Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Ulah Avan


__ADS_3

Praaangggg....


" Avan...!! " Teriak Putra dan Dahlia.


Meraka keluar dari kamarnya saat melihat sebuah kaca pembatas pecah dan terlihat banyak berserakan mainan dan kursi - kursi yang tidak seperti posisi nya.


Avan hanya tersenyum tanpa salah sambil terus mengunyah snack yang ada di tangan nya .


" Astaghfirullah Avan, kamu lihat ini rumah baru di tempatin belum ada satu bulan kenapa kamu sudah bikin rumah tambah kacau." Ucap Putra kesal melihat tingkah anak lelaki nya.


" Sabar Bang, namanya juga anak - anak." Ucap Dahlia.


" Sabar bagaimana Bund, lihat anak kita bandelnya minta ampun." Ucap Putra kesal.


" Avan kalau main yang rapih sayang, nggak kasihan sama Bunda lihat sedang hamil besar begini."


Putra langsung beranjak pergi meninggalkan Avan dan Dahlia karena ulah anaknya yang bikin sakit kepala.


***


" Avan kamu beres kan nanti Bunda bantu." Ucap Dahlia.


" Iya Bund."


Dahlia dan Avan pun membereskan sisa mainan yang berserakan di lantai.


" Bund, biar serpihan kaca Ayah yang bereskan." Ucap Putra yang sudah berganti seragam nya dengan kaos rumahan.


" Ayah nggak berangkat kerja? " Tanya Dahlia.


" Ayah ijin, mau sekalian didik itu si gemuk." Jawab Putra.


Avan hanya cuek saat Ayahnya marah padanya malah mainan yang dia beres kan asal menaruh tempat nya hingga berserakan kembali.


"Avan....!!! " Ucap Putra dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Ayah jangan teriak - teriak terus Avan dengar."


" Kamu kecil - kecil sudah berani bicara ya."


" Bunda... Ayah nakal... " Teriak Avan.


" Sudah dong Yah, sebagaimana Ayah memarahi Avan dia nggak bakalan respon malah ngelunjak." Ucap Dahlia.


" Ini nih yang selalu Bunda nya manjain, jadi nya Avan makin berani sama Ayahnya."


" Ayah bisa diam nggak, jangan ngomong terus."


" Avan....!!! " Ucap Dahlia dan Putra.


******


Putra menatap photo Senja yang dirinya ambil dari sebuah kotak besar yang berisi semua benda - benda kenangan Senja.


" Senja, anak kita sudah besar dan banyak tingkah. Mungkin bila kamu masih ada, akan merasa gemas melihat tingkahnya."


" Avan tumbuh menjadi anak yang sehat dan gemuk dalam pengasuhan Dahlia, dia seorang ibu yang baik dan sayang pada Avan seperti anaknya sendiri."


Putra mencium photo Senja hingga meneteskan air mata,dan menaruh kembali fotonya di dalam sebuah kotak.


" Selamanya ada rindu yang akan terselip di hati Abang."


Dari balik pintu, Dahlia melihat suaminya yang menangis saat menatap photo Senja.


" Selamanya Abang akan selalu membagi cinta Abang, rasa cemburu ada namun Saya sadar Abang sudah berlaku adil, dan itu adalah masa lalu Abang yang selalu di kenang dan saya adalah masa ini dan masa depan hingga maut memisahkan kita."


Dahlia meninggalkan kamar mereka dan menghapus air Mata nya.


******


" Ampun Ayah... jangan jewer telinga Avan."

__ADS_1


" Ayah sudah kasihan Avan." Ucap Dahlia.


" Bund, ini anak kita bikin ulah terus itu mobil body nya dia ukir pake obeng, nanti besok benda - benda di rumah dia akan jadikan apart nanti."


" Bunda... tolong....!!! " Teriak Avan saat tangan Putra masih menjewer telinga nya.


" Avan jangan nakal nak, boleh main tapi jangan ngerusak barang yang nggak seharusnya untuk main." Ucap Dahlia.


" Maaf Ayah Bunda." Ucap Avan.


Putra pun melepaskan tangan nya, lalu menaruh kedua tangan nya di pundak Avan.


" Bang, Ayah seperti ini bukan berarti Ayah jahat sama Avan, galaknya Ayah karena Avan salah jadi Ayah menegur Avan. Kamu boleh mainan tapi jangan merusak barang - barang yang ada di rumah, apa nggak kasihan sama Ayah sama Bunda setiap hari harus membereskan mainan Avan sama mengganti barang - barang yang rusak."


" Maaf Ayah, maafkan Avan."


" Avan kan nanti mau jadi kakak, jadi harus bisa jadi contoh yang baik buat adik Avan." Ucap Dahlia.


" Iya Bund, Avan janji."


******


Suara ponsel berbunyi, Putra pun mengangkatnya saat melihat panggilan dari Batalyon.


" Baik saya akan segera kesana." Ucap Putra menutup sambungan ponsel nya.


" Bund, Ayah pergi dulu karena ada telepon Ayah mungkin pulang setelah Apel pagi." Ucap Putra sambil mengambil kunci motor nya.


" Hati - hati Ayah."


Putra lalu mencium kening Dahlia, dan mencium pucuk kepala Avan yang sedang menggambar.


Putra pun lalu menuju garasi dan saat menyalakan motor nya knalpot tersumbat saat di periksa ada sebuah bola kecil yang tertumpuk di dalam knalpot tersebut.


" Avan.....!!!! " Teriak Putra.

__ADS_1


Avan yang mendengarnya hanya tersenyum sambil menutup kedua telinga nya.


__ADS_2