Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Inilah Pilihan Hatiku


__ADS_3

" Hanum, maaf bila kamu masih berharap sama saya, dan maaf ternyata kisah kita masih terbawa hingga sekarang. Tapi kisah kita tak seindah lagi seperti dulu, setelah kita benar - benar memutuskan berpisah. Saya sungguh tidak tahu kalau kamu masih memendam rasa, Karena waktu itu Saya memutuskan untuk tidak lagi berada di bayang - bayang hidup kamu."


" Bang Put, mungkin ini kebodohan Saya yang masih berharap banyak, terima kasih untuk kisah indah nya walau sesaat, Saya bahagia hanya merasakan sesaat rasanya saling di cintai dan saling di sayangi."


Hanum, Dahlia dan Putra duduk bertiga di sebuah kursi panjang di taman kota. Putra ingin benar - benar memantapkan hatinya pada Dahlia, dan tidak ingin suatu saat masih ada rasa terpendam.


" Saya disini sengaja menghadirkan kalian berdua, Saya tidak ingin ada sesuatu yang terpendam, dan Saya juga minta maaf bila mungkin ada hati yang tersakiti dan Saya seperti ini ingin membuktikan bahwa Saya tidak ingin main - main dalam hubungan ini."


Putra menggenggam tangan Dahlia dengan begitu sangat erat.


" Kamu sudah paham kan kenapa Abang memilih kamu, dan sekarang percaya kan hati ini untuk siapa? " Ucap Putra pada Dahlia.


" Makasih Bang, Dahlia percaya sekarang sama Bang Put, dan maaf Hanum Saya tidak tahu kalau yang kamu kejar adalah Bang Put, maaf bila Saya sudah menjadi orang ketiga." Ucap Dahlia.


Hanum memandang ke arah Dahlia, dan tersenyum sembari menyatukan tangan Putra dan Dahlia.


" Disini tidak ada yang nama nya orang ketiga, kamu bukan lah perusak, dan Saya disini bukan bermaksud untuk merusak hubungan kalian. Memang awalnya sangat sakit, tapi Cinta tidak harus di paksa, mungkin belum keberuntungan Saya, tapi Saya bisa merasakan indah nya Cinta, yang dulu saya suka anggap Cinta itu membuat menyakitkan."


" Semoga kita bisa jadi Sahabat, dan nggak ada lagi salah paham di antara kita bertiga." Ucap Putra sembari menyatukan tangan mereka bertiga.


******

__ADS_1


" Sekarang sudah percaya kan, hati ini sudah mantapkan memilih Dokter Dahlia Lutfi." Putra memeluk pinggang Dahlia sambil memandang hamparan padang Savana.


" Akh... entah harus bilang apa Bang, tapi rasanya Saya sangat bahagia sekali. "


" Bahagia nya kamu Abang rasakan juga, dan sekian lama Abang tak pernah merasakan seperti ini."


Dahlia beralih memeluk Putra dengan bersandar di dadanya, tangan mereka saling menyatu.


" Bang, jangan pernah tinggalin Dahlia. Hubungan yang paling Dahlia takut kan adalah sebuah perpisahan."


" Abang tak Mau berjanji karena hanya Allah yang menentukan jalan hidup kita, Abang akan selalu berusaha agar menjadi yang terbaik, dan selalu ada di saat suka dan duka."


Putra mengeratkan pelukan nya, suasana malam yang bertabur bintang di langit dengan cahaya rembulan yang sangat terang terasa begitu indah menikmati indah nya ciptaan tuhan.


********


Langkah tegap dengan terburu - buru, suara teriakan Putra sudah semakin menggema hingga memeka telinga.


Hanum berlari karena dirinya terlambat, hingga tanpa sadar saat berada di lapangan menabrak seorang yang ada di depan nya.


Bruugghhhh.....

__ADS_1


" Akh.... maaf..!!! "


Arggghhh.....


Ucap Nya dengan kesal saat merasakan dirinya tertabarak dari belakang, dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Putra.


******


" Bang.. terima kasih, sudah membuka hati Abang dan terima kasih sudah membuat Saya tersenyum saat ini. Jaga dia baik - baik Bang, sayangi dia seperti Abang menyayangi Senja. Bahagia lah selalu hingga raga kalian terpisah."


Senyum mengembang itu, kian hilang dan menjauh dengan raga yang kian tak terlihat aroma wangi bunga pun kian hilang terbawa angin.


Putra terbangun dari tidur nya, seutas senyuman sambil memandang wajah Avan yang tertidur pulas.


" Terima kasih sayang malam ini kamu telah hadir dalam mimpi Abang, terima kasih untuk Salam perpisahan yang indah, tunggu kami di keabadian nanti."


Putra kembali memejamkan matanya sembari memeluk Avan yang tengah tertidur pulas.


🌷🌷🌷🌷


Special Bab ini untuk kamu...

__ADS_1


__ADS_2