
" Selamat bergabung di kesatuan Kami." Ucap Mayor Lutfi.
" Terima kasih Pak sudah menerima Saya di kesatuan ini, kita bekerja sama lagi setelah sekian tahun kita lama tidak berjumpa saat terakhir kita bertemu di Satgas Luar negeri." Ucap Hanum.
" Apa kabar nya Ayah kamu? " Tanya Mayor Lutfi.
" Alhamdullilah sehat, walau sudah tua beliau masih tetap semangat dan sehat lahir bathin." Jawab Hanum.
" Alhamdullilah, dia itu senior Saya, sampai saat ini saya selalu banyak belajar dari dia."
" Ayah juga titip salam buat pak Lutfi, Ayah juga ingin menarik Bapak ke jawa tapi katanya Pak Lutfi lebih memilih disini sampai pensiun nanti."
" Iya, karena disini asal istri Saya, dimana dia di lahir kan dan dimana dia kembali pada nya. Saya juga ingin menghabiskan sisa hidup Saya disini bagaimana nanti cara Saya menghadap sang maha kuasa."
*******
" Dokter Dahlia." Dahlia pun menoleh saat ada yang memanggil nama nya.
" Hai... Letda Hanum apa kabar!!! " Senyum melebar Dahlia saat bertemu Hanum dan mereka saling berpelukan.
" Lama juga ya kita tidak bertemu, saat sama - sama tugas di kota yang sama sebagai relawan gempa." Ucap Hanum.
" Iya, saat itu terakhir kita berpisah saat saya juga setelah itu ikut sebagai relawan yang di kirim ke Afghanistan." Ucap Dahlia.
" Jiwa sosial kamu memang sangat tinggi, Saya yakin kamu Dokter hebat yang akan selalu di cari."
" Akh.. tidak juga banyak senior yang di luar sana lebih hebat dari saya."
" Eh.. ngomong - ngomong kok kita bisa bertemu disini ya, Saya nggak tahu loh Ayah nggak cerita." Ucap Dahlia kembali.
" Saya minta tugas kesini karena ingin bertemu kekasih hati Saya, kita saling mencintai tapi karena sesuatu hal kita berpisah. Saya kemari ingin memulai hal itu kembali cara perpisahan kita juga sangat sakit, karena saat itu kita menjalin hubungan yang salah." Ucap Hanum.
" Kalau boleh tahu siapa? " Tanya Dahlia.
" Nanti juga pasti tahu." Jawab Hanum.
" Aku juga disini punya kekasih hati." Ucap Dahlia.
" Oh iya, siapa barang kali Saya tahu." Ucap Hanum.
" Hmmm.. nanti saja, kita sama - sama ngenalin pria yang kita sayangi."
" Abdi Negara Pujaan Hati. " Ucap Hanum dan Dahlia tertawa bersama.
******
" Bang, nanti kalau kita sudah menikah mau tinggal di Asrama atau rumah sendiri? " Tanya Dahlia pada Putra.
" Mau nya kamu gimana? " Jawab Putra.
" Saya ingin tetap disini sama Ayah, tapi kita beli rumah sekalian ada tempat untuk Praktek Saya."
__ADS_1
" Ok.. Mau nya dimana? "
" Menurut Abang enak nya dimana? "
" Abang serahin saja sama kamu, Abang ikut saja asal tempat itu nyaman buat kamu dan Avan."
" Bang, Dahlia Mau tanya apa yang membuat hati Abang mencintai saya." Ucap Dahlia mendekatkan wajah nya pada Putra.
" Yang bikin Saya jatuh Cinta adalah, sesuatu yang tidak di miliki oleh wanita manapun. Dan hati ini telah memilih, hanya kamu yang sudah bisa mengobrak abrik kan hati Abang setelah sekian lama menutup hati ini." Ucap Putra.
" Apakah Abang yakin sekarang hanya ada Dahlia di hati Abang? "
Putra menatap lekat kedua mata Dahlia, terbaca banyak pertanyaan di diri Dahlia.
" Jujur Abang belum bisa melupakan Senja, karena dia yang pertama di hati Abang, tapi Abang akan tetap menyimpan sejuta Cinta di hati ini untuk dia, tapi saat ini dan selamanya ada kamu di hati dan pikiran Abang, karena saat ini kamu ada buat Abang dan Avan. Percaya sama Abang, selamanya dua wanita Abang yang sangat Abang cintai dan sayangi hanya beda tempat saat ini, dan saat ini kamu lah yang ada di Sisi Abang yang dicintai."
Dahlia memeluk tubuh Putra di dalam duduk ya, menyandarkan kepala di dada bidang milik Putra dengan aroma farfume khas maskulin.
" Dahlia sayang sama Bang Put, saat pertama lihat Abang disitu pula saya merasakan nya."
Putra mencium pucuk kepala Dahlia, dan membelai rambut hitam nya.
*******
" Butterfly...?? "
" Hallo..... "
Andra tidak percaya bisa bertemu Hanum disini, Karena saat penugasan tak ada nama dirinya disana.
" Kemarin, istri kamu bagaimana kabarnya? " Ucap Hanum.
" Alhamdullilah sehat Ibu dan calon bayinya." Ucap Andra.
" Andra, dari kemarin kok Saya nggak lihat Bang Putra ya dia kemana? " Tanya Hanum.
" Oh.. Bang Put Ya ada tapi nggak tahu kemana dia, mungkin sedang keluar." Jawab Andra.
" Saya sudah cerai dengan Mario, Saya sudah bebas dari dia, Saya kemari ingin memulai kembali dengan Bang Putra." Ucap Dahlia.
" Bukan nya kisah kalian sudah berakhir? "
" Tapi kita saling mencintai."
" Saya rasa kisah itu tidak mungkin akan terulang." Ucap Andra.
" Kenapa, apakah Bang Put sudah mempunyai wanita lain? " Tanya Hanum.
" Kalau pun dia sudah mempunyai wanita lain, karena dia tidak ingin terlalu berharap sama kamu, karena dia tidak ingin merusak kebahagiaan orang Yang dia sayangi."
Jawab Andra.
__ADS_1
" Tapi Saya yakin, walau dia sudah punya kekasih hati dia masih menyimpan rasa dan saya datang jauh - jauh kemari demi hubungan kita Yang kandas begitu saja."
*******
" Tolong.. cek senapan tipe SS2." Perintah Putra kepada Salah satu Prajurit.
" Kamu cek juga Senapan tipe H & k G3." Putra memberikan perintah pada Prajurit satunya.
" Dan Kamu, Kamu dan Kamu cek Senapan tipe SS 1 , M16 dan FN FAL. "
" Sudah kalian cek dengan benar semua." Tanya Putra pada seluruh Prajurit yang ada di tengah lapangan tembak.
" Kalau kalian sudah cek dengan baik dan benar, sekarang tembak sesuai sasaran yang ada di depan Mata kalian."
" Siap Kapten. " Serentak suara Prajurit dengan lantang dan senjata yang siap untuk di arahkan pada target di depan mereka.
" Saya akan tembakkan pistol ini ke udara, tembakan ke tiga mulai..!! "
Door...
Door...
Door....
Suara tembakan pun terdengar, Prajurit - Prajurit terpilih menembakkan peluru mereka sesuai target di depan Mata mereka.
Door....
Door...
Door...
Lalu Putra pun mengambil senjata dengan tipe SSI V5 yang siap dia tembakan ke sasaran yang di yang telah di tuju. Putra pun lalu menarik pelatuk setelah membuka kunci pada Senapan tersebut.
Door....
Door...
Door...
Putra menembak tepat sesuai sasaran, dengan beberapa kali dia tembakan. Namun konsentrasi mereka terganggu saat tiba - tiba salah satu Prajurit menembakkan ke sebuah target yang ada di depan Mata mereka.
Dengan penampilan menutupi wajah nya dengan masker, dengan gagahnya dia tembakan secara menyeluruh.
Door...
Door...
Door...
Door....
__ADS_1
Putra membanting senjata nya, dan melepaskan Tactical Headset nya secara kasar. Karena tiba - tiba latihan mereka terganggu saat datangnya Prajurit yang tetiba menembaki target yang sedang mereka tembaki.
" Hey... Kamu....!!! "