avan selalu berdoa ya sayang buat Bunda agar selalu terang di alam kubur dan kelak kita akan sama - sama kembali."


Avan yang masih belum mengerti semua penjelasan Putra hanya mengangguk kan kepala nya lalu mengusap nisan yang bertulisan nama Bunda nya.


Kinan yang melihat nya menjadi sedih, bersandar di bahu Andra menutupi tangisnya.


******

__ADS_1


" Saya akan melepaskan mu mulai saat ini, kamu berhak bahagia dengan orang yang kamu cintai, maaf kan Saya." Ucap Mario di depan Hanum.


" Maaf kan Saya Bang, kalau selama ini Saya tidak bisa menjadi seorang istri yang baik dan selalu membuat Abang kecewa." Ucap Hanum.


" Kamu nggak salah, selama ini Saya yang salah. Mulai saat ini Saya mengabulkan keinginan kamu."


Hanum pun langsung menatap mata Mario yang berkaca - kaca, begitu pun juga Hanum.


" Bang..!!! "


" Saya akan..."


Saat Mario akan mengutarakan sesuatu Hanum memeluk tubuh Mario, Hanum menangis di dada bidang milik Mario, disitulah Mario ada rasa bersalah pada Hanum, Mario tahu selama ini Hanum rapuh karena nya.


" Maaf kan Abang." Ucap Mario membalas pelukan Hanum.


" Hanum maaf kan Bang." Ucap Hanum sembari terisak menangis.


Mario lalu melepaskan pelukan Hanum dan menatap lekat mata Hanum yang sudah sembab karena menangis.


Mario menarik nafasnya dalam - dalam lalu sedikit menjauh dari tubuh Hanum.


" Mulai saat ini Saya Mario Ibrahim dengan sadar dan tidak di paksa dari pihak manapun menalak Hanum Lestari Binti Sanjaya. "


Mario telah menalak Hanum kini mereka secara agama resmi telah bercerai, Mario pun meneteskan air matanya rasa Penyesalan nya datang di belakang.


*******


Lalu saat Dahlia berada di depan rumah Putra, Avan keluar dengan pakaian ala super hero kesayangan nya.


" Tante mencari siapa? " Tanya Avan sembari memakai topeng super hero kesayangan nya.


" Hmm.... Itu Pak Putra ada ? " Tanya Dahlia langsung.


" Tante ada apa cari Ayah saya? "


Deg..


Dahlia menatap anak kecil di depan nya dengan sebutan Ayah, dan berpikir bahwa dirinya telah menyukai seorang pria ber istri.


" Ayah..!! "


" Ayah Putra Ayah nya Avan." Ucap Polos Avan.


" Oh.. hmm... ya sudah kalau begitu Tante permisi dulu ya."'


Tanpa sadar kotak hadiah untuk Putra jatuh di hadapan Avan, Dahlia pun langsung berjalan cepat meninggalkan rumah Dinas Putra.


Avan yang melihat sebuah kotak warna hitam dengan pita merah langsung mengocok - kocok kotak tersebut.

__ADS_1


" Avan...!! " Teriak Putra dari dalam rumah.


" Iya Ayah...!! " Ucap Avan yang masih terus mengocok kotak tersebut.


" Kamu dari mana Bang? "


" Tadi di depan ada Tante cantik cariin Ayah."


" Cari Ayah, terus Tante nya mana sekarang?" Putra melongok ke luar mencari sosok yang di maksud oleh Avan.


" Pulang lagi." Ucap Avan sembari membuka paksa pita yang menghiasi kotak tersebut.


" Avan kamu sedang apa, itu apa? " Putra langsung mengambil kotak yang ada di tangan Avan.


" Kotak Tante tadi jatuh."


" Nggak boleh di buka kalau bukan milik kita." Ucap Putra.


" Kayak nya itu buat Ayah, soalnya Tante tadi di depan rumah sambil bawa kotak tersebut."


Putra pun penasaran apa yang di katakan oleh Avan yang sudah sedikit memahami lingkungan sekitar dan apa yang dia lihat.


Putra melepas pita warna merah yang menghiasi kotak warna hitam, dan saat di buka ternyata sebuah jam tangan pria berwarna hitam dan terdapat sebuah kartu ucapan di dalam kotak tersebut.


Selamat Ulang tahun untuk Pak Kapten..


Maaf Saya tidak tahu kesukaan Pak Kapten apa?


Saya juga bingung mau kasih kado apa.


Hanya sebuah jam tangan, dan jangan di lihat harga nya. Saya tulus memberikan nya di hari ulang tahun Pak Kapten, maaf kalau Saya lancang..


*Dari*


*Dahlia*


" Dahlia...!!! "


*****"


" Aduh kemana itu kotak jatuh nya, gara - gara tadi buru - buru pergi."


Dahlia mencari sebuah kotak kecil untuk kado ulang tahun Putra, sepanjang jalan yang dia lewati mencari jatuh nya kotak tersebut.


" Aduh.. apa ada yang ambil ya, itu ada kartu ucapan nya lagi. Bagaimana kalau tahu untuk siapa dan siapa pengirimnya sama orang yang menemukan nya bisa viral di Asrama."


Dahlia terus menunduk mencari di kanan kiri yang dia lalui saat membawa kotak hadiah untuk yang dia berikan pada Putra.


" Kamu sedang cari ini..!!! "

__ADS_1


Dahlia mengangkat wajahnya saat di depan nya Putra menunjukkan sebuah jam tangan yang dia pakai di pergelangan tangan nya.


__ADS_2