
Putra berlari menuju lapangan, terlihat disana banyak Ibu - Ibu berkerumun mendekati Senja yang tergeletak pingsan.
" Pak Ibu Pingsang, saat setelah mengeluh sakit perut." Ucap Ibu Iqbal.
" Ya Allah sayang, kamu sampai pucat seperti ini." Ucap Putra sembari mengangkat tubuh Senja.
" Tolong antar saya ke rumah sakit." Teriak Putra.
Putra pun membawa Senja ke rumah sakit, di temani junior ya Rendi.Sesekali Putra mengusap peluh yang membasahi pelipis istrinya.
Senja membuka mata nya saat masih di perjalanan, rasa sakit masih sangat terasa di perutnya.
" Bang, kita Mau kemana? " Tanya Senja pelan.
" Ya Allah sayang, Abang sangat cemas sekali. Kita ke rumah sakit ya." Jawab Putra sembari mengusap pipi kiri milik Senja.
" Kita pulang saja Bang, Senja hanya sakit biasa." Ucap Senja.
" Nggak, tadi ada yang bilang kamu sakit perut terus Pingsan Abang takut ada apa - apa." Ucap Putra.
" Kita pulang saja Bang, Senja baik - baik saja." Ucap Senja sembari menggeleng kepala nya.
" Nggak kita ke rumah sakit." Ucap Putra
" Nggak Bang, kita pulang." Ucap Senja.
" Rendi, kita putar balik." Ucap Putra pada Rendi.
" Baik Pak." Ucap Rendi.
" Maaf kan Saya Bang, Saya tidak Mau Abang tahu yang Saya rasakan sekarang." Senja berguman dalam hatinya.
***
" Bagaimana sekarang perut nya masih sakit?" Tanya Putra sembari mengusap perut Senja.
" Agak mending Bang." Jawab Senja.
" Mau Abang bikinin bubur?"
" Mau Bang, makasih!! "
Putra pun lalu menuju ke dapur untuk membuat bubur , saat dirinya sedang di dapur ponsel Putra berdering yang tertinggal di atas nakas samping tempat tidur
Dreeetttt.... dreeetttt....
Sandra calling
Senja melihat panggilan masuk di ponsel milik suami nya, lalu Senja mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo... Putra Saya sudah ada di depan gerbang kamu bisa jemput Saya? "
Senja memegang dada nya, ada rasa cemburu menjalar di dirinya.
" Hallo... Put, kamu ada di rumah kan? " Ucap Sandra kembali dari seberang.
Lalu Putra masuk sambil membawa mangkok berisi sebuah bubur, lalu Senja menyerahkan ponsel milik Putra.
" Siapa Yank? " Tanya Putra sambil melihat panggilan yang tertera di ponsel nya.
" Sandra?? "
Putra melirik ke arah Senja, dan lalu keluar dari kamarnya untuk menerima panggilan dari Sandra.
__ADS_1
"Kenapa keluar Bang."
Putra berdiri di teras rumah nya, saat akan menjawab telepon, di lihat nya Sandra turun dari mobilnya dengan pakaian seksinya Sandra mendekati Putra sambil membawa sebuah rantang berisi makanan.
" Kamu kenapa nggak bilang mau ke sini?" Tanya Putra.
" Surprise dong, memang nggak boleh? " Jawab Sandra.
" Boleh sih, tapi kan alangkah baiknya kabari dulu takut Saya nya nggak ada." Ucap Putra.
Lalu Sandra pun masuk dan duduk di sofa panjang, dan sembari memandangi hiasan di dinding sebuah photo Putra dan Istri nya.
" Saya bawa kan makanan, barangkali istri kamu nggak sempat masak." Ucap Sandra.
" Kamu merepotkan saja, terima kasih. " Ucap Putra.
Lalu Senja keluar dari kamar nya, dan memandang Sandra sangat intens.
" Ada tamu Bang." ucap Senja.
" Sayang, kok keluar kamar." Ucap Putra.
Senja lalu duduk di samping Putra, dan Sandra memandang Senja dengan tatapan tidak suka.
" Siapa dia Bang? " Tanya Senja.
" Dia teman Abang, yang pernah Abang cerita saat penyelamatan dulu." Jawab Putra
" Put, kamu sudah makan? Kita makan sama - sama yuk." Ucap Sandra.
" Boleh, sekalian tadi istri Saya mau makan." Ucap Putra.
Mereka pun, makan bersama - sama makan di satu meja, Sandra Sengaja menyiapkan makanan untuk Putra walau Putra sempat menolak.
" Kamu kan lagi sakit, biar Saya saja." Ucap Sandra.
" Saya sehat, hanya hati Saya yang sakit." Ucap Senja.
Putra hanya menatap kedua wanita yang ada di hadapan nya, dan hanya menatap wajah istri nya melihat ada sekilas cemburu.
" Sandra, makasih biar istri Saya yang melakukan nya, kami nggak enak hati sama kamu, sudah bawa in makanan malah menyiapkan semuanya." Ucap Putra.
Sandra hanya tersenyum kecut dengan ucapan yang di lontarkan Putra, dan sikap istri nya.
***
Setelah Sandra pulang, Senja langsung membanting pintu kamarnya, dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Putra yang tahu istri nya marah karena cemburu, dia langsung memasuki kamar mereka.
" Sejak kapan Abang berhubungan dengan Sandra? Saya sudah lihat kedekatan Abang, pertama kali di rumah makan, sekarang dia berani datang ke rumah." Bentak Senja sambil bersandar di kepala tempat tidur.
" Dia hanya teman yank." Ucap Putra sambil duduk di sisi tempat tidur.
" Abang menganggap dia teman, tapi dia menganggap Abang adalah lebih. " Ucap Senja.
" Kamu cemburu? " Tanya Putra.
" Jelas cemburu Bang, istri mana yang nggak Cemburu lihat suaminya dekat sama perempuan lain." Jawab Senja.
Putra langsung ******* bibir Senja, dan ********** kembali, lalu memeluk erat tubuh Senja.
" Bibir ini, tangan ini dan tubuh ini, jiwa ini hanya untuk kamu sayang. Secantik dan seseksi Sandra hanya kamu yang paling cantik dan Seksi di mata Abang sayang." Ucap Putra sambil mengusap punggung Senja.
__ADS_1
*******
" Saya minta kalau ada tamu Wanita yang kemarin tanya Saya, bilang saja Saya sedang keluar." Ucap Putra pada adik lettingnya yang sedang berjaga di pos penjagaan.
" Siap Kapten." Ucap nya.
" Terima kasih, hanya dia awas jangan lupa."
" Sandra!! " Ucap Arya tiba - tiba datang.
" Iya, Senja marah." Ucap Putra.
" Saya juga bilang, dia itu bumerang di rumah tangga kalian, Sandra itu suka sama kamu, kamu nya tidak peka." Ucap Arya.
" Saya hanya menganggap dia teman nggak lebih." Ucap Putra.
" Kamu teman, dia lebih." Ucap Arya.
*********
" Saya kemarin sempat Pingsan karena sakit yang luar biasa." Ucap Senja yang sedang memeriksa kondisi nya.
" Saya harap berhubungan badan sangat rentan, dan Saya sarankan suami Ibu harus tahu, kalau di angkat insya Allah semua kembali Normal." Ucap Dokter kandungan tersebut.
" Saya nggak Mau di angkat Dok, Saya masih berharap bisa hamil, walau hanya sekali dan nyawa Saya taruhan nya. Saya ingin sebelum Saya tiada, Ada satu kenangan terindah untuk menemani Suami saya." Ucap Senja.
" Tapi Bu, resikonya sangat tinggi dan tidak mungkin dalam ilmu kedokteran."
" Saya akan selalu berusaha dan berdoa Saya yakin akan Ada nya mukjizat buat saya."
" Saya tidak bisa menjawab lagi, asal Ibu setiap saat mengecek kondisi Ibu karena Saya tidak bisa menjamin ke depan nya. "
***
Setelah dari Dokter, Senja meminum obat nya dan sedikit hilang sementara untuk rasa nyeri nya.
" Saya tidak ingin mengecewakan Abang, Saya tidak ingin Abang berpaling dari Saya. Harus kuat Saya harus berusaha baik - baik saja demi rumah tangga ini."
******
" Saya minta, jangan datang ke rumah. Istri Saya jadi salah paham." Ucap Putra pada Sandra saat mereka berdua berada di sebuah cafe.
" Salah paham dimana? Kita memang dekat." Tanya Sandra.
" Kita memang teman, tapi kita harus jaga jarak, ada hati yang Saya harus jaga." Jawab Putra.
" Saya suka sama kamu Putra, Saya mencintai kamu." Ucap Sandra jujur.
Uhuk.. uhuk...
" Apa kamu bilang Sandra? Suka sama saya." Ucap Putra kaget.
" Iya, Saya suka kamu saat pertama melihat kamu menolong Saya. Kamu begitu gagah, begitu hebat di medan perang, Saya menyukai pria seperti kamu."
" Kamu bukan mencintai, tapi terobsesi sama saya."
" Nggak, Saya benar - benar jatuh cinta, Saya bisa memuaskan kamu, Saya bisa memberikan mu seorang anak."
Putra lalu menatap tajam ke arah Sandra, dan mengepalkan tangan nya.
" Maaf Sandra, Saya sangat mencintai istri Saya. Bagaimana keadaan dia seperti apa, Saya sangat mencintai nya."
" Saya ikhlas jadi yang ke dua, kita bisa backstreet main cantik. " Ucap Sandra sambil memegang tangan Putra namun segera dia menghindar.
__ADS_1
" Kamu cantik, di luar sana masih banyak yang menyukai kamu, bukan seperti Saya lelaki beristri." Ucap Putra.