Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Aku Tidak Mau Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

Putra mengaduk - aduk minuman nya saat di kantin bersama Aswin dan Andra, sedangkan Aswin dan Andra yang asik sendiri mengobrol merasa terganggu dengan pemandangan melihat sahabat nya.


" Bang Put kenapa sih? " Tanya Andra.


" Kalau nggak mau di minum biar Saya saja yang minum." Ucap Aswin sembari mengambil gelas minuman yang sedang di aduk - aduk oleh Putra.


" Kalian pernah merasakan kan rasa nya jatuh Cinta yang kedua kali nya tapi ingin rasanya menolak." Ucap Putra.


" Pernah, Saya sudah bisa move on dari Senja dan kini bahagia dengan Kinan." Ucap Andra.


" Saya mencoba belajar untuk mencintai wanita lain, Tania yang sudah meninggal tetaplah di hati." Ucap Aswin.


" Ntar dulu, Bang Put lagi falling in love lagi?" Tanya Andra dan Aswin langsung menatap wajah Putra.


" Saya berusaha untuk menolak perasaan ini, tapi setiap dekat dengan nya punya rasa yang berbeda, tapi ini Salah Saya tidak seharusnya mencintai yang milik orang."


" Tunggu, suka sama siapa sih ? " Tanya Aswin.


" Jangan bilang bini orang? " Tanya Andra.


" Justru itu Saya suka sama istri orang." Jawab Putra langsung mendapatkan tatapan dari Putra dan Aswin.


********


Hanum mengambil pakaian kotor Mario yang tergeletak di keranjang cucian untuk dia laundry namun saat memeriksa setiap saku, Hanum menemukan sebuah struk tempat karaoke dan sebuah alat kontrasepsi, Hanum pun langsung mendatangi Mario yang sedang menonton TV.


" Bang ini jelaskan." Ucap Hanum sambil melemparkan struk dan alat kontrasepsi.


" Struk sama alat kontrasepsi." Ucap Mario santai.


" Sampai kapan Saya akan terus di siksa dengan ulah kamu Bang, Saya ingin cepat tanda tangan surat cerai tersebut." Bentak Hanum.


" Kamu Mau minta cerai dan minta Saya Talak hah.. tidak akan pernah. "


" Terus Abang Mau menyiksa saya seperti ini, 4 tahun saya di gantung dan sampai saat ini nggak ada kejelasan hanya membuat Saya terkurung."


" Kamu ingin bebas silahkan, kamu Mau bercinta dengan Putra pun silahkan tapi ingat kalian berdua nggak akan bisa lepas dari saya."


" Licik kamu Bang, di luar sana kamu main perempuan disini kamu menggantung istri, saya berhak untuk bahagia." Hanum dengan kesal meneteskan air matanya.


" Boleh silahkan asal jangan sama Putra."


*******


Putra mengajak Avan jalan - jalan ke sebuah mall, banyak pasang mata melihat Bapak muda sembari berjalan menggandeng Avan.


" Ayah mau mainan tembak - tembakan." Tunjuk Avan pada sebuah game tembak bebek dengan tembakan air.

__ADS_1


" Ok kita kesana."


Avan Menembaki bebek tersebut dengan tembakan air begitu pula dengan dengan Putra yang ikut menembaki bebek tersebut.


Tawa riang menghiasi anak dan Ayah, hingga semua permainan Avan coba. Tanpa rasa lelah Avan terus ingin bermain di arena bermain.


" Sudah yuk Bang, kita makan sama minum dulu." Ajak Putra.


" Avan masih ingin main mandi bola Ayah." Rengek Avan.


" Capek sayang, kita istirahat dulu nanti habis makan sama minum kita main lagi." Bujuk Putra.


" Janji..!! "


" Janji."


Saat Putra sedang menggendong Avan Putra melihat Mario dengan seorang wanita masuk ke sebuah toko pakaian.


" Jadi di belakang Hanum kamu seperti ini."


Putra bergumam dalam hatinya saat melihat Mario merangkul mesra seorang wanita berparas seksi.


*******


" Avan tidur Bang? " Tanya Kinan saat melongok Avan yang tertidur pulse setelah pulang jalan - jalan bersama dengan Ayah nya.


" Bang, kenapa nggak mencoba mencari pengganti mba Senja, kasihan Avan dia butuh sosok seorang Ibu." Tanya Kinan.


" Abang nggak mungkin membuka hati." Jawab Putra.


" Apa Bang Put yakin bisa, Saya rasa Bang Putra nggak bakalan bisa untuk tidak jatuh Cinta lagi."


" Saya hanya ingin mencintai satu wanita."


" Bang, Avan butuh sosok seorang Ibu. Apakah Abang sampai saat ini akan terus menutup hati, carilah pendamping hidup, Saya yakin mba Senja juga sudah ikhlas disana."


" Jujur Abang merasa Senja masih ada di dekat Abang, suara, raga nya masih Abang bisa rasakan. Jujur saat seperti ini Abang sangat rindu dengan nya, dia rela berkorban hanya untuk menjadi wanita yang sempurna dan inilah kenangan dari nya, bukti Cinta kita terlahir Avan, kebahagian Abang hanya dia Kinan dan saat seperti ini Abang sangat rindu dia."


********


Putra menyendiri di kamar utama miliknya dulu yang pernah dia tiduri bersama dengan Senja. Sembari memandang photo Senja.


" Jujur Abang jatuh Cinta lagi, tapi Abang tidak mau berusaha membuka hati. Cinta Abang yang Salah, maaf kan sayang. Abang bukan tidak setia, bantulah Abang sayang agar Abang tidak jatuh Cinta lagi."


Putra memejamkan matanya, dari sudut kedua kelopak matanya dia meneteskan air mata.


***

__ADS_1


Putra dan Hanum berpapasan saat mereka bertemu setelah melaksanakan Apel pagi, rasa kikuk terhadap mereka berdua, hingga mereka berdua Salah tingkah.


" Hmm.. Bang any hmmm silahkan Abang duluan saja." Ucap Hanum saat mereka sama - sama berhenti.


" Hmm.. kamu duluan saja." Ucap Putra.


" Abang duluan lah."


" Kamu duluan silahkan lewat."


" Akh.. sama lewat saja Bang." Ucap Hanum


Namun saat akan berjalan mereka saling bertabrakan kesamping ikut kesamping hingga membuat mereka saling Salah tingkah.


" Kamu duluan lewat." Ucap Putra.


" Permisi Bang. " Ucap Hanum lalu meninggalkan Putra berjalan memunggunginya.


Saat itu Mario datang menghampiri Putra, dan langsung berbisik di telinga Putra.


" Kamu mau bersaing dengan saya?" Bisik Mario.


" Saya tidak akan pernah bersaing dengan kamu, kalau ini masalah hati biarlah perasaan ini yang menentukan." Ucap Putra meninggalkan Mario yang sedang tersenyum sinis ke arah Putra.


" Lihat saja nanti kalau kalian terbukti menjalin cinta."


Hallo.... Makasih yang sampai Bab ini masih jadikan Favorite di rak baca Reader's semua. Selalu dukung Karya saya jangan lupa kasih Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐ dan hadiah.


Kalau banyak kesalahan di Karya Saya, mohon maaf jangan mengejek atau mencela silahkan komen santun agar Author bisa mengoreksinya, kalau tidak suka Karya Saya bisa skip.


Mungkin banyak yang kecewa dengan alurnya, silahkan nikmati dulu setiap Bab nya, bisa skip kalau kecewa.


Terima kasih yang sudah selalu dukung Karya Saya, semoga Reader's semua sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Karena kalian Saya selalu semangat berkarya.


Sebelum nya Saya Mau promo....


Promo bocoran cover nya dulu ya.. 😁😁😁


Tungguin Up Karya ke 3 Saya yang masih belum Up baru promo cover dulu biar penasaran sama cerita nya... 😄😄😄



Tunggu Up nya....


Ujung Timur ( Penantian Sang Prajurit) Masih belum tamat, sedikit bocoran ini bukan cerita lanjutan dari Ujung Timur ( Penantian Sang Prajurit) ini adalah cerita terbaru, tokoh - tokoh baru dan Alur cerita yang baru namun masih tetap dengan cerita Abdi Negara.


Salam Sahahat Puspa 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2