
3 bulan Sudah ke bersamaan Putra dan Senja,mereka lalui dengan sangat indah di kehidupan rumah tangga nya.
" Bang, minggu depan Saya sudah mulai mengajar, kondisi Senja sudah pulih sekarang." Ucap Senja sambil mengancing baju seragam loreng Putra.
" Iya Abang injinin, pasti kamu kangen mengajarkan? " Ucap Putra sambil memeluk pinggang Senja.
" Makasih Bang." Senja mencium sekilas bibir Putra.
" Kok bentar yank ciumnya??? " Ucap Putra dengan wajah kecewa.
" Mau nya??? " Tanya Senja.
" Sudah boleh kan sayang, Abang minta lebih? " Tanya kembali Putra pada Senja.
" Boleh lah Bang, Senja juga sudah nggak seperti dulu lagi." Jawab Senja dengan senyuman.
*********
Putra melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan nya, namun langkah nya terhenti karena Sersan Ardi menghampiri nya.
" Kapten maaf ada tamu." Ucap Sersan Ardi.
" Tamu!!! " Ucap Putra.
" Seorang wanita, nama nya Sandra."
" Sandra?? Siapa ya saya tidak punya kenalan yang namanya Sandra."
" Tapi katanya Kapten pernah menyelamatkan hidup nya. " Ucap Sersan Ardi.
Putra lalu berfikir sejenak, siapa Sandra, siapa yang wanita pernah di tolong nya.
" Suruh dia masuk." Ucap Putra.
5 menit kemudian, masuk lah seorang wanita dengan rambut terurai sebahu dengan menggunakan kemeja ketat dan rok mini dengan high hells 5 cm.
" Halo Pak Kapten apa kabar?? " Sapa Sandra sembari mengajak Putra untuk berjabat tangan.
" Baik, maaf sebelum nya apa kita pernah bertemu? " Ucap Putra sambil bersalaman dengan Sandra.
" Kapten lupa?? Saya Sandra 3 bulan yang lalu, Kapten menolong kami saat penculikan oleh segerombolan. Dan di saat Saya sedang di Lecehkan, Kapten memberi jaket nya pada Saya untuk menutupi tubuh saya hingga Pak Kapten tertembak karena jaket anti pelurunya di pakai oleh saya." Ucap Sandra menjelaskan.
" Oh iya saya ingat, maaf Saya tidak mengenali kamu." Ucap Putra.
" Saya kemari hanya ingin, berterima kasih sama Pak Kapten dan ini ada sebuah bingkisan dari Saya." Ucap Sandra sambil menyerahkan sebuah paper bag perfume.
" Wah.. ini berlebihan, maaf Saya menolak karena itu sudah kewajiban seorang Prajurit menolong warga sipil." Ucap Putra sambil menyerahkan kembali pemberian dari Sandra.
__ADS_1
" Jangan di tolak Pak, Saya tulus kasih ini buat Bapak." Ucap Sandra.
" Baiklah Saya terima, makasih!! " Ucap Putra.
" Boleh kan Pak Saya berteman dengan Bapak?" Tanya Sandra.
Putra menaikan satu Alisnya, dan tersenyum pada Sandra.
" Boleh, kita teman." Jawab Putra.
" Terima kasih, lalu Saya panggil Kapten apa? " Tanya Sandra.
" Panggil Putra saja ya." Jawab Putra.
********
Putra pun telah kembali dari Batalyon, dia lalu meletakkan paper bag dari Sandra di atas buffet. Dan Langsung menuju kamar mandi, Senja yang tahu suami nya pulang langsung keluar dari kamarnya. Dan melihat sebuah paper bag di atas buffet.
" Ini Parfume cowok, ini kan Mahal!! " Ucap Senja sambil membuka tutup botol Parfume lalu mencium nya.
" Sayang!!! " Putra memeluk Senja dari belakang dan mencium bahu Senja.
" Abang habis beli Parfume?? " Tanya Senja.
" Itu di kasih Sandra." Jawab Putra.
Senja lalu melepaskan pelukan Putra, dan berbalik badan menghadapnya.
" Dia warga sipil yang di culik 3 bulan yang lalu, dia seorang wartawan. Dia hanya ingin berterima kasih pada Abang karena menyelamatkan dia, dan dia merasa bersalah dengan Abang tertembak karena jaket anti peluru Abang pakaikan ke dia, karena posisi dia saat itu sedang di lecehkan." Jawab Putra jujur.
" Oh, kirain siapa." Ucap Senja.
" Siapa apa nya hayo?? Kamu cemburu bukan?" Tanya Putra sambil tersenyum.
" Kalau cemburu memang nggak boleh?? " Tanya kembali Senja.
" Boleh dong sayang, siapa yang nggak boleh hemm." Ucap Putra yang sudah menciumi leher Senja.
" Bang, ih.. geli tahu." Ucap Senja sembari mendorong pelan dada Putra
Dengan gerakan cepat Putra langsung mengangkat tubuh Senja, dan membawanya ke kamar lalu menutup pintu kamar dengan sebelah kakinya.
Putra membaringkan Senja di atas tempat tidur, dan posisi Senja kini di bawah, dan Putra di atas nya.
" Abang sudah lama ingin menikmati madu kasih ini sayang." Ucap Putra sambil berbisik di telinga Senja dan sedikit menggigitnya.
Perlahan Senja teringat flashback nya dulu, namun sesaat dia mencoba melupakan nya, dan sekarang yang di depan nya adalah suami sah nya.
__ADS_1
Putra perlahan mencium bibir Senja, dan ******* nya begitu pun dengan Senja membalas ciuman suami nya, dikalungkan nya kedua tangan nya di leher Putra dengan sebelah tangan nya meremas rambut suami nya.
Perlahan Putra menjelajahi setiap inci milik Senja, dengan tangan yang bertamasya kesana kemari begitu pun dengan Senja yang sama sudah tidak terkontrol hingga mereka sama - sama tanpa sehelai benang.
" Bang.. akh... " Suara parau Senja membuat Putra semakin liar.
" Eennnggghh"
Seketika Senja mendorong Putra, saat setelah mencoba penyatuan.
" Kenapa sayang?? " Ucap Putra dengan suara sedikit berat karena sudah mencapai ubun - ubun.
" Pelan Bang." Ucap Senja sembari menahan nyeri.
" Maaf!! " Ucap Putra sambil mencium bibir Senja.
Senja menahan semua sakit nya, dia tidak ingin membuat suami nya kecewa. Karena dia paham sekian lama setelah menikah, belum pernah menyentuhnya lebih dalam lagi.
" Sayang I love you!! " Ucap Putra setelah melepaskan semua, dan masih berada di atas tubuh Senja.
" I love you too Bang." Balas Senja.
Putra pun lalu beralih ke samping, dan sama- sama menutupi tubuh mereka dengan satu selimut.
" Bang!! "
" Hem..!!
" Kita tidak bisa punya anak, Senja nggak bisa hamil." Ucap Senja sembari menahan rasa sakit di bawah pusar nya.
Putra mengeratkan pelukan nya, dan mengusap lembut pucuk kepala istri nya.
" Abang tidak mempermasalahkan itu yang penting kita selalu bersama. "
" Apa ada yang di rasa, saat kita tadi melakukan nya? " Tanya Putra dengan mendekatkan wajah nya pada Senja.
" Nggak ada Bang, nyaman nggak sakit." Jawab Senja bohong.
*****
" Sayang kamu di kamar mandi lama banget? " Teriak Putra yang sedang menunggu Senja untuk sarapan pagi bersama.
" Sebentar Bang, kalau mau sarapan dulu an saja. " Teriak Senja dari kamar mandi.
Peluh membasahi wajah nya, dengan menggigit bibir bawah nya Senja menahan rasa sakit yang luar biasa hingga dia tak kuat untuk berjalan.
" Ya Allah, ijin kan Saya untuk bisa melayani suami Saya, dan bila Allah berkehendak jadikan Saya wanita yang Sempurna walau sekali, agar Saya bisa memberi kan keturunan pada suami Saya, walau nyawa Saya taruhan nya."
__ADS_1
Senja terus meremas perut nya yang semakin sakit, dan dia pun seakan lupa kalau suami nya masih ada di rumah dan menunggu nya untuk sarapan pagi.
" Aaargghhhhh... sakit...!!! " Ucap Senja dengan suara pelan.