
Dreeettt.... dreeetttt...
" Halo." Sapa Putra saat setelah mencium kening Senja.
" Put, seperti nya kamu harus bersiap - siap hari ini juga, karena kita mendapatkan misi penyergapan." Ucap Arya dari seberang karena Arya sudah kembali ke Batalyon terlebih dahulu.
" Apakah Saya tidak bisa di ganti? " Tanya Putra.
" Maaf Put, tidak bisa karena kita adalah Tim terpilih." Ucap Arya.
" Kamu tunggu kami, semua peralatan kamu sudah Saya siapkan." Ucap Arya kembali.
" Baiklah, di titik mana kalian akan jemput saya?" Tanya Putra.
" Di atas gedung rumah sakit, helikopter akan menjemput kamu 2 jam lagi."
Putra pun bingung, karena harus meninggalkan Senja dalam kondisi koma, namun dia juga di satu Sisi adalah untuk Negara.
Putra pun lalu menghubungi Om dan Tante nya yang kebetulan bertugas sebagai Dokter dimana Senja di rawat.
" Om Tante Saya titip Senja, Saya ada tugas mendadak. Kalau ada apa - apa terjadi sama Senja, jangan lupa kabari Putra. " Ucap Putra pada Om Toni dan Tante Wika.
" Om dan Tante akan jaga Senja Put, kamu bertugaslah dengan tenang jangan pikiran Senja selama bertugas. Percayakan pada Om Toni dan Tante Wika." Ucap Om Toni.
" Iya Put, kalau ada apa - apa, kami akan kasih kabar." Ucap Tante Wika.
**
Putra sudah berganti pakaian dengan pakaian dinasnya, sebelum berangkat Putra menemui Senja yang masih tetap setia dengan memejamkan mata nya.
" Sayang, Abang pergi tugas dulu. Doa kan Abang kembali dengan Selamat, dan seandainya Abang kembali dengan nama, Abang tunggu kamu sayang. Abang akan menunggu kamu, kita sama - sama pergi ke tempat yang indah." Ucap Putra sembari mengecup kening Senja dengan sangat lama.
Tanpa Putra sadari dari sudut kelopak mata Senja keluar air mata nya, dan dengan sedikit gerakan dari jarinya.
Putra pun lalu menuju lift dan saat lift terbuka hingga pas di ujung paling atas, atap rumah sakit Putra sudah melihat lampu helikopter menyala berkelap kelip, dan Helikopter pun sudah mendekati begitu pun Putra langsung menaiki Helikopter yang menjemputnya.
" Kapten, kita nanti terjun bebas di pantai xxx dan kita akan menyisir hutan tropis." Ucap Arya.
" Baik, kita tentukan dulu di map, untuk titik dimana pelaku berhasil di bekuk.
*********
" Dokter, seperti nya pasien sudah mulai Ada tanda - tanda kesadaran." Ucap salah satu perawat yang menangani Senja.
Dokter pun lalu mengecek nadi, mata dan memerika tubuh Senja secara detail dengan Stetoskop.
" Alhamdulillah, ternyata pasien sudah melewati masa koma nya." Ucap Dokter tersebut.
" Cepat kamu hubungi keluarganya." Ucap Dokter tersebut.
*********
Door......
Door.......
Buuuuummmmm
Doooor......
Buuummmmm...
Suara baku tembak dan bom berjatuhan dimana semua pasukan yang di pimpin Kapten Putra melakukan penyerangan terhadap se kelompok gerombolan di salah satu hutan.
__ADS_1
Para pasukan satu persatu membebaskan para sandera, dan Pasukan yang di Pimpin Kapten Putra berhasil merebut wilayah kekuasan musuh mereka.
" Harimau posisi arah jam 3 terlihat dari sini masih ada sniper yang sedang berjaga." Ucap Aligator.
" Harimau siap ke arah jam 3." Ucap Harimau.
" Tunggu, ada pergerakan dari anaconda." Ucap Aligator.
" Sial!!! Posisinya di ketahui cepat lancarkan aksi." Ucap Harimau
Door....
Door...
Door......
*********
Mata indah yang kini di nanti telah terbuka, dia memgedarkan pandangan nya. Dan terlihat orang yang Senja sangat kenal.
" Dokter Toni, Dokter Wika." Sapa pelan Senja.
" Alhamdulillah kamu akhirnya bisa melewati masa kritis kamu, dan selama 2 minggu kamu koma." Ucap Dokter Wika.
Senja meraba kepala, tubuhnya dan terakhir perutnya. Ada wajah sendu dan tak bisa di ucapkan oleh kata - kata.
" Maaf kamu kehilangan dia." Ucap Dokter Toni yang tahu apa yang di maksud oleh Senja.
" Mungkin dengan cara ini Senja menghapus jejak dia." Ucap Senja.
***
Senja duduk bersandar di kepala tempat tidur, dia menatap seisi kamar hanya ada Dokter Wika yang sedang tertidur di sofa panjang.
Lirih Senja sambil menatap ke seluruh isi ruangan yang dia tempati, namun saat melihat jemarinya di lihat nya cincin pernikahan mereka terselip kembali di jari manisnya.
" Ternyata Abang selama saya koma berada disini, dan hiks... hiks.. kenapa Abang masih anggap Senja sebagai istri."
**********
" Arrggghhh...!!! "
Aswin berteriak saat Putra mencoba mengambil timah panas yang tertancap di samping kiri bahunya.
" Untung yang kena baru, coba kalau kepala." Ucap Putra.
" Kamu harus berterima kasih pada Putra, kalau dia tidak menembak musuh kamu sudah wasalam." Ucap Arya.
" Thanks bro, saya berhutang nyama sama kamu." Ucap Aswin.
" Selesai, sama - sama." Ucap Putra.
********
" Dia sedang menjalankan misi, kamu harus tahu selama kamu hampir meninggal dia sangat terpukul, dan di saat kamu di nyatakan tidak bisa selamat Putra selalu ada disini. Dia selalu membacakan ayat suci Al Qur'an, menyisir rambut kamu dan mengajak kamu bicara." Ucap Dokter Wika.
" Abang kenapa masih melakukan itu? Padahal saya tidak pantas untuk dia." Ucap Senja tertunduk.
" Karena dia terlalu cinta sama kamu." Ucap Dokter Wika.
" Kamu berdoa, biar dia kembali dengan selamat." Ucap Dokter Wika kembali.
*********
__ADS_1
" Kita harus membebaskan dua orang sandera lagi, mereka ada di sebuah pondok yang letaknya di kaki gunung. Mereka berdua adalah wartawan, yang telah berhasil mengambil gambar kegiatan gerombolan itu." Ucap Putra.
" Kita akan ke titik ini, malam ini juga siapkan senjata lengkap karena pimpinan mereka ada disini." Ucap Putra kembali sambil menunjukan Map pada anak buahnya.
******
" Puji Tuhan akhirnya kamu sadar Senja." Ucap Kristin.
" Terima kasih, kamu sudah menjenguk saya." Ucap Senja.
" Mana Pak Kapten, jangan bilang dia tidak tahu kamu sudah siuman." Tanya Kristin sembari mengedarkan pandangan nya.
" Dia belum tahu, kalau saya sudah sadar, dia sedang ada tugas.' Jawab Senja.
" Pak Kapten setia menjaga kamu, begitu sangat menyanyagi kamu. Mata nya selalu sembab, karena dia selalu menangisi kamu Senja." Ucap Kristin.
" Sungguh sangat bersama, saya ingin berpisah dengan kamu Bang, cinta dan sayangmu terlalu besar." Ucap Senja dalam hatinya.
...********...
Semua Pasukan telah sampai di zona merah, mereka dengan membawa senjata berjalan mengendap - endap.
Terdengar suara rintihan dari balik pondok yang hanya terbuat dari bambu, dengan sigap semua Pasukan masuk dan mendobrag pintu pondok tersebut.
" Angkat tangan jangan bergerak!! "
Sungguh pemandangan yang menyedihkan salah satu anggota gerombolan tersebut sedang menikmati tubuh sandera wanita nya.
Tak bisa berkutit, dia langsung di ringkus oleh Pasukan.
Harimau pun, langsung melepaskan jaket anti pelurunya dia memakaikan ke tubuh sandera tersebut.
" Ayo kita keluar dari sini." Ajak Harimau.
" Ter- terima kasih." Ucap nya yang masih gemetar.
" Lindungi kami." Ucap Harimau.
Mereka berjalan keluar menuju sebuah helikopter yang sudah ada di atas mereka, baku tembak pun masih terjadi karena ada Perlawan dari mereka.
Door....
Door....
Buuummmmm....
" Majuuu.....!!!
" Cepat naik, saya akan menyusul di penjemputan berikutnya, bawa sandera dulu yang kita selamat kan utamakan mereka." Teriak Harimau.
" Apakah Aligator masih berusaha membebaskan sandera satunya." Teriak salah satu Pasukan dari atas helikopter .
" Iya..!! " Jawab Harimau.
Door...
Door...
" Cepat pergi, helikopter kita mendapatkan serangan." Teriak salah satu Pasukan dari atas helikopter.
Door....
Door....
__ADS_1
" Harimau....!!! "