
Rumah Dinas yang di tempati Putra dan Senja sedang di perbaiki, dan sementara Putra dan Senja menempati rumah paling ujung yang dekat dengan mess dimana para bujang tinggal.
" Ayah, pijitin lagi nih kepala nya pusing." Rengek Senja karena setelah kehujanan kemarin Senja flu dan sakit kepala.
Putra pun memijat kedua pelipis Senja, hingga sang pemilik kepala merasakan nyaman.
" Lagian kenapa sih Bund, nggak tunggu Ayah saja sampe pulang."
" Ayah gimana sih, di hubungi nggak di angkat terus dapur rusak parah begitu masih harus diam di rumah. Untung hanya dapur, nggak ambruk semua. " Senja dengan nada kesalnya.
" Terus kenapa ponsel nggak di angkat, sampai bang Andra coba telephone juga sama nggak di respon."
" Maaf sayang, kan kemarin ada rapat dadakan jadi Ayah nggak bisa angkat karena ada hal yang lebih penting."
Senja menurunkan tangan Putra yang sedang memijat kedua pelipis Senja.
" Oh.. jadi lebih penting dengan urusan Abang ya dari pada urusan Istri, ok Bang mulai sekarang Saya lebih memilih meminta tolong sama Bang Andra. " Ucap Senja kesal.
" Jangan dong sayang, kamu masih punya suami loh."
" Kalau masih punya Istri di respon dong, jangan Pura - Pura tidak tahu."
Putra lalu memeluk Senja dari belakang, dan menaruh dagunya di bahu istrinya.
" Maafkan Abang, karena kemarin dapat arahan langsung dari atasan Abang dan ada hal yang sangat penting jadi Abang nggak bisa angkat." Ucap Putra menjelaskan.
***
Hari minggu pagi di Batalyon semua prajurit bersantai setelah mengadakan kurve, dan para Istri prajurit bersama - sama mengadakan masak bersama.
" Bu Putra duduk saja. " Ucap Ibu ikbal.
" Nggak apa - apa bu, Saya hanya bantuin masakan saja, nggak enak duduk diam sendiri." Ucap Senja.
" Nggak apa - apa Bu, kita maklumi." Timpal Ibu Danu.
Saat sedang bercengkrama Putra datang bersama Arya , Aswin dan Andra di ikuti oleh para prajurit untuk mengambil makanan yang akan mereka bawa.
" Ibu - ibu, apakah sudah siap semua? " Tanya Putra .
" Sudah pak tinggal bawa saja." Jawab salah Satu Istri Anggota.
" Kami bawa ya bu." Ucap Putra.
Saat sedang mengambil buah,Putra melingkarkan tangan nya di pinggang Senja hingga membuat para Istri Anggota tersenyum.
" Ayah sedang apa sih kayak gini malu tahu." Bisik Senja.
" Biarin saja, biar mereka tahu kalau Ayah romantis,bucin abis sama Bunda sembari melirik ke arah Andra, dan Andra hanya menggelengkan kepala nya sembari melewati Putra dan Senja.
Semua makan bersama ber alas kelasa di taman dengan teduhnya pepohonan. Canda tawa terselingi saat makan bersama.
" Sini Ayah suapin." Ucap Putra sembari mencoba menyuapi Senja.
" Malu Ayah." Bisik Senja sembari melirik ke kanan dan Kiri.
" Malau bagaimana, biarin saja." Ucap Putra.
Akhirnya Senja pun makan Satu piring berdua, dengan di suapi oleh Putra.
" Nasib.. nasib.. korban LDR seperti ini." Ucap Arya saat melihat Putra dan Senja.
" Makan nya cepat di ajak pengajuan Bang." Sindir Andra.
" Santai slow..!! " Ucap Arya.
" Terlalu santai, pacar kamu di embat baru tahu rasa." Ucap Aswin.
__ADS_1
*********
" Ayah mau kemana? " Tanya Senja saat Putra mengajaknya kesuatu tempat.
" Diam jangan banyak tanya." Jawab Putra.
Senja pun dengan perut besarnya menuruti apa kata suaminya, dia hanya mengikuti dimana langkahnya terhenti di sebuah bukit dengan hamparan pemandangan perkotaan dengan kelap kelipnya lampu.
" Sayang indah banget." Ucap Senja.
" Bayangin saja, kalau kita sedang di padang savana melihat bintang kalau ini melihat lampu - lampu penduduk." Ucap Putra sembari memeluk pinggang Senja.
" Indah sekali Sayang."
" Duduk sini." Ajak Putra sembari duduk di sebuah kursi.
" Senja baru tahu ada tempat sebagus ini Ayah." Ucap Senja penuh kagum.
" Ayah ingin menikmati kebersamaan kita sayang, Ayah kangen kita seperti ini."
" Sayang, bisa nyanyi nggak? " Tanya Senja.
" Ish.. meremehkan." Jawab Putra
" Oh iya, berarti bisa dong. Senja belum pernah
liat Ayah menyanyi. Bisa nyanyikan lagu untuk Bunda? "
Dengan pelukan hangat, Putra mendekap Senja dengan dagu di atas bahu istrinya lalu bernyanyi.
Kali ini 'ku telah jatuh ke dalam
Dosa begitu besar
Terlalu mencintai begitu dalam
Mata itu berhasil hipnotisku
Menjerat ***** jiwa
Mengurungku ke dalam keindahan
Menciummu hingga lemas
Memelukmu hingga terlelap
Kau bagaikan simbol semesta alam
Dan aku pemujamu
Setiap saat bersimpuh di hadapmu
Kau memegang semua kehidupanku
Keluar dari derita
Menuju kedamaian yang ilahi
Menciummu hingga lemas
Memelukmu hingga terlelap
Tuhan, tolong segera sadarkan
Aku dari semua
Pengaruh sihir cinta mati
__ADS_1
Aku kepadanya
Menciummu hingga lemas
Memelukmu hingga terlelap
Kuingin ini bukan hanya sekedar mimpi belaka
Kuingin ini menjadi dosa terindah dalam hidupku
Putra lalu mencium lembut pipi istrinya, dan menggemgan jemari Senja hingga dia pun mengeratkan pelukan.
*********
" Tidak bisa di ganti Putra? "
" Tapi Istri Saya Mau melahirkan, dan ini 6 bulan."
" Hanya kamu pasukan terpilih, bersama Arya."
" Andra tidak di bawa, Sengaja untuk menggantikan tugas kamu disini."
" Dan kamu tahu, yang hanya bisa membaca peta itu adalah kamu, titik letak zona merah kamu pernah menginjaknya. Aswin Saya tidak masukan karena dia pernah gagal, mungkin salah Satu mereka masih mengingat wajah nya jadi kami tidak memberangkatkan dia."
" Siapa Sniper tambahan lagi? "
" Pasti kamu tahu."
Putra lalu menatap wajah Danyon dan Wadanyon mereka serta Arya dan beberapa pasukan terpilih lainnya dengan tatapan penuh arti.
" Aish... kenapa kalian masukan nama dia." Ucap Putra kesal.
" Karena dia yang terbaik, dan cocok sama kamu."
Putra lalu mengacak rambut nya, dan menghempaskan tubuh nya ke sofa sembari menatap langit - langit ruangan.
*********
" Kenapa? " Tanya Aswin.
" Snow white, bergabung kembali di pasangkan dengan Putra." Jawab Arya.
" Dia kembali bergabung dengan misi ini? " Ucap Aswin kembali.
" Iya. " Ucap Arya singkat.
" Kenapa harus dia sih, apa nggak ada Tentara terpilih lagi." Ucap Putra kesal.
" Mau bagaimana lagi, kamu terima resiko ini selama misi terselesaikan." Ucap Arya.
" Saya masih belum lupa dengan kejadian itu, kalau sampai bocor ke telinga Senja bisa gawat." Ucap Putra.
" Tapi kan kenyataannya memang tidak seperti yang dia kira kan." Ucap Aswin.
" Iya, profesional kerja hingga kita yang kena senjata makan tuan."
" Misi yang paling gagal dalam seumur hidup." Ucap Putra kembali.
****
Putra pun merasa cemas,dia bolak balik di dalam ruangan nya sembari sesekali mengepalkan tangan nya, ada rasa detak jantung yang tak menentu yang dia rasakan. Saat itu suara ketukan pintu terdengar, langkah Putra pun terhenti dan kembali duduk di kursi nya.
" Masuk..!! "
Lalu pintu itu pun terbuka, dengan langkah tegap seragam loreng rambut pendek di atas bahu masuk dengan menampilkan senyum manisnya.
" Snow White...!!! "
__ADS_1
" Halo.... Harimau..!!!