
Sudah 5 hari suami nya bertugas, Senja pun seperti biasa dengan aktifitasnya mengajar di sebuah sekolah dasar. Dengan rasa yang masih kadang mual, dia tetap semangat mengajar siswa siswinya.
" Ibu lagi sakit? " Tanya Ibu Tika.
" Nggak tahu Bu, sudah 3 hari mual terus." Jawab Senja.
" Hamil mungkin Bu." Ucap Ibu Tika.
" Alhamdulillah Bu, kalau benar Saya hamil." Ucap Senja.
Setelah pulang mengajar Senja memutuskan untuk mampir ke Apotek, membeli sebuah alat tes kehamilan, dan inhaler nya yang sudah hampir habis.
" Apakah benar Saya hamil?? " Ucap Senja dalam hatinya.
Dengan langkah cepat, setelah membeli yang dia dapat ingin segera sampai ke rumah. Dan saat sudah sampai Senja pun langsung menuju kamar mandi.
Senja pun dengan gugup, membuka testpack tersebut, dengan mata terpejam dan rasa gugup Senja ingin melihat kejutan dari alat yang dia pergi tadi.
Tok... Tok... Tok...
" Assalamualaikum sayang...!!! "
Senja pun kaget saat mendengar suami nya telah pulang, dan hingga melupakan testpack yang dia beli.
" Walaikumsalam." Jawab Senja dari arah kamar mandi.
" Sini peluk Abang!!! " Ucap Putra yang langsung merentangkan kedua tangan ya.
" Abang...!!! Senja kangen sama Abang." Ucap Senja yang sudah masuk dalam dekapan.
" Oh.. ya, Abang juga sama kangen kamu yank." Ucap Putra langsung menggendong tubuh istri nya masuk Kedalam kamar.
Namun saat tangan Senja meraba punggung Putra, suami nya memercing kesakitan.
" Abang kenapa? " Tanya Senja panik saat sudah berada di atas tubuh istri nya.
" Abang nggak apa - apa sayang." Jawab Putra yang sedang menciumi leher istri nya.
Senja pun lalu mendorong suami nya, dan langsung melihat punggung dengan bekas luka yang sudah mengering.
" Ya Allah Abang, ini kenapa? " Tanya Senja sambil memegang luka.
Putra pun membalik tubuh nya, dan saling berhadapan dengan tubuh istri nya.
" Abang terluka saat menyelamatkan warga sipil yang di tengah - tengah pertikaian." Jawab Putra sambil memeluk pinggang Senja.
__ADS_1
" Kenapa Abang nggak kasih tahu Senja, tahu kayak gini Senja susul Abang kesana." Ucap Senja dengan sedikit emosi.
" Kenapa Abang nggak kasih tahu, karena kayak gini, Abang nggak mau kamu khawatir sayang." Ucap Putra.
********
" Viral di dunia maya seorang prajurit telah menyelamatkan nyawa seorang warga sipil atau seorang wartawan yang sedang meliput berita pertikaian antar kelompok. Aksinya yang menjadi viral adalah rela berkorban melindungi warga nya karena anak panah yang akan mengarah pada kedua wartawan itu. Namun di balik masker nya, dia adalah Tentara yang tampan. "
" Wuish viral nih." Ledek Aswin.
" Sempatnya saat masih genting meliput." Ucap Pak Haji.
" Usut punya usut Tentara tampan ini adalah kekasih wanita yang di selamat kan nya. Wajah sangat Tampan begitu juga nama nya Kapten Putra Nagara."
" Sial..!!! Siapa yang berani, kalau Senja sampai tahu bisa marah besar." Ucap Putra dengan sedikit kesal.
Braaakkk....
Sontak Aswin dan Putra kaget saat melihat Senja masuk ke dalam ruangan, dengan sudah berkacak pinggang.
Putra menelan ludahnya, dan Aswin pun langsung berjalan merindik menuju ke arah pintu.
" Apa ini Bang??? " Tanya Senja sambil menyerahkan ponsel nya dengan jelas itu benar rekaman dirinya dengan Sandra.
" Abang jelasin dulu kronologisnya. " Jawab Putra.
*********
" Lapor Kapten banyak wartawan yang ingin berbicara dengan Kapten viral." Ucap Kopral Wawan.
" Bilang Saya sedang keluar." Pinta Putra.
Lalu setelah kepergian Kopral Wawan, Putra langsung menghubungi seorang. Dengan menggunakan ponsel nya.
********
Senja memasukan pakaian nya Kedalam koper, dengan asal dia memasukan nya. Wajah kesal dan air mata yang terus keluar membuat dadanya semakin sesak.
Saat keluar dari kamar nya sembari menarik sebuah koper Putra datang, dan begitu terkejut melihat Senja membawa koper besar.
" Mau kemana Yank? " Tanya Putra.
" Saya mau pulang ke daerah asal Saya Bang." Jawab Senja dengan mata sembab.
" Yank, dengerin dulu, kita selesaikan masalah ini sama - sama, Abang juga ingin menunjukkan pada public kalau Abang nggak ada apa - apa sama Sandra." Ucap Putra.
__ADS_1
" Sampai kapan sih Bang, bisa nggak tidak terlibat lagi dengan Sandra. Terus juga kenapa Abang Menolong dia, nggak sekalian dia saja yang kena anak panah." Ucap Senja penuh emosi.
" Karena rasa kemanusiaan."
" Dan lihat, dia jadi baper dan berani - berani nya bikin berita seperti itu. "
" Kamu jangan pergi ya, jangan tinggalkan Abang." Ucap Putra.
*********
" Siapa yang membuat berita ini? " Tanya Sandra.
" Mungkin ada wartawan lain yang sengaja mengeskspos kalian." Jawab Rudi.
" Pasti Putra bakalan marah sama saya."
" Tapi kamu suka kan, semua orang tahu kamu pacaran sama Pak Kapten? "
" Iya, tapi bukan dengan cara yang seperti ini." Ucap Sandra.
**********
" Sini kamu, puas sudah menghebohkan dunia tentang hubungan kita? " Bentak Putra menarik tangan Sandra dan menghempaskan dengan paksa.
" Saya tidak membuat berita itu Sumpah!! " Ucap Sandra sambil memegang pergelangan tangan nya yang sakit.
" Kamu tahu, dengan berita ini, istri Saya marah dan ini sangat berpengaruh bagi rumah tangga saya." Ucap Putra yang sudah emosi.
" Kenapa tidak jujur saja, kalau saya mencintai kamu. Apakah ini bukan nama nya jodoh, kalau kamu selalu menyelamatkan hidup saya." Ucap Sandra dengan mata yang berkaca - kaca.
" Saya tidak mencintai kamu maaf. " Ucap Putra.
" Kamu tahu, kamu adalah lelaki yang hebat, lelaki yang Sempurna buat Saya yang pernah Saya temui. Ijinkan Saya berada sedikit di hati kamu, walau hanya luka yang Saya dapat." Ucap Sandra yang sudah berlinang air mata.
" Maaf Sandra, tak ada ruang di hati Saya. Hati Saya hanya untuk Senja, istri Saya dan cinta pertama dan terakhir saya." Ucap Putra.
********
Senja merasakan sesak dadanya, dia menangis di dalam kamar nya, tak kuasa masih mendengar desas desus tentang hubungan suami nya dengan seorang wartawan.
" Apakah sebegitu menarik nya suami saya hingga dia tidak mau menyerah hiks.. hiks.., apa tidak ada stok lelaki lain di dunia ini dan harus suami saya hiks.. hiks... "
Senja terus meluapkan emosinya dengan mengurung diri di dalam kamar.
" Iya, saya harus temui wanita itu, biar dia nggak berbuat ulah kembali. Saya harus bikin perhitungan dengan wanita seperti dia, emang nya Saya wanita lemah apa, nggak bisa berbuat apa - apa. Tunggu saja kamu Sandra, Saya akan buat kamu malu di depan banyak orang."
__ADS_1
Senja lalu menghapus air matanya, dan segera beranjak dari atas tempat tidur.