Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Rindu Yang Terbayar


__ADS_3

Mmmmppp.....


Tubuh Dahlia di seret ke sebuah tempat di balik sebuah reruntuhan tembok, tangan kekar itu masih membekap mulut Dahlia.


Dahlia membulatkan mata nya saat yang dirinya lihat adalah orang yang kini dia sangat rindukan.


" Ssstttt... " Ucap Putra memberi kode saat dua orang bersenjata mencari Dahlia.


Dahlia dan Putra masih bersembunyi di balik reruntuhan tembok, dengan senjata yang siap dirinya tembak kan.


Putra melepaskan dekapan pada mulut Dahlia, dan memberikan pistol nya pada Dahlia sedangkan Putra memegang senjata laras panjang.


" Kalau mereka mengetahui persembunyian kita, mereka menodongkan senjata nya langsung tarik pelatuknya." Bisik Putra.


Dahlia menganggukkan kepala nya, dengan jantung yang dag dig dug, Putra pun melindungi pujaan hati nya di balik punggungnya.


Dua orang bersenjata itu semakin mendekat ke arah Putra dan Dahlia, mereka mencari ke Sisi kanan dan kiri. Namun saat selangkah lagi mereka mendekati dimana Dahlia dan Putra bersembunyi sebuah HT milik salah Satu pria yang bersenjata itu berbunyi, hingga mereka meninggalkan tempat tersebut.


Seketika tubuh Dahlia lemas ambruk di balik punggung Putra, dan Putra membalikkan badannya lalu memeluk tubuh Dahlia.


" Kenapa hem.. gemetar? " Bisik Putra di telinga Dahlia.


" Dua kali hampir mati Bang." Dahlia bersandar di dada Putra dengan aroma perfume yang sangat dia rindukan.


" Abang kapan tiba? " Tanya Dahlia.


" Dua puluh Dua jam Abang disini, Abang cari kamu ternyata kalau Abang terlambat kita tidak akan bisa bertemu."


" Kenapa pertemuan kita seperti ini, nggak ada romantisnya."


Putra tersenyum gemas ke arah Dahlia, yang masih bersandar di dada nya, Putra pun mencium pucuk kepala Dahlia.


" Memang mau yang romantisnya gimana, tadi bukannya sambutan romantis di kejar dua pria yang bersenjata."

__ADS_1


" Akh.. itu sih bukannya romantis tapi spot jantung."


*******


" Alhamdulillah ketemu, ini sangat penting hidup mati saya." Dahlia mengambil tas kecilnya yang berisi surat - surat penting milik nya.


" Karena benda ini, kamu membahayakan nyawa kamu."


" Terus kapan lagi Bang, ini penting harus buat lagi lama."


" Untung saja ada pahlawan penyelamat, kalau nggak... "


" Kalau nggak apa coba, mati tertembak."


" Sudah ayok kembali ke tempat pengungsian mereka pasti sangat khawatir."


*******


" Dahlia, where have you gone? We're all worried you haven't come back. doctor hilman said you went to the refuge we left behind. ( Dahlia kamu kemana saja, kita semua khawatir kamu belum kembali, Dokter Hilman mengatakan kamu pergi ke tempat pengungsian yang kita tinggalkan.) " Jhon datang menghampiri Dahlia yang berjalan beriringan dengan Putra.


" What, come on but you're okay? ( Apa, yang benar saja tapi kamu tidak apa - apa kan?) " Jhon memegang Dahlia memutar badan nya ke kanan dan kiri.


Putra yang melihat nya sangat jengah, dan merasa sangat cemburu saat Tentara Amerika tersebut penuh perhatian pada Dahlia.


" I'm fine, jhon, don't overdo it ( Saya nggak apa - apa jhon, jangan berlebihan ) " Dahlia melirik ke arah Putra karena paham dari mimik wajah Putra yang tidak bersahabat.


" Jhon, this is my future husband ( Jhon kenalkan ini calon suami saya ) " Ucap Dahlia sembari memegang lengan Putra.


Jhon menatap Putra yang mempunyai pangkat yang sama, Putra pun melingkarkan tangan nya di pinggang Dahlia.


" Meet the captain, son of dahlia's fiancee ( Kenalkan saya kapten Putra tunangan Dahlia)" Putra mengulurkan tangan nya.


" I'm captain Jhon from America." Jhon pun menyambut jabatan tangan Putra.

__ADS_1


*********


" Kamu betah ya disini sama Tentara itu, pantas nggak pernah kasih kabar."Sindir Putra.


" Abang cemburu? "


" Nggak..!! "


" Kalau nggak cemburu kenapa tanyanya gitu."


" Ya.. kalau cemburu memang salah gitu, gimana nggak cemburu tunangan nya di sana menahan rindu, khawatir eh disini malah deket sama Tentara bule."


" Dia suka sama Saya Bang, dia pernah mengungkapkan perasaan nya sama Dahlia."


Seketika Putra menatap tajam ke arah Dahlia, seolah Ingin sebuah jawaban.


" Tenang saja Bang, Dahlia tidak akan goyah walau seribu pria tampan di sekitar Dahlia. Hanya Bang Put yang Saya sayangi."


" Beneran nih?" Tanya Putra sembari mendekatkan bibirnya.


" Benar Bang." Jawab Dahlia dengan gugup.


Putra mencium sekilas bibir Dahlia, wanita yang selama ini dia rindukan dan hari ini juga rindu nya terobati.


" Abang kangen, bolehkan Abang mencium kamu lebih hangat lagi."


Dahlia tersipu malu saat tatapan mata Putra yang sangat dekat dengan nya, hingga detak jantung nya terasa sangat berdebar.


" Boleh Bang."


Senyum nakal Putra menghiasi wajah tampan nya, Putra pun mendekatkan bibir nya dan saling menyatu. Dengan lembut Putra mencium dan ******* bibir Dahlia.


" I Love you honey." Putra menautkan keningnya di kening Dahlia.

__ADS_1


" I love you too."


Mereka pun saling berciuman di dalam sebuah tenda, dimana mereka saling melepaskan rindu.


__ADS_2