
3 bulan sudah Senja hilang, Putra pun masih terus mencari Senja dengan bantuan dari orang terdekat nya di wilayah Timur. 3 bulan sudah dia pun merasakan hidup yang sepi dan hampa.
" Put, belum ada perkembangan tentang hilang nya Senja?" Tanya Arya.
" Belum, tapi saya yakin dia masih hidup tapi entah dimana." Jawab Putra.
" Dia hilang tanpa jejak, dan keluarga nya pindah ke Jawa. Saya merasa ada hubungannya dengan mereka." Ucap Arya.
" Tapi mau cari kemana, mereka saja nggak tahu dimana." Ucap Putra.
" Eh.. itu si Aswin kan, kamu tahu nggak dia mau pengajuan nikah." Tunjuk Arya saat melihat Aswin memasuki ruangan Dansat.
" Serius, dia nggak cerita." Ucap Putra kaget saat mendengar sahabat nya akan pengajuan nikah.
" Saya juga penasaran wanita mana yang dia dapatkan." Ucap Arya.
******
" Bang Putra, baru pulang? " Sapa Kinan sambil bergelanjut manja di lengan Putra.
" Bisa nggak sih, nggak kayak gini." Ucap Putra sambil menyingkirkan tangan Kinan.
" Kenapa Bang, nggak boleh." Ucap Kinan.
" Abang sudah punya istri Kinan, lagian kamu sama laki - laki bukan muhrim kayak gini banget." Ucap Putra kesal.
" Kan kayak gini cuman sama Abang, terus lagian istri Bang Putra kan hilang, mungkin lari sama pacarnya kali."
" Kinan Stop, kamu kalau nggak tahu apa - apa jangan asal nyeplak kalau ngomong." Bentak Putra langsung memasuki kabarnya.
" Ish.. memangnya seperti apa sih wajah istri nya itu, sampai sebegitu nya." Ucap Kinan kesal.
***
Putra memasuki kamarnya, dia melepaskan kancing satu persatu di seragam nya. Dan hanya menyisakan kaos body pres nya. Putra berjalan menuju nakas, dan mengambil photo pernikahan nya yang terpajang di figura.
" Abang harus cari kamu kemana, kamu tidak mungkin mengkhianati Abang. Dan Abang yakin kamu terjadi sesuatu, hingga hilang tanpa jejak.
Putra memegang cincin pernikahan mereka, cincin yang terukir nama Senja. Cincin yang menjadi saksi bisu atas pernikahan nya, walau hanya menikmati 1 jam bersama.
" Abang akan terus mencari info tentang kamu sayang, Abang akan cari kemana pun sampai kamu ketemu."
******
" Bang, saya takut." Ucap Tania pada Aswin.
" Santai dek, tinggal jawab saja, kemarin kan Abang sudah kasih tahu." Ucap Aswin sembari mengusap rambut Tania.
Aswin dan Tania berjalan menuju ruang Dansat, dan saat akan memasuki ruangan, Putra melihat mereka berdua dan langsung menghampiri Aswin dan Tania.
" Kalian..!! " Tunjuk Putra pada Aswin dan Tania.
" Hi.. bro, sorry saya nggak cerita kalau kami mau pengajuan nikah." Ucap Aswin.
__ADS_1
" Kamu nikah sama dia?" Ucap Putra.
" Iya, saya sudah mantap menikahi dia saya terima segala kekurangan nya." Ucap Aswin.
Tania, saat melihat Putra memasang wajah seakan menantang, dan dengan tangan yang bergelanjut manja di lengan Aswin.
" Kamu yakin menikahi wanita ini." Ucap Putra sinis.
" Kenapa kamu berkata seperti itu Put? " Tanya Aswin dengan nada sedikit meninggi.
" Nggak apa - apa saya harap kamu sabar menghadapi dia." Jawab Putra.
" Saya memang pernah suka sama Abang, tapi sayang Abang malah memilih sepupu saya yang penyakitan." Ucap Tania.
"Kamu tahu Aswin, calon istri kamu itu bukan manusia, tidak mungkin seorang manusia menyiksa sepupu nya hanya demi merebutkan saya, dan calon mertua kamu bertindak semena - mena terhadap istri saya. Dan saya mencurigai kalian, tepat hilang nya Senja kalian pindah ke jawa." Ucap Putra.
Tania merasa sangat terpojok, dan tak bisa berucap seakan mulutnya terkunci. Begitu pun dengan Aswin, yang tahu calon istri nya di sudutkan dia langsung menarik krah seragam loreng Putra.
" Kamu boleh maki saya, marah sama saya tapi tidak dengan istri dan mertua saya." Bentak Putra.
***
Saat setelah Aswin mengantar Tania ke rumah dinas, Putra langsung menggedor pintu dengan ketukan yang sangat keras.
" Iya sebentar..!! " Teriak Tania dari dalam.
Braaakkk....
Tania yang belum sempat membuka pintu, Putra langsung mendobraknya.
" Kenapa kamu gugup hah..., katakan apa yang kamu tahu tentang hilang nya Senja." Ucap Putra dengan nada sedikit tinggi.
" Sa - saya tidak tahu Ba - Bang Putra." Ucap Tania sambil berjalan mundur karena Putra terus mendekati Tania hingga dia menempel ke tembok.
" Kalau kamu nggak tahu kenapa menjadi gugup begini?" Ucap Putra berbisik di telinga Tania dan Tania hanya memejamkan matanya.
" Cepat katakan...!!!" Bentak Putra.
" Saya tidak tahu, kamu cari sendiri Bang..!!! " Teriak Tania yang sudah hampir menangis.
" Saya yakin keluarga kamu terlibat hilang nya Senja."
" Senja pantas mendapatkan ini semua, dia pantas mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi." Teriak Tania.
" Kamu....!!!! " Putra sudah mengangkat tangan nya dan akan menampar Tania, nanum di tahan Aswin.
" Kamu masih belum puas menyalahkan Tania Put, dia memang tidak tahu apa - apa." Bentak Aswin.
" Kamu tidak tahu, calon istri kamu itu seperti apa. Bila benar kamu terlibat, kamu berurusan sama saya." Ucap Putra yang sudah emosi.
" Langkahi saya dulu, sebelum kamu bertindak." Ucap Aswin yang menghalangi tubuh Tania.
Buuuggghhhh.....
__ADS_1
Putra menghantam perut Aswin.
Buuuggghhhh....
Putra memukul wajah Aswin hingga hidung nya mengeluarkan darah.
" Itu semua untuk perlakuan Tania terhadap Senja." Ucap Putra lalu pergi meninggalkan Tania dan Aswin yang masih menahan sakit akibat pukulan Putra.
********
" Aaarrrrggggghhhhhh......!!!! "
Teriak Putra di tengah - tengah lapangan tembak, dan langsung mengambil pistol yang dia arahakan ke sasaran tembak.
Dor... dor.... dor....
" Ini untuk yang menyakiti Senja."
Dor... dor... dor...
" Ini Untuk orang yang memisahkan saya dan Senja. "
Dor... dor... dor...
" Ini untuk orang yang menculik Senja."
*******
" Put..!! " Sapa Aswin yang duduk di samping Putra saat setelah melakukan olah raga pagi.
Putra hanya menoleh sekilas dan langsung menatap ke depan kembali.
" Saya tahu, kamu kemarin emosi sama Tania, tapi belum tentu dia telibat." Ucap Aswin.
" Kalau iya, kamu harus apa?" Tanya Putra.
" Itu tidak mungkin, mereka adalah saudara." Jawab Aswin.
" Mereka bukan saudara, tapi orang lain yang tanpa berterima kasih." Ucap Putra.
" Saya harap, masalah kamu sama Tania jangan sampai pertemanan kita hancur, tapi bagaimana pun saya akan melindungi Tania." Ucap Aswin lalu beranjak meninggalkan Putra yang masih duduk di bawah pohon.
*******
" Hiks... hiks... hiks... tolong, hiks.. hiks.. tolong.."
Bruuughhh........
Plaaakk.......
" Hiks.. hiks.... ampun... hiks.. hiks.. ampun."
Plaaakk...
__ADS_1
Plaakkk....
" Cuih.. kamu pantas dapatkan ini semua manis.. hahahahahahah.....!!!!