
Sebuah mobil sudah terparkir sangat jauh dari titik lokasi dimana semua Tim yang di pimpin putra sudah bersiap dengan Senjata yang mereka pegang.
Pengintaian dan penyamaran mereka selama satu bulan lebih membuahkan hasil dimana semua pasukan bersiap untuk menggagalkan operasi yang di lakukan Bos Mafia yang mereka incar sejak berbulan - bulan.
" Harimau siapkan posisi." Terdengar di earpeace milik Putra saat dirinya melangkahkan kaki bersama dengan ketiga anggota yang menyamar menjadi Bodyguard Putra dan Andra pun berperan sebagai asisten Putra dengan membawa sebuah koper hitam.
" Bagaimana pesanan nya Tuan Baron? " Tanya Putra.
Baron memberikan kode pada anak buahnya lalu anak Buah Baron meletakkan dua buah koper di atas kap mobil dan membuka koper tersebut.
" Perfect." Ucap Putra sembari tersenyum ke arah dua koper tersebut.
" Kedua nya saya kasih yang terbaik, seorang Tentara bayaran seperti kamu yang bermain belakang sangat sungguh luar biasa."
" Of course Tuan Baron, hidup saya bergelimang harta bisa sukses dan menjadi seorang pengusaha di pasar hitam berkat seperti ini, Saya juga bisa memberikan makan pada semua anak buah saya."
Putra lalu merobek salah satu bungkusan dengan plastik transparan dan mencoba mencicipi sedikit lalu mengecap serbuk warna putih itu.
" Sempurna, ini jenis terbaik." Ucap Putra.
" Saya sengaja memberikan yang nomer satu karena Saya juga yakin anda akan membayar mahal ini semua."
Putra pun lalu mengecek sebuah Senjata rakitan yang di desaign dengan sebegini rupa.
" Itu sangat cocok untuk tembakan jarak jauh, suaranya sangat indah sampai peluru itu tepat sasaran."
Putra selesai merakit Senjata laras panjang yang akan dia coba, sebelum aksi mereka lakukan .
" Anda pernah mencoba menembaki musuh hingga puluhan di depan mata? " Tanya Putra sambil menyiapkan posisi nya.
" Jangan kan dengan menembaki tangan Saya ini sudah berhasil melumpuhkan lawan dimana mereka mengkhianati saya."
Terlihat semua sniper sudah bersiap di setiap sudut, bahkan pasukan yang di luar gedung pun sudah bersiap untuk melancarkan misi nya.
Putra pun lalu mengarahkan Senjata nya tepat ke arah wajah Baron, dan seketika anak buah Baron mengarahkan Senjatanya pada Putra beserta anggota yang sedang berpura - pura menjadi seorang Bodyguard.
" Anda lebih suka yang mana? "
Sebuah cahaya merah kecil tepat di dahi Baron, dan Baron hanya tersenyum sinis ke arah Putra.
" Saya lebih suka kamu arah kan kesini."
Door....
Sebuah tembakan tepat mengarahkan ke salah satu anggota tepat pada dada nya, Baron pun lari baku tembak pun terjadi.
Door...
Door..
Tembakan dari setiap sudut mengarahkan pada anak buah Baron.
" Cepat selamat kan sersan Budi." Teriak Andra sembari mengangkat tubuh Sersan Budi yang tertembak.
Door...
Door....
Baku tembak pun terjadi, hingga anak buah Baron memasuki sebuah mobil, tembakan pun masih terus terjadi.
__ADS_1
Putra pun memasuki mobilnya dan di ikuti oleh tiga anak buahnya.
Aksi baku tembak terjadi dari dalam mobil dan aksi kejar - kejaran, mobil saling menyalip dengan di ikuti dua mobil di belakang Putra.
" Dasar kita hampir tertangkap, terus arahkan tembakannya." Perintah Baron.
Door...
Door...
Praaangggg
Sebuah tembakan mengenai kaca mobil yang di tumpaki Putra dan tanpa mengenai yang ada di dalamnya.
" Segat mobil mereka di persimpangan jalan di depan, lewat jalan tikus untuk mencegat mereka." Perintah Putra.
Mobil yang di maksud adalah mobil yang di kendarai Andra dan kedua anak buah nya yang sudah siap dengan Senjata di tangan.
Mobil Andra pun berbelok dan Mobil Putra masih terus mengejar dengan Mobil yang di kemudikan Arka di belakang Putra.
Aksi kejar - kejaran masih berlangsung hingga membawa mereka ke jalanan besar yang lenggan.
" Harap menepi, kalian sudah terkepung." Teriak Putra dengan pengeras suara.
Namun balasan mereka hanya sebuah tembakan, yang mengenai spion sebelah kiri.
Tepat di sebuah persimpangan jalan Mobil yang di kemudikan Andra tepat di depan Mobil Baron dan menghalanginya sebuah tembakan peringatan tak di hiraukan tembakan dari arah mobil Baron pun terus terjadi hingga sebuah Bazoka keluar dari atas kap mobil yang terbuka mengarahkan ke arah mobil Putra dan sebuah tembakan yang dari arah mobil Andra pun terus di letuskan
Door..
Door...
mobil terus melaju kencang ke arah mobil Andra, dan Bazoka pun di arahkan tepat mengenai ban mobil yang di kendarai Putra.
Braaaakkkkk...
Mobil pun oleng dan terbalik terguling.
" Keluar cepat dari Mobil mereka Akan menabrak kita." Teriak Andra.
Mobil terus melaju dengan tembakan membabi buta.
Door...
Door...
Door...
Sebuah Bazoka pun di arahkan, Andra dan kedua Anggota lain nya pun lari menyelamatkan diri.
Door...
Door..
Boooommmm...
Dari arah belakang Hanum menembak Mobil yang di kendarai Baron, tepat pada kedua ban Mobil dan si penembak yang membawa Bazoka tepat di kepalanya.
Door....
__ADS_1
Door...
Door.
Braaaakkkkk...
Mobil yang di tumpangi- Baron terguling hingga menabrak Mobil yang di kendarai Andra, sebuah percikan api pun muncul hingga Mobil Baron yang terguling pun meledak.
Boooommmm....
Booommmmm...
Kobaran api pun membesar dan seketika Baron dan anak buahnya tak terselamatkan.
Terlihat Mobil yang di tumpangi Putra terbalik sebuah percikan api pun muncul, dengan posisi terjepit Putra tak sadarkan diri dengan darah yang menetes dari kepalanya.
" Cepat bantu...!!! " Teriak Arka.
Percikan api pun terus keluar saat menyelamatkan Putra dan kedua Anggota, hingga kedua Anggota yang sudah keluar percikan api dari Sana sini.
" Cepat selamatkan Kapten dia masih terjepit."
Semua berusaha mengeluarkan tubuh Putra yang terjepit, hingga bau asap dan bensin pun menyengat hidung.
Tubuh Putra terus di tarik dan mencoba melonggarkan yang menjepit tubuh nya.
" Tarik terus...!! "
" Bang.. sadar Bang... bangun... Abang harus hidup..!! " Ucap Andra.
********
" Ayah....!!! " Teriak Avan saat terbangun dari tidur siangnya.
Hiks.. hiks.. hiks...
Kinan berlari ke arah kamar dimana Avan tidur, dan terlihat bocah laki yang semakin gemuk itu duduk Sambil menangis.
" Kenapa Bang, mimpi? " Tanya Kinan.
" Hiks... hiks.. hiks.. Ayah mami.. hiks.. hiks.. Ayah pergi sama Bunda Senja hiks.. hiks.. Ayah bilang mau ikut sama Bunda Senja hiks.. hiks.. "
Kinan memeluk tubuh Avan yang tangisannya semakin kencang.
" Sudah jangan menangis, itu mimpi Bang. Ayah baik - baik saja, Abang pasti sedang kangen sama Ayah bukan." Ucap Kinan yang mencoba menenangkan Avan.
Suara bunyi telepon pun berdering, Kinan segera menuju kamarnya mengambil ponsel miliknya yang berada di atas nakas.
Tertera nama suaminya yang menghubungi nya lalu Kinan mengangkat panggilan tersebut.
" Halo Bang Assalamualaikum." Sapa Kinan.
#
#
#
#
__ADS_1
#
" Apa Bang....!!! " Seketika ponsel yang di pegang Senja terjatuh Avan yang sudah ada di depan pintu kamar Kinan sudah menatap tajam ke arah nya.