
Putra telah kembali ke rumah setelah beberapa hari di rawat, saat memasuki Asrama dimana tempat Putra dan Dahlia tinggal Putra melihat seisi rumah tampak berbeda.
" Kenapa beda ya? " Tanya Putra.
" Maksudnya Bang? " Ucap Dahlia.
Putra melihat photo pernikahan dirinya dengan Dahlia bukan dengan Senja, semuanya tidak ada photo - photo Senja.
" Photo Senja mana? "
" Senja? "
" Akh.. kenapa Saya lupa, Saya belum bertemu dengan nya, tapi kenapa semua itu photo Saya sama Kamu."
" Karena memang kita suami istri."
" Nggak mungkin Saya mengkhianati Senja dan menikahi wanita lain. Karena cinta saya hanya untuk Senja, dia cinta pertama saya selama ini saya masih setia menunggu nya."
Dahlia diam dan terduduk lemas di kursi saat ini suaminya tak menganggap pernikahan nya ada, dan saat ini hanya mengingat masa lalu nya saja hingga membuat hati Dahlia sakit.
******
" Akh.... Saya nggak bisa mengingat nya sakit...!! Putra memegang kepala nya saat ingin mencoba mengingat nya.
" Bang Put itu keterlaluan istri sendiri tidak di anggap, Abang benar - benar hanya mengingat masa lalu Abang saja."
" Jujur Saya tidak ingat, di hati ini juga seperti merasakan menolak saat tahu Dahlia itu istri saya."
" Abang menikahi Dahlia karena kalian saling mencintai, dimana Abang sudah bisa melupakan masa lalu Abang, dan dimana Abang sudah menempatkan Dahlia sama seperti Senja. Abang tahu Senja telah tiada."
" Nggak mungkin Senja sudah meninggal."
" Abang Sendiri dimana saat detik - detik terakhir Abang menemani Senja padang savana saksi bisu hubungan kalian."
******
Hiks.. hiks.. hiks
Dahlia menangis di dalam kamar nya sambil memeluk bantal guling, hati nya sakit saat merasakan dirinya tak pernah di anggap.
" Ya Allah sakit nya suami hamba, membuat Saya terlupakan, apakah saya hanya diam atau terus berusaha untuk mengembalikan nya namun dirinya tidak mau menerima kenyataan."
Hiks... hiks.. hiks...
__ADS_1
Putra saat itu melintas melewati kamar nya, Putra melihat Dahlia sedang menangis lalu Putra mendekati Dahlia.
" Kamu kenapa? " Tanya Putra duduk di samping Dahlia.
Dahlia lalu mengusap wajahnya yang dengan mata yang sembab.
" Nggak apa - apa Bang." Jawab Dahlia.
" Kamu menangis pasti karena Saya? "
" Biar saya yang merasakan sakit nya, biar saya yang menanggung nya sendiri karena memang orang kedua yang datang di kehidupan Abang memang pantas tersisihkan."
" Maaf, bukan bermaksud seperti itu, kalau memang benar saya ini suami kamu, tolong kamu sekarang sedikit mengerti karena saya benar - benar tidak ingat karena hanya Senja saat ini yang saya ingat, dan maaf sebagian hati saya ragu untuk mengingat hubungan kita."
Seketika air mata Dahlia jatuh tak bisa terbendung, dengan kedua telapak tangan nya menutupi wajahnya dengan isak tangis yang pecah.
" Maaf bila saya membuat kamu menangis."
*******
Avan melihat Ayah nya tengah duduk di kursi sembari memegang sebuah majalah yang sedang Putra baca.
Dengan memegang sebuah mainan mobil remote, anak laki - laki yang kian hari tampak subur menatap tajam ke arah Putra.
Avan hanya diam melihat Ayah nya, dan sedikit mundur saat Putra menyapanya.
Putra pun lalu berdiri mendekati Avan, yang semakin menjauh saat Putra mendekati nya..
" Sini mau kemana? "
Avan berlari saat Putra mendekati nya, dan masuk kedalam ke rumah Andra, Putra hanya diam terpaku dan merasakan sedih saat Avan berlari menjauh dari nya.
" Hati ini kenapa sangat sakit, hati ini terasa ingin menangis saat anak kecil itu menjauh. Apa benar dia anak saya dengan Senja, wajahnya mirip dengan saya."
******
" Papi Ayah jahat." Ucap Avan
" Kenapa? "
" Ayah lupa sama Avan sama Bunda."
" Ayah kan sedang sakit sayang, Ayah benar - benar tidak ingat sama sekali."
__ADS_1
Dahlia lalu datang dengan membawa sepiring kue lapis di susul dengan Kinan membawa sebuah minuman.
" Sakit nya dia membuat Saya sakit, tapi saat ini saya berusaha untuk tegar dan agar Bang Put bisa mengingat nya lagi."
" Cinta nya sangat begitu besar terhadap mba Senja hingga di saat seperti ini dirinya hanya mengingat Senja." Ucap Kinan.
" Saya sadar sampai kapan pun Saya tidak bisa seperti Almarhum mba Senja, posisi nya tak akan pernah bisa di ganti kan. "
" Avan takut sama Ayah Bund." Avan memeluk tubuh Dahlia lalu membelai rambut nya.
" Avan nggak boleh takut sayang, Ayah sedang sakit dan untuk saat ini kita harus bersabar untuk menunggu Ayah sembuh total."
********
" Dahlia." Tegur Putra saat melihat Dahlia sedang berada di dalam kamar nya.
" Iya Bang."
Putra mendekati Dahlia saat ini mereka sama - sama berdiri saling berhadapan.
" Tolong bantu Saya untuk mengingat semuanya, kalau memang benar kamu istri saya tolong bantu saya, jangan kamu tanggung sendiri rasa sedih ini karena saya tidak tega melihat seorang wanita terus menangis, dan ada rasa sedih saat anak kecil itu menjauh dari saya."
" Insya Allah Bang saya akan mencoba membantu agar Abang ingat semuanya."
" Maaf bila saya hanya ingat dengan Senja, karena dirinya adalah cinta pertama saya."
" Saya mengerti Bang, cinta pertama itu tak akan pernah lekang oleh waktu sampai kapan pun walau di hadapan Abang sekarang ada cinta sejati Abang dimana saat itu kita mengucap janji sehidup semati."
" Maaf tapi kamu tolong bantu untuk menjawab semuanya."
********
Dahlia membawa Putra ke Padang Savana, dimana dirinya telah di pilih oleh Putra untuk menjadi pendamping hidup nya.
" Bang disini awal kisah cinta kita di mulai, cerita Abang dengan Almarhumah dimana kalian pertama kali menyatakan cinta dan dimana terakhir kalinya cinta Abang untuk pergi selama - lama nya itu cerita dari Bang Put sendiri. Dan saat itu juga Abang menyatakan cinta pada Saya disini, dimana Bang Put menempatkan Saya pada posisi yang sama seperti mba Senja, dimana Abang bilang kalau Saya sudah berhasil untuk membuka hati Abang yang selama ini tertutup."
Sekilas flashback Putra melihat bayangan jelas tentang Senja, dimana dirinya tertawa dimana dirinya menangis.
Akhhhh.....
Putra memegang kepala nya yang terasa sangat sakit, lalu Dahlia mencoba menopang tubuh Putra yang hampir terjatuh.
" Tolong cerita kan semuanya." Ucap Putra sambil memegang kepala nya.
__ADS_1
" Disini semuanya awal terjadi kisah cinta Abang, di ujung Timur adalah semuanya kisah Abang dimulai , kisah cinta pertama dan cinta sejati nya Abang, di ujung Timur semua penantian Abang dan semua harapan Abang ada disini. Penantian sang Prajurit yang gagah untuk sebuah kisah cinta nya. "