
" Bang ayolah Dahlia mau ke mall shooping." Rengek Dahlia yang sedang mengganggu konsentrasi suaminya yang sedang menyelesaikan beberapa laporan.
" Tunggu sebentar, ini tinggal beberapa laporan lagi." Ucap Putra yang masih serius menatap beberapa lembar kertas .
" Akh.. lama, ini anak Abang yang minta shooping Bang." Ucap Dahlia kesal.
" Iya sebentar Bund, ayah belum selesai."
Dahlia hanya diam duduk di sofa panjang di ruangan suaminya. Lalu Dahlia mendapatkan ide untuk menghubungi seseorang.
Dahlia tersenyum saat chat nya terbalas dan langsung beranjak berpamitan pada suaminya.
" Bang Dahlia jalan dulu ya." Dahlia meraih punggung tangan suaminya.
" Mau kemana? "
" Ke Mall. "
" Tunggu 30 menit lagi kelar."
" Akh lama..!! "
" Sama siapa ke Mall? "
" Sama Kinan."
Reza lalu merogoh saku celananya mengambil dompetnya lalu mengeluarkan kartu ATM nya.
" Ini pakai belanja apa saja yang Bunda mau."
Dahlia menerima ATM dari suaminya dengan mata yang berbinar - binar.
" Makasih Abang sayang...!! " Dahlia mengecup kedua pipi Putra.
*****
" Mba itu bagus banget yuk masuk lihat - lihat." Ajak Kinan saat berada di depan sebuah butik yang ada di Mall.
__ADS_1
" Kinan model nya bagus - bagus loh." Ucap Dahlia saat memasuki butik tersebut.
Kinan dan Dahlia pun lalu memilih beberapa baju, bahkan mereka pun membeli beberapa aksesoris pelengkap untuk pakaian yang mereka beli.
*****
" Bi.. ibu pulang belum? " Tanya Andra
" Belum pak." Jawab bibi
" Ibu kemana? "
" Ibu katanya pergi sama ibu Dokter, maaf sebelum nya apakah Ibu tidak pamit sama bapak?"
" Ya tadi sempat telepon tapi saya sedang sibuk."
***
" Istri kita pada kemana? " Tanya Andra yang sudah berada di rumah Dinas milik Putra.
" Mereka ke Mall, Kinan antar istri saya ke mall dia ngidam nya pengen shooping, saya kan masih sibuk tadi suruh sabar tapi tak mau jadi ajak kinan." Jawab Putra.
" Kenapa kamu? " Tanya Putra.
Andra memperlihatkan sebuah pesan notifikasi pengeluaran di ponsel nya.
" Ya ampun istri kamu belanja apaan sampai khilaf begitu? "
Tak berselang lama, sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Putra dan melihat hal yang sama lalu memperlihatkan kembali pada Andra.
" Ternyata nasib kita sama."
" Biarlah sekali - kali kita bahagiakan istri."
******
" Kinan mba duduk dulu, rasanya kram perut mba." Ucap Dahlia sembari mengelus perut nya.
__ADS_1
" Apa saya hubungi Bang Put untuk menjemput."
" Nggak usah, nanti kamu saja yang menyetir."
" Iya mba nanti saya yang menyetir nya, mba istirahat saja."
******
Putra dan Andra menatap tajam ke arah istri mereka saat melihat kedua tangan nya menenteng banyak paper bag dan belum lagi di dalam mobil yang belum mereka turun kan.
" Kalian kalau shopping sampai lupa waktu." Ucap Andra.
" beliin apaan kalian? " Tanya Putra sambil memeriksa satu persatu paper bag milik istri nya.
" Ini Bang ATM nya." Dahlia menyerahkan ATM milik suami nya. Begitu pun juga Kinan menyerahkan ATM milik Andra.
" Terima kasih." Ucap Dahlia dan Kinan bersamaan.
******
Dahlia membuka semua paper bag nya, di atas tempat tidur berserakan pakaian, sepatu, sandal dan aksesoris.
" Yank, banyak banget belanja nya ini nggak semuanya di pakai kan."
" Cantik - cantik Bang, sayang nggak beli."
" Lain kali kalau ingin belanja yang seperlunya saja, jangan boros bukan nya Abang nggak boleh kamu belanja habisin uang nya Abang, kamu boleh habisin uang Abang, karena uang Abang adalah uang kamu juga tapi beli lah yang seperlunya saja."
" Iya Bang maaf kan istri mu yang khilaf kalau sudah belanja."
" Kalau khilaf itu, khilaf ngerjain Abang di atas ranjang , itu yang paling Abang suka." Ucap Putra sambil menyentil hidung istri nya.
" Akh... Abang... ih... "
Putra lalu mengangkat tubuh Dahlia membawanya ke atas tempat tidur lalu mengerjai istrinya dengan gemas.
" Abaaaaannggg.....!!! "
__ADS_1
" Diam.... jangan teriak, biar Abang khilaf sama kamu."