Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Sakit nya Menahan Rindu


__ADS_3

Tangis Dahlia pecah saat sudah satu minggu Dahlia bersama Balita yang dia temukan di atas puing - puing reruntuhan.


" Bye bye ( sampai jumpa) " Dahlia melambaikan tangan nya saat balita yang sudah di sayangi masuk ke dalam mobil, dan bagian perlindungan anak international yang menanganinya.


" He'll get a better life, and one day he'll get a new parent ( Dia akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan suatu saat akan mendapatkan orang tua baru ) " Ucap Jhon.


" That made me want to cry ( Saya jadi ingin menangis) "


" You can use my arm for a shoulder if you want to cry ( kamu bisa gunakan lengan saya untuk sandaran bila kamu ingin menangis) " Ucap Jhon sembari menepuk lengan nya.


Lalu Dahlia yang sudah tak bisa menahan air mata, akhirnya menangis degan menempelkan wajah nya di lengan Jhon.


*******


5 Bulan Kemudian....


Akkkhhhh.....


" Bang sakit....!!! " Teriak Kanaya.


" Iya sayang sabar ya." Ucap Andra yang terus memegangi Kinan yang akan melahirkan.


Aakkhhhh.....


" Cepetan Bang Put, jangan sampai brojol disini." Teriak Kinan saat berada di dalam mobil.


" Iya sabar, sudah cepat ini laju nya. " Ucap Putra sambil melirik ke arah kaca spion.


*******


There's no life, without love they say


None worth having anyway


You're a mystery to me some days


That's what keeps me sane


A heart that yearns is always young


But you can't love just anyone


It's been a while since 21


But I still feel the same


Take me home and don't spare the horses


Away to a silence I need


Take me home and don't spare the horses


Away to a gossamer breeze

__ADS_1


I don't need to build a house of stone


Wherever you are is where I call home


'Cause we're just you and me


We drink and laugh and dance 'til three


I have everything I need when I'm with you alone


Home is where we stay all night


No roof above our starry sky


I'd lie here 'til the day I die


And our time together's flown


So, take me home and don't spare the horses


Away to a silence I need


Take me home and don't spare the horses


Away to a gossamer breeze


I don't need to build a house of stone


Wherever you are is where I call home


Every now and then I've made you cry


For that I'm sorry


They were few and far between


We're closer now than we've ever been


You know I'm sorry


I used to wonder why I'm here


No rhyme no reason would appear


Since we've met, it's loud and clear


I'm here to see you home


Dari berbagai Negara semua berkumpul santai di depan tenda pengungsian mulai dari Para Tentara, Tenaga Medis dan Relawan sosial mereka di depan api unggun menyanyikan lagu milik Brown yang di iringi sebuah gitar yang di mainkan oleh salah satu relawan.


" Saya jadi rindu dengan Ayah, Bang Put dan Avan, komunikasi yang sangat sulit membuat rindu pada orang terkasih sangat besar." Ucap Dahlia sembari memegangi gelas berisi teh hangat.


" Tujuh bulan lagi, kita pulang tidak hanya kamu, Saya tapi semuanya juga sama memiliki rasa rindu." Ucap Dokter Hilman.

__ADS_1


Namun saat mereka sedang bersantai Suara Alarm bahaya berbunyi , mereka semua pun segera membubarkan diri.


" Apa kita di serang lagi? " Tanya Dahlia panik.


" Iya kita harus berlindung." Jawab Dokter Hilman.


" You quickly save refugees, mendandak attacks come ( Kalian cepat selamatkan pengungsi, serangan mendandak datang) " Ucap Jhon menghampiri pada Dahlia dan Dokter Hilman.


Boooommmmm....


Boommmmmm....


Terdengar suara dentuman Bomb hingga memeka telinga, Dahlia beserta Tenaga media dan Relawan lain nya berhamburan lari mencari perlindungan dengan menggiring para pengungsi.


Boooommmm....


Boooommmmm....


Boooommmmm.....


Suara ledakkan bom pun dimana - mana seketika hancur begitu saja, suara tembakan di sana sini pun membabi buta.


Teriakan meminta tolong, tangisan kehilangan pun merubah malam yang indah menjadi malam yang mencekam.


*******


" Selamat Pak anak nya perempuan." Ucap salah satu perawat membawa bayi ke arah Andra.


" Alhamdullilah, cantiknya anak mamah sama Papah." Ucap Andra sembari mencium kedua pipi merah anak gadis pertama nya.


" Cinta pertama seorang anak gadis adalah kepada Ayah nya, begitu pun Cinta kamu pada Kinan yang begitu besar mengalahkan Cinta masa lalu kamu hingga bisa hadir nya buah hati yang sangat menggemaskan." Ucap Putra.


*********


Beberapa hari Putra tidak mendapatkan kabar dari Dahlia, seperti biasa tiga hari atau empat hari sekali Dahlia akan mengabari Putra.


" Kok tumben sudah empat hari lewat Dahlia tidak kasih kabar, apa sibuk." Ucap Putra sembari menunggu telepon dari Dahlia.


" Sayang, Abang kangen kamu. Beberapa bulan Abang menahan rasa gejolak ini, menahan rasa rindu untuk mendengar suara kamu namun sekarang kamu belum juga memberi kabar pada Abang."


Suara HT berbunyi panggilan mendadak untuk segera berkumpul semua pasukan di lapangan.


" Tumben ada apa? "


Putra pun lantas bergegas keluar dari ruangan nya menuju ke lapangan.


Cerita ini hanya sebatas cerita fiksi biasa, dan alurnya pun sengaja saya buat seperti di sebuah daerah atau Negara yang sedang terjadi perang. Yang merasa bosan atau tidak suka bisa skip, yang semakin penasaran dengan alurnya selalu dukung karya saya.


Jangan lupa mampir ke Karya ke 3 Satu Hati Untuk 2 prajurit sambil nunggu up nya Ujung Timur ( Penantian Sang Prajurit)


Jadikan Favorite di Rak baca Ya....


__ADS_1


__ADS_2