Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Ulah Kinan 2


__ADS_3

" Kakak Jahat sudah mengambil Abang saya, Kakak jahat." Teriak Kinan sembari melempari apa saja yang ada di sekitar Kinan.


" Kinan hentikan!!! " Teriak Senja sembari menghindari apa yang di lempar Kinan ke arah Senja.


" Kinan...!!! " Teriak Putra.


Plaaakkkk....


" Abang...!!! " Ucap Kinan sembari mengusap pipi nya akibat tamparan yang di layangkan Putra pada nya.


" Abang lihat kamu seperti itu lagi, Abang minta kedua orang tua kamu untuk bawa kamu kesana." Ancam Putra sembari mendekap tubuh Senja.


" Sayang nggak apa - apa?" Tanya Putra sedikit cemas.


" Nggak apa - apa Bang, lebih baik Senja tinggal di Asrama saja Bang." Jawab Senja sembari mengusap perut nya.


" Iya, kita pulang ke Asmara saja. Dari pada kamu kenapa - napa sama anak kita karena ulah anak nakal itu." Ucap Putra sambil menatap tajam ke arah Kinan.


***


" Sini kamu, kedua orang tua kamu nggak mengajarkan kamu seperti itu, bahkan Kakek dan Nenek pun tidak pernah." Ucap Ibu Mutia. sembari menarik kasar tangan Kinan ke arah kamar nya.


" Nenek akan bilang sama Papah Kamu agar mengirim kamu ke luar negeri atau ikut mereka kesan." Ucap Ibu Mutia kembali dengan penuh emosi.


" Kinan mohon jangan kirim Kinan kesana." Ucap Kinan sembari memohon di kedua kaki Nenek nya.


" Kalau kamu tidak mau, jangan ganggu rumah tangga Abang kamu. Mereka saling mencintai, cinta karena paksaan itu tidak akan pernah menikmati manisnya madu, yang ada hanya rasa pahit empedu yang di makan sehari - hari."


' Tapi Kinan mencintai Abang Nek."


" Jangan jadi wanita rendah harga diri, kamu nggak pantas sebagai wanita mengemis Cinta pada Abang mu." Ucap Ibu Mutia.


******

__ADS_1


Putra sudah membereskan semua pakaian Senja, dan dengan koper yang di tariknya menuju keluar kamar untuk berpamitan.


" Maaf kan Kinan." Ucap Ibu Mutia sembari memeluk tubuh Senja.


" Iya Bund, Kinan masih labil seusia dia. Mungkin karena Abang Cinta pertama nya, jadi seperti itu terus bertepuk sebelah kanan." Ucap Senja di buat setenang mungkin.


" Abang!! " Ucap Kinan tiba - tiba.


" Sayang yuk, kita harus cepat pulang karena Abang sebentar lagi mau memimpin Apel sore." Ucap Putra.


" Abang tunggu." Ucap Kinan.


" Apalagi Kinan, kamu mau menyakiti istri Abang lagi." Ucap Putra kesal.


" Saya minta maaf Bang." Ucap Kinan.


" Sudahlah Kinan, Abang sudah malas ngomong sama kamu." Ucap Putra sambil menarik tangan Senja.


" Bang!! " Ucap Senja.


" Senja sudah memaafkan Kinan, Senja sudah Melupakan semua nya. Dia hanya gadis usia 19 tahun yang belum dewasa." Ucap Senja.


" Bunda bilang, hanya seorang gadis usia 19 tahun belum dewasa?? Belum dewasa bagaimana dia sudah mengerti laki - laki, Kinan nya saja yang terlalu berambisi." Ucap Putra kesal.


Senja lalu mendekati Kinan, membelai rambut panjangnya dan mengusap air mata yang sudah menetes membasahi kedua pipi milik Kinan.


" Kakak sudah maaf kan kamu, Abang juga sudah memaafkan kamu, mungkin sekarang masih emosi.",


" Maafkan Kinan, sudah salah." Ucap Kinan sembari menunduk kan kepala nya.


" Kita Pulang!! " Ucap Putra sambil menarik Senja meninggalkan Kinan yang masih berdiri mematung.


Setelah di sudah di dalam mobil, Putra masih dengan wajah masamnya, dan tak ada sepatah kata satu pun yang terlontar dari mulutnya kedua nya.

__ADS_1


" Ayah!! "


" Hemmm!!


" Masih kesal??"


" Kalau iya kenapa? "


" Kenapa Bunda maafin Kinan, dia itu melunjak nantinya."


" Sudah Bang, Senja sudah maafkan Kinan, walau kemarin Senja sempat sakit hati dan kesal. Bagaimana pun Kinan bagian dari keluarga Abang." Ucap Senja sambil mengusap lengan suami nya.


" Sayang, Abang bahagia punya istri pemikiran dewasa. Bunda tenang saja, seribu wanita yang mengejar Abang, hanya Bunda wanita satu - satu nya di hati Abang." Ucap Putra sembari tangan Kiri nya membelai rambut Senja dan tangan kanan nya fokus di stir kemudi.


" Bunda percaya, Abang sangat mencintai Bunda."


Senja memeluk lengan Putra sembari mengemudikan mobilnya, dan senyuman merekah di kedua bibir mereka.


********


" Papah Mamah kenapa tiba - tiba datang ke Jawa?" Tanya Kinan saat Wika dan Toni datang jauh - jauh dari Papua.


" Papah dapat kabar dari Kakek dan Nenek kamu, kalau kamu berulah merusak rumah tangga Abang kamu." Ucap Toni dengan nada tegas.


" Maafkan Kinan, tapi kak Senja sudah maafkan Kinan kok Pah Mah sumpah." Ucap Kinan sembari menunjukkan 2 jari.


" Mamah sebagai seorang perempuan malu, melihat anak gadis nya mengemis cinta." Ucap Wika kesal.


" Papah sudah memutuskan untuk kirim kamu ke Australia, kamu akan tinggal bersama Om Tante kamu disana." Ucap Toni.


" Jangan Pah, Kinan mau disini saja. " Ucap Kinan memohon.


" Nggak, mamah nggak setuju kamu disini. Lusa kita berangkat ke Australia, sambil menunggu Surat kepindahan kamu beres, sementara kamu sudah berada di sana." Ucap Wika.

__ADS_1


Kinan hanya tertunduk pasrah, tak bisa untuk melawan lagi keputusan kedua orang tua nya.


" Maafkan Mamah sama Papah Kinan, kami sengaja untuk kamu bisa menyadari kesalahan kamu itu sangat fatal. Belajarlah dari pengalaman ini, jangan ulangi lagi. " Ucap Toni pada Kinan.


__ADS_2