
" Masih sakit nggak? " Tanya Putra sambil mengusap perut Senja.
" Udah sedikit mendingan Bang, kadang sakit banget kalau habis kita berhubungan." Jawab Senja jujur.
" Abang jadi ngeri Sayang, Abang jadi takut."
" Nggak apa - apa Bang, kalau mau Senja masih bisa, karena ini kewajiban seorang istri untuk melayani suami nya." Ucap Senja sambil menarik tangan Putra yang memeluk tubuh nya untuk lebih erat lagi.
" Maafkan Abang kalau main kasar." Ucap Putra sambil menelusupkan wajah nya di tengkuk leher Senja.
" Nggak apa - apa Bang, kemarin kan Abang belum tahu." Ucap Senja.
********
" Bagaimana Senja? " Tanya Arya.
" Seharusnya di angkat dia nggak mau, dan masih berharap bisa hamil padahal itu tidak mungkin dan misal hamil juga berbahaya buat dirinya." Jawab Putra.
" Sabar bro, kamu juga harus bisa jaga iman. Saya juga paham sebagai lelaki normal pasti lah kebutuhan biologis sangatlah penting." Ucap Arya.
" Saya tetap mencintainya, dan tidak Ada niat untuk menduakan." Ucap Putra.
*******
" Mau makan apa? " Tanya Putra saat mengajak Senja makan di sebuah restoran.
" Yang ini saja Bang." Tunjuk Senja pada sebuah menu Ayam bakar madu.
" Sama apa lagi? " Tanya Putra kembali.
" Itu saja Bang." Jawab Senja.
Lalu Putra pun memesan makanan yang mereka makan, namun saat sedang menunggu pesanan makanan ada seorang wanita datang menghampiri Putra dan Senja.
" Kamu Putra kan, seorang Tentara itu? " Tanya nya.
" Iya, siapa ya? " Tanya Putra kembali
" Loh ini siapa? " Tunjuk nya pada Senja.
" Maaf, anda siapa? Dan yang di samping Saya ini adalah istri saya." Ucap Putra.
" Istri? Bukan nya Sandra itu calon istri kamu." Ucap nya.
" Maaf ya mba, tolong bilang sama Sandra jangan terlewat halu." Ucap Putra.
Lalu perempuan itu pun pergi meninggalkan Putra dan Senja karena merasa malu.
__ADS_1
" Berarti Abang itu memang terkenal sama teman - teman Sandra." Sindir Senja.
" Kamu tahu Sendiri, Sandra suka memanfaatkan keadaan sekitar." Ucap Putra.
" Awas saja kalau masih ketemu Sandra." Ucap Senja kesal.
Putra lalu tersenyum saat melihat istri nya cemburu, bahwa suami nya di dekati oleh seorang wanita.
********
" Say, cowok kamu sudah punya istri? "
" Emang kenapa?" Jawab Sandra.
" Dasar, pelakor tapi memang tampan juga sih. Istri nya juga cantik."
" Cantik, tapi nggak bisa punya keturunan."
" What!!!! "
" Makan nya Saya pantang mundur."
*******
Senja datang mendekati Putra, lalu memeluk suami nya dari belakang dan tangan nya pun sudah bertamasya kesana kemari.
" Abang nggak mau relaks dulu." Bisik Senja.
" Dek, jangan sampai Abang bikin kamu sakit. Tahan ya sayang." Ucap Putra yang sebenarnya sudah menegang namun dia mencoba menahan nya agar tidak menyakiti istri nya.
Senja lalu melepaskan pelukannya dan berlari memasuki kamar, dan langsung menutup wajahnya dengan bantal dan menangis.
Putra yang sadar akan kekesalan Senja, mengacak rambut nya dan memijat kedua pelipisnya.
" Jujur sayang, Abang juga ingin, tapi Abang takut setelah ini kamu akan kesakitan. Abang juga lelaki normal, tapi harus bagaimana lagi. " Ucap Putra dalam hatin nya.
Putra pun lalu mendekati Senja, dilihatnya istri nya sedang menangis.
" Sayang!!! Maafkan Abang." Ucap Putra pada Senja.
Senja lalu membuka wajah nya yang ditutupi oleh sebuah bantal, hingga terlihat matanya yang sembab karena menangis.
" Ini salah satu alasan, kenapa Senja nggak pernah mau Abang tahu tentang ini. Ya seperti ini, jawaban nya. " Ucap sembari.
" Abang takut, setelah ini kamu sakit sayang." Ucap Putra.
" Lalu selamanya Abang akan seperti ini,dan tak pernah mau menyentuh Senja lagi hiks... hiks... hiks.. " Senja terisak.
__ADS_1
Putra lalu memeluk tubuh Senja, di belainya rambut panjang milik sang istri.
" Abang nggak akan pernah berpaling dari kamu sayang, selamanya Abang akan tetap mencintai kamu dan menyanyangimu."
Senja melepaskan pelukannya, dan menatap lekat wajah suami nya.
" Abang yakin akan bisa menahannya, Abang yakin bisa dan tidak bermain di luar sana?" Tanya Senja.
" Mungkin itu sangat sulit buat Abang sayang, tapi Abang insya Allah akan menjaganya hanya untuk istri Abang." Jawab Putra sembari mengusap wajah Senja.
" Ijinkan Senja, menjalankan kewajiban Senja sebagai seorang istri Bang, ijinkan Senja melakukan nya." Ucap Putra.
Putra menggelengkan kepalanya, dan ada rasa kecewa di mata Senja saat melihat dirinya menolak. Namun Senja menarik tengkuk leher nya, dan memberi sebuah ciuman lembut, Putra mencoba menahan yang Senja berikan pada nya. Senja tahu, suami nya tak merespon, Senja melakukan nya dengan lebih menantang.
Di lilumatnya, dan lidahnya mencoba menjelajah di rongga mulut Putra, serta sentuhan tangan yang sudah menjalar ke seluruh area sensitive milik Putra.
" Yank, please Abang nggak kuat kalau kamu seperti ini." Ucap Putra dengan suara yang sudah berat.
" Abang suka kan, Senja akan tetap melayani untuk Abang." Ucap Senja yang sudah mengangkat kaos milik Putra.
Akhirnya pertahanan Putra pun runtuh, dia pun mengimbangi permainan istri nya, mencium setiap celah,dan menikmati permainan malam yang indah dengan lembut dan pelan.
" Arrgghhh...sayang...!!! "
Putra menuntaskan semua permainan nya, dan mencium kening istri nya lalu beralih ke samping memeluk tubuh polos milik Senja.
" Abang kasar nggak mainnya?" Tanya Putra sambil mengusap perut Senja.
Senja menggelengkan kepalanya, dengan sedikit meringis.
" Sakit tapi tidak terlalu sakit." Jawab Senja.
" Bohong!!! " Ucap Putra.
" Senja menikmati nya Bang, walau terasa Nyeri."
" Bukan Abang menolak tidak mau menyentuh kamu sayang, Abang takut kamu merasakan sakit." Ucap Putra yang masih terus mengusap perut Senja.
" Dalam keadaan seperti ini, ijinkan terus Senja menjalankan kewajiban seorang istri. Senja ingin menikmati nya walau hanya selalu, Senja ingin mencium wanginya Surga dengan berbakti sama suami." Ucap Senja dengan berlinang air mata.
Diciumnya kedua kelopak mata Senja oleh Putra, di usapnya air mata yang membasahi kedua pipi milik istri nya.
" Abang akan selalu bersama kamu yank, sampai ujung usia. Abang akan selalu ada untuk kamu, baik sudah, senang selamanya."
" Jangan pernah berpaling dari Senja, ijinkan Senja untuk selalu disisi Abang sampai mata ini tertutup selamanya." Ucap Senja.
Putra pun mencium lembut bibir milik sang istri yang kini menjadi candunya, mereka pun saling membalas dan saling *******.
__ADS_1