Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Merdeka nya Cinta


__ADS_3

Aaarrrggggghhh....


" Hiks.. hiks... tahan Bang." Ucap Dahlia saat akan menyuntik kan obat bius pada Putra yang tertembak di bagian bahu belakang nya.


Tangan Dahlia gemetar saat akan menyuntik kan ke tubuh Putra yang akan dia ambil peluru yang menembus kulit bahu bagian belakang.


" Let me administer the injection ( Biar saya yang menyuntik nya ) " Ucap Jhon mengambil suntikan dari tangan Dahlia.


" Hiks... hiks... Abang harus kuat ya hiks.. hiks.."


" Sudah jangan menangis terus, Abang nggak apa - apa, ini hanya luka biasa." Ucap Putra sembari meringis kesakitan saat jarum suntik menembus kulit nya.


" Nggak bisa di bayangkan kalau peluru ini menyasar ke kepala hiks.. hiks.. hiks. " Ucap Dahlia.


Putra tersenyum dan membelai wajah Dahlia lalu mengusap air mata wanita yang sangat Putra sayangi.


" Kamu lihat tubuh Abang, banyak luka sayat, ini sudah biasa kamu nanti harus biasa melihat ini semua."


" Sudah siap Kapten, Saya akan ambil peluru nya atau Dokter Dahlia yang Mau ambil peluru nya? " Ucap Dokter Hilman


" Dokter saja, Saya nggak tega."


******


" Sudah jangan lebay." Ucap Putra saat melihat Dahlia masih sesenggukan saat mengganti perban penutup luka tembak milik Putra.


"Jujur Dahlia masih bayangin yang kemarin."


" Udah jangan di bayangin, Abang masih sehat wa'alfiat."


" Kalau terjadi bagaimana Bang, Dahlia nggak bisa bayangin."


" Udah jangan di bayangin, lihat kenyataan saja jangan berlebihan."

__ADS_1


Plaakkk...


Awwwww...


Putra meringis kesakitan saat lengan nya di pukul oleh Dahlia, dengan kesal memasang perban dengan sangat kasar.


" Sakit sayang."


" Biarin, Abang nyebelin nggak bisa lihat orang khawatir." Ucap Dahlia dengan mimik wajah cemberut.


" Mau kemana? " Tangan Putra menahan tangan Dahlia yang beranjak akan pergi.


" Keluar Bang, Mau visit ke pasien lain nya."


" Temani Abang dong, Abang mau di temani Bu Dokter cantik." Putra sedikit menggoda dengan mengedipkan sebelah mata nya.


Dahlia lalu tersenyum ke arah Putra, lalu duduk di Sisi blankar dimana Putra berbaring.


" Dasar manja."


Setelah dua bulan peperangan berakhir, kini beberapa para Tentara kembali ke negara asal masing - masing dan ada yang masih tetap tinggal beberapa waktu , dimana Jhon dan Putra pun kembali namun tidak dengan Dahlia karena masih beberapa bulan lagi di negara XX untuk memantau perkembangan kesehatan pengungsi pasca perang.


" Thank you, dahlia. I'm happy that while I'm here, I can be friends with you. don't forget 'me ( Terima kasih Dahlia, saya senang selama disini saya bisa berteman dengan kamu, jangan lupakan Saya semoga kita masih bisa saling berkomunikasi ) " Ucap Jhon saat akan berpamitan dengan Dahlia.


" You're welcome, and thank you all the time you've been here to help me out. ( sama - sama, terima kasih juga selama disini kamu banyak menolong saya. ) " Ucap Dahlia.


" Captain sorry son I've loved your woman, but she is a loyal woman. Take care of him and don't hurt him. ( Kapten Putra maaf selama ini saya mencintai wanita mu, tapi dia adalah wanita yang setia. jaga dia dan jangan sakiti dia.) " Ucap Jhon pada Putra.


Lalu Putra tersenyum ke arah Jhon dan menepuk bahu Jhon.


" Hopefully the next foreign task force on our peace mission will be able to meet again ( Semoga di satgas luar negeri berikutnya dalam misi perdamaian kita bisa bertemu kembali ) " Ucap Putra lalu memeluk Jhon.


" See you ( sampai jumpa kembali ) "

__ADS_1


Jhon melambaikan tangan nya pada Dahlia dan Putra, lalu masuki pesawat yang akan membawa nya pulang ke negara asal nya.


Setelah Jhon memasuki pesawat, Dahlia lalu memeluk tubuh Putra saat ini juga Putra beserta Pasukan lain nya akan kembali ke Indonesia.


" Jaga diri, Abang tunggu kamu pulang." Ucap Putra mengecup pucuk kepala Dahlia.


" Baru kemarin kita ketemu sekarang kita berpisah lagi."


Tak terasa air mata Dahlia tak bisa di bendung lagi, hingga terisak membasahi seragam milik Putra.


" Inilah ujian kita sayang, semoga kelak kita akan terus bersama."


" Tunggu Dahlia pulang Bang, tunggu beberapa bulan lagi."


" Abang akan tetap setia menunggu dan menahan rindu, jaga diri jaga hati."


Putra mendekatkan bibir nya mencium bibir Dahlia, lalu mengusap kedua pipi milik kekasihnya dengan lembut.


" Sampai jumpa di Indonesia, Abang sama Avan akan tunggu Bunda di rumah. I love you."


Putra melambaikan tangan nya, lalu membalikkan tubuh nya berjalan masuk kedalam pesawat Hercules yang akan membawa nya terbang pulang ke Tanah air.


Dahlia melambaikan tangan nya hingga punggung Putra tak lagi terlihat, pesawat yang gagah itu telah terbang membawa kembali pulang sang Abdi Negara pujaan hati.


" Sampai jumpa di Tanah air sayang...!!! "


Angin ku titip rindu untuk Cinta ku sang Abdi negara.


Dimana dia berada , selalu ada Cinta yang akan menanti setiap saat.


Jagalah dia Ya Tuhan, semoga dia selalu sehat selalu dan dalam lindungan mu,


Ada nama yang dia bawa, Ada sumpah yang dia pegang.

__ADS_1


Cinta ku untuk sang Abdi Negara, tak akan pernah luntur sepanjang jaman.


I love you untuk kamu yang ada di sana..


__ADS_2