
Door....
Door.....
" Kapten.....!!! "
" Selamatkan Kapten...!!! "
Dengan baku tembak saling menyerang helikopter terbang rendah dengan lindungan para sniper di atas helikopter, 2 Prajurit turun menolong sang Kapten yang tertembak di bagian dada dan perut.
Door.....
Satu kembali tembakan mengenai dada nya, hingga darah menyembur dari mulutnya, Si Harimau perlahan mata nya pun terperjam.
" Bangun Kapten jangan tidur." Teriak salah satu Prajurit yang sedang menekan darah yang mengalir keluar.
Putra masih setengah sadar, samar - samar dia masih mendengar teriakan teman - teman nya yang ada di dalam helikopter.
" Kapten, masih dengar saya, kapten...!! "
Putra perlahan hilang kesadaran nya, dan perlahan menutup mata nya.
**
" Sayang...!!! Abang datang untuk ikut bersama kamu sayang. "
" Nggak Bang, kita masih di dunia yang berbeda. Saya masih ada disini, dan tidak bisa bersama."
" Abang akan tetap menunggu di ambang pintu, sampai hari itu tiba. "
" Jangan Bang, perjalanan saya masih panjang."
******
Senja merasakan degub jantung yang sangat heat, hingga dia memegang dada nya. Saat Dokter Tio masuk dan menghampiri Senja, nampak terlihat sangat kesakitan.
" Kenapa kamu Senja, apakah ada yang sakit? " Tanya Dokter Tio.
" Tiba - tiba, degub jantung saya sangat cepat dan tidak pernah saya merasakan seperti ini." Jawab Senja.
" Om periksa dulu." Ucap Dokter Tio sambil mengeluarkan stetoskopnya.
Dokter Tio pun memeriksa Senja, dan mendengar degub jantung yang sangat cepat.
" Kamu sedang memikirkan apa? " Tanya Dokter Tio.
" Saya tiba - tiba teringat Bang Putra." Jawab Senja.
*******
" Cepat beri tindakan, Kapten Putra tertembak." Teriak salah satu Prajurit yang membawa Putra yang terbaring di blankar .
__ADS_1
Arya dan Aswin yang telah sampai di helikopter ke dua, dengan sandera yang telah mereka bebaskan.
" Put, bangun Put jangan pergi Put ingat Senja." Teriak Arya histeris saat melihat darah yang membasahi seragam milik Putra.
Arya dan Aswin melihat Putra masuk ke dalam ruang operasi, dan Aswin pun tak menyadari dengan luka nya yang masih belum sembuh hingga darah keluar dari balik seragam nya.
" Ceroboh, kamu harus di tindak." Ucap Arya pada Aswin.
**
" Dok, Pasien banyak mengeluarkan darah." Ucap salah satu perawat yang ikut membantu proses operasi Putra.
" Tambah 1 labu." Ucap Dokter yang menangani Putra.
" Maaf Dok, stok darah habis." Ucap Perawat tersebut.
" Carikan pendonor atau hubungi PMI." Ucap kembali Dokter tersebut.
Saat perawat keluar, dia langsung menemui Arya yang sedang duduk di kursi penunggu pasien.
" Maaf Pak, pasien banyak mengeluarkan darah dan kami minta pendonor darah golong A." Ucap Perawat tersebut.
" Baik sus, saya akan bantu cari." Ucap Arya.
" Saya golongan darah A." Ucap Aswin yang duduk di kursi roda setelah mendapatkan penanganan atas luka nya.
" Tapi kondisi kamu sedang tidak baik." Ucap Arya.
" Saya sehat, hanya karena tertembak saja. Ambil darah Saya Sus." Ucap Aswin.
********
" Bu, Saya mau memberitahu bahwa Kalau Kapten Putra tertembak di medan perang." Ucap perwakilan salah satu Prajurit dari Batalyon di mana Putra bertugas.
Seketika Ibu Mutia, terduduk lemas dan langsung di dekap oleh Kinan.
" Terima kasih Om, kami akan segera kesana." Ucap Kinan.
*********
" Alhamdulillah, pasien sudah melewati masa kritis nya sekarang tinggal menunggu pasien sadar." Ucap Dokter yang menangani Putra pada Arya dan Aswin.
" Terima kasih Dok." Ucap Arya dan Aswin bersamaan.
Setelah Dokter tersebut pergi, Arya langsung memeluk tubuh Aswin dan tak bisa dia tahan lagi tangis haru bahagia di hati Arya.
" Terima kasih bro, terima kasih kalau tidak ada kamu, mungkin kita kehilangan sahabat kita." Ucap Arya sembari memeluk tubuh Aswin.
" Jangan berterima kasih sama Saya, berterima kasih lah pada Allah SWT Saya hanya perantara." Ucap Aswin sembari membalas pelukan Arya.
********
__ADS_1
" Bunda, bagaimana Saya mengatakan pada Senja. Dia baru sadar dari koma, kalau sampai dia dengar mungkin kondisi nya drop." Ucap Toni pada Ibu Mutia.
" Pelan - pelan nak, meski kita tidak memberitahu dia pasti akan tahu." Ucap Ibu Mutia dari seberang.
Setelah selesai menerima telepon dari Ibu Mutia, Tio mendekati Senja yang sedang di suapi oleh Dokter Wika.
" Mas, tadi Ibu kasih kabar apa? " Tanya Dokter Wika.
" Senja, mungkin ini kabar akan mengagetkan kamu dan kamu sebagai istri seorang Prajurit harus tegar menghadapi apa yang terjadi pada suami kamu." Ucap Tio.
" Mas, ada apa dengan Putra? " Tanya Wika.
Senja terdiam namun air mata nya sudah tergenang di pelupuk mata nya.
" Putra tertembak." Jawab Tio.
" Abang...!!! Hiks... hiks... " Ucap Senja.
**********
" *Sayang, apakah Abang masih bisa bersanding dengan kamu? "
" Bisa Bang, cepatlah kembali kita mulai dari awal. Senja tunggu Abang*!!! "
Putra pun membuka mata nya dengan perlahan, terasa pusing dan masih terasa sakit pada tubuh nya yang terkena luka tembak.
" Abang sudah sadar??? " Ucap Kinan saat sedang berada di ruang rawat inap dimana Putra di rawat.
" Sudah berapa hari Abang nggak sadar Dek? " Tanya Putra.
" Tiga hari Bang, Saya sangat mengkhawatirkan Abang saat tahu Abang tertembak di medan perang." Jawab Kinan dengan sok perhatian nya.
**********
" Saya ingin kembali ke Jawa Om Tante, Saya ingin melihat Bang Putra." Berontak Senja sembari mencabut jarum yang tertancap di tangan nya.
" Sabar Senja, kamu belum pulih total apalagi untuk perjalanan jauh." Ucap Dokter Tio.
" Nggak Om, Saya kuat Saya harus temani Bang Putra di rumah sakit." Ucap Senja yang sudah turun dari atas ranjang.
" Percaya lah Putra baik - baik saja, dia pasti melewati masa kristisnya." Ucap Dokter Tio.
" Nggak Om, tetap saja seorang istri mempunyai rasa cemas pada suami nya. Dan walau om tidak mengijinkan, Saya akan tetap pulang ke Jawa." Ucap Senja sembari berjalan memegang perut nya.
*********
" Cari tahu kabar tentang Kapten yang tertembak itu, Saya sangat berhutang nyawa terhadap nya. Karena jaket anti pelurunya dia pakai kan untuk menutupi tubuh Saya, dia tertembak." Ucap Sandra wanita yang di tolong Putra saat dia sedang di lecehkan oleh salah satu anggota gerombolan.
" Baik, Saya akan bantu cari Info tentang Kapten yang menolong kamu." Ucap Salah satu teman wartawan nya.
" Dia juga sangat tampan, apalagi saat menolong Saya, begitu sangat gagah seperti di film - film action." Ucap Sandra sambil mengkhayal wajah tampan Putra.
__ADS_1
" Jangan- jangan kamu suka sama dia?"
" Tidak hanya suka, Saya juga berterima kasih atas nyawa yang dia pertaruhkan untuk saya." Ucap Sandra yang masih membayangkan wajah tampan milik Kapten Putra Nagara.