Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Harta Yang Kembali


__ADS_3

" Tolong ambil Kain kasa, tekan terus lukanya."


Putra tertusuk tepat di bagian perut nya, saat bertarung dengan Selir Wangi setelah itu Selir Wangi tertembak tepat di kepala nya oleh Aswin.


Petugas medis di dalam helikopter memberi pertolongan pertama pada Putra dengan luka tusuk Yang sangat dalam.


Avan pun yang di pangku Andra pun mendapatkan pertolongan pertama dari petugas medis.


Kanaya terus menatap Putra, dan tatapan Mata itu di ketahui oleh Andra, lalu Andra pun mengalihkan pandangan Kanaya.


" Kanaya setelah sampai, kamu akan di periksa sebagai saksi. Dan bila kamu terlibat, maka kamu akan di naikan sebagai tersangka."


Kanaya hanya menatap mata Andra dan mengangguk kan kepala nya, lalu dia tertunduk.


******


Aswin dan beberapa Pasukan menelusuri sungai dengan arus yang sangat deras, Hanum tertembak dan jatuh ke dalam aliran sungai yang sangat deras dengan aliran langsung menuju sebuah turunan yang sangat curam.


Hanum tertembak saat dirinya menembaki Walaode untuk menyelamatkan Kanaya dan Avan.


" Seperti nya, Letda Hanum hanyut terbawa arus sungai, dan jatuh ke turunan air tersebut." Ucap salah satu Prajurit.


" Kita terus cari, dan berpencar turun ke aliran bawah siapa tahu kita menemukan nya." Ucap Aswin.


*******

__ADS_1


" Apakah sudah dapat kabar tentang Letda Hanum?" Tanya Jendral Abas.


" Belum, tapi para Pasukan yang di pimpin oleh Serda Aswin sedang berusaha mencari nya." Ucap Ajudan Jendral Abas.


" Ya Allah selama kan putri saya."


********


Putra pun sudah mendapatkan pertolongan setelah di jahit Putra pun dibawa ke dalam kamar inap, Putra pun meminta kepada petugas medis untuk satu kamar dengan Avan.


" Gimana Bang lukanya? " Tanya Andra.


" Saya tidak memikirkan luka, yang Saya pikirkan sekarang adalah Avan." Jawab Putra.


Avan pun mendapatkan perawatan yang intensif, karena dehidrasi dan sedikit demam. hingga tangan mungil nya terpasang jarum infus.


" Ayah nggak ingin terulang kembali hal seperti ini, Ayah nggak mau kamu kenapa - napa lagi sayang."


" Bang." Ucap Andra.


" Iya" Ucap Putra.


" Hanum masih belum di temukan."


" Astagfirullah, Saya kenapa sampai lupa kalau dengan kejadian ini makan korban."

__ADS_1


" Dia tertembak, saat menembaki Walaode yang hendak menembak Kanaya."


" Siapa yang terjun ke lapangan?" Tanya Putra.


" Aswin Bang." Jawab Andra.


******


" Abang yakin akan mencari Hanum, biar Tim Aswin yang mencari." Ucap Andra.


" Saya harus selamat kan Hanum, kalau dia tidak menembak Walaode Saya tidak tahu nasib anak Saya bersama Kanaya."


" Tapi luka kamu, lihat lah jahitan nya belum kering."


Lalu Miko Dokter Militer pun menghampiri Putra dan Andra yang masih berada di ruang inap.


" Kapten Putra, Saya tidak bertanggung jawab bila jahitan nya bengkak." Ucap Miko.


" Kamu jaga anak Saya Letda Andra, dan Dokter Miko tolong rawat anak Saya, beri dia pengobatan yang terbaik." Ucap Putra.


" Akh.. punya 10 orang saja pasien kayak Kapten Putra bisa kena Stroke saya." Ucap Miko.


Lalu masuk lah Kanaya mendekati tiga pria tersebut, dan sehingga membuat tiga pria itu menoleh ke arah Kanaya.


" Boleh Saya ikut? " Pinta Kanaya.

__ADS_1


Mereka pun saling pandangan saat Kanaya mengutarakan keinginannya.


" Saya lebih paham medan itu, biar Saya ikut mencari karena menyelamatkan nyawa kami berdua." Ucap Kanaya pada Putra.


__ADS_2