
Ennnggghhhh....
Senja membolak balik kan tubuhnya, yang hanya masih terbalut dengan selimut. Dan dia menahan tangis nya dengan menutup mulutnya dengan satu tangan nya.
Putra yang sedang tertidur pulas, merasa terganggu dengan tidur nya, dia lalu membalikkan badan nya, dan melihat Senja sedang terlungkup sambil terlihat tangan nya meremas.
" Sebenarnya, kamu sakit apa?? " Tanya Putra dalam hatinya.
" kenapa kamu sembunyikan sakit kamu. "
***
Putra menyiapkan sarapan pagi nasi goreng di meja makan, saat Senja keluar dari kamarnya dia sangat kaget melihat suami nya yang menyiapkan semuanya.
" Abang kenapa nggak bangunin Senja?" Tanya Senja.
" Abang nggak Mau ganggu tidur kamu sayang, tadi malam nggak bisa tidur kan?" Jawab Putra.
" Apakah Abang tahu, kalau Saya nggak bisa tidur?? " Senja berguman dalam hatinya.
" Engh.. kata siapa nggak bisa tidur, pulas kok hanya karena nyamuk saja." Ucap Senja bohong.
" Yang, beberapa hari ini Abang Mau tugas keluar, nggak apa - apa kan di rumah sendiri?" Tanya Putra.
" Iya Bang, nggak apa - apa. Hati - hati Ya Bang, jangan lupa kasih kabar." Jawab Senja.
*******
Sandra bersandar di depan mobilnya yang terparkir di depan pintu gerbang dimana Senja mengajar. Dan di saat semua anak berhambur keluar, Sandra mencoba mencari dimana Senja. Saat sudah melihat Senja keluar, Tania langsung menghampiri nya.
" Senja!!! " Sapa Sandra.
Senja pun melirik ke arah Sandra, lalu Senja mendekati Sandra yany masih bersandar di samping mobilnya.
" Ada apa?? " Tanya Senja dengan tatapan dingin."
" Saya ingin bicara sama kamu, tapi tidak disini." Jawab Sandra.
**
__ADS_1
" Mau bicara apa? " Tanya Senja.
" Ijinkan Saya menjadi bagian hidup suami kamu." Jawab Sandra.
" Kenapa kamu begitu sangat menginginkan suami saya?" Tanya Senja dengan sikap setenang mungkin.
" Biarkan suami kamu bahagia dengan Saya, dan Saya akan memberinya anak." Jawab Sandra.
" Kenapa bilang seperti itu?" Tanya Senja yang hatinya sudah sedikit sakit.
" Suami kamu cerita semua, kalau dia hambar rumah tangga hampir 1 tahun istri nya belum juga hamil, malah nggak bisa hamil." Jawab Sandra.
" Bang Putra rupanya cerita semua kepada Sandra." Ucap Senja dalam hatinya.
" Kata siapa Saya nggak bisa hamil, Saya akan buktikan kalau Saya wanita yang Sempurna." Ucap Senja dengan menahan rasa sakit hatinya.
" Saya juga tidak akan menyerah mendekati suami kamu." Ucap Sandra.
*********
" Hiks... hiks... hiks..., Abang tega sekali bilang begitu sama Sandra, ternyata Abang bohong kalau bahagia hidup dengan Senja. Memang benar Saya nggak Sempurna, memang benar Saya nggak bisa punya anak. Tapi Saya akan buktikan bahwa Saya bisa hamil. Hiks.. hiks... hiks... " Ucap Senja sambil menangis.
Dirailah inhaler nya, karena nafas Senja yang sudah mulai sesak, karena asma bawaan nya kambuh.
*******
" Kenapa kamu masih mengganggu rumah tangga saya?" Bentak Putra pada Sandra.
" Kenapa Put, Salah?? " Tanya Sandra dengan santai.
" Salah, karena kamu sudah meracuni otak istri Saya. Kamu tahu, Saya cerita sama kamu, Saya kira kamu bisa jadi sahabat ternyata Salah, malah kamu tambah kata - kata yang menyakiti hatinya." Bentak Putra.
" Saya akan tetap maju, sampai kamu berpaling dari nya."
" Sampai kamu pakai dukun pun, Saya tidak akan berpaling dari dia. Bagi Saya dia adalah wanita yang Sempurna, dan dia pantas menjadi pendamping hidup Saya di surga nanti."
********
Sudah 4 hari Putra dinas luar, tanpa ada pesan satu pun, Senja hanya berfikir bahwa suami nya benar - benar lupa terhadap dia.
__ADS_1
" Senja." Sapa Aswin saat melintas rumah Putra.
" Abang." Balas Senja.
" Kamu sedang apa, duduk melamun sendiri nanti kesambet setan baru tahu rasa." Ledek Aswin.
" Saya hanya kangen sama Bang Putra, apakah dinas luar sekarang tidak di ijinkan untuk memegang ponsel?" Tanya Senja.
" Oh.. iya, misi saat ini sangat berbahaya. Agar tak terdeteksi, mereka mematikan saluran komunikasinya." Jawan Aswin.
*******
" Saya lihat, rahim kamu harus segera dia angkat." Bujuk Dokter kandungan tersebut.
" Biar Dok, barang kali Saya bisa hamil lagi." Ucap Senja.
" Senja, jangan di paksakan ini tidak mungkin. Kalau nggak di angkat, akan merugikan tubuh kamu."
" Saya ingin mencoba menjadi wanita yang Sempurna, Saya ingin membuktikan pada suami saya, kalau Saya bisa memberi dia kebahagiaan nya.." Ucap Senja.
****
" Tolong Dok, bantu Saya kasih informasi tentang pasien yang barusan tadi keluar."
" Maaf Pak, Saya tidak bisa membocorkan data pasien atau perihal tentang kondisi pasien pada orang lain.
" Saya keluarga nya Dok, Saya hidup bersama dia, dan dia kewajiban saya."
Dokter kandungan tersebut memamdang wajahnya, dan meneliti Sesuatu untuk menyakinkan bahwa dia tidak berbohong.
" Apakah ada bukti? "
Putra pun mengeluarkan semua bukti yang menyangkut Senja dan dirinya. Di tinjukkan bukti surat nikah, dan photo - photo pernikahan nya.
" Saya suami sah nya, Saya hanya ingin tahu kondisi dia." Ucap Putra.
" Pasti Bapak tahu, tentang kecelakaan beberapa waktu itu. Akibat jatuhnya sangat keras, selain keguguran rahim nya bermasalah, luka dan nggak mungkin punya anak." Ucap Dokter kandungan tersebut pada Putra.
" Iya Saya tahu, tapi apakah ada yang lain dan Saya memang tidak tahu." Ucap Putra.
__ADS_1
Dokter tersebut menarik nafasnya dan mengeluarkan dengan kasar. Lalu dia mengeluarkan sebuah map warna biru, dan menyerahkan nya pada Putra.
Dibacanya satu persatu, dan begitu lihat yang tertera membuat mata Putra membelak kaget, dan meraskan lemas seketika.