
" Apa kabar Kapten Putra? " Sapa Mario.
Putra tersenyum sinis saat bertemu dengan Mario satu letting namun tidak mempunyai hubungan yang sangat baik.
" Kita bertemu kembali rupanya, satu Batalyon lagi Kapten Mario." Ucap Putra.
" Sudah bertemu nih." Ucap Danyon.
" Tidak menyangka Saya bertemu dengan sahabat lama, setelah kejadian itu pasti kamu masih ingat kan."
Putra mengretakkan gigi nya dan mengepalkan kedua tangan nya, seakan memori masa lalu terulang kembali.
*******
Aarrrggghhh....
Buugghh. .
Buuughhh...
Putra terus melayangkan tinju nya pada samsak, luapan emosi dia tumpahkan segalanya di Samsak tersebut.
" Sampai kapan pun Saya tidak akan pernah memaafkan kamu, kejadian itu tidak akan pernah Saya lupakan."
Buuughhh...
Buuughhh...
******
" Hanum Saya ini masih suami kamu, mana sopan santun kamu pada suami." Bentak Mario saat mereka berada di rumah Dinas.
" Suami yang mana, masih mengaku sebagai suami Saya setelah menelantarkan Bima saat sakit hanya demi bersenang - senang dengan wanita lain. Bima demam kejang - kejang kamu diam kan saja saat si bibi meminta tolong, kalau seandainya kamu tidak telat menolong Bima tidak akan meninggal di perjalanan." Bentak Hanum dengan memukul keras lengan Mario.
" Hanum, Bima bukan darah daging Saya. Sejak dulu Saya tidak menyetujui kamu mengangkat Anak Saya ingin anak dari kamu, tapi apa kamu tidak bisa hamil juga kan dan tidak pernah bisa bikin Saya puas dalam hal bercinta,kenapa Saya lebih suka bermain dengan wanita lain." Bentak Mario sembari mencengkram keras dagu Hanum.
Putra yang rumah nya bersebelahan dengan Hanum dan Mario mendengar pertengkaran mereka hingga suara teriakan Hanum dan ucapan yang terdengar menyanyat hati dari mulut Hanum.
Putra hanya diam dan memejamkan matanya saat mendengar apa yang terjadi di antara mereka.
__ADS_1
****
Setelah Sholat Ashar seperti biasa Putra ber dzikir dan berdoa, disana pun terlihat Hanum dengan masih menggunakan mukenanya tidur tertelungkup sembari menangis.
Tangisan nya yang sangat keras hingga terdengar di telinga Putra, Putra pun setelah melaksanakan kewajiban nya dia pun menoleh ke arah Hanum dan beranjak mendekati Hanum.
" Hanum." Ucap Putra
Hanum seketika langsung duduk dan menghapus kedua air matanya, dan menundukkan wajahnya saat Putra menatap wajah Hanum dengan mata yang sembab dan ujung bibir yang sedikit lebam.
" Ceritakan pada Saya apa yang di lakukan Mario sama kamu? "
" Ini urusan Saya Bang, biar Saya yang menanggungnya."
" Seorang suami memperlakukan istri nya seperti binatang, dia harus di hukum. Tak ada seorang suami seperti itu, suami yang ingin di hormati tapi tidak ada sedikit pun rasa hormat pada istri."
" Hanya satu bang, Saya ingin bisa terlepas dari pernikahan ini. Saya memang kuat di medan perang, tapi Saya lemah di kehidupan rumah tangga. "
******
Sore hari semua Prajurit mengadakan latihan karate begitu pula dengan Mario yang tiba - tiba ingin menantang Putra dan Putra pun siap menantang Mario.
" Sampai kapan pun Saya tidak akan memaafkan kamu." Ucap Putra saat memilin tangan Mario.
" Lihat saja nanti, kamu akan habis di tangan saya." Ucap Mario setelah menendang kaki Putra.
Buuughhh...
Buuughhh...
Buuugghhh...
" Ada yang janggal dengan mereka." Ucap Andra saat melihat duel antara Putra Dan Mario.
" Ini bukan serangan biasa, mereka asli berkelahi." Ucap Aswin.
Hanum yang melihat nya ikut berdiri dan ingin memisahkan mereka berdua yang sudah saling pukul.
Saat akan berjalan Hanum ingin memisahkan Putra dan Mario, Mayor Heru menahan tangan Hanum.
__ADS_1
" Biar kan mereka menyelesaikan masalah mereka dengan caranya, sekian lama mereka tidak bertemu sekarang luka lama sama - sama terbuka." Ucap Mayor Heru.
" Katakan siapa yang menugaskan Bang Mario kesini? " Tanya Hanum.
" Suami kamu meminta pada Ayah kamu, saat tahu Kapten Putra tugas disini serta ingin dekat dengan istri nya kembali."
" Saya akan minta mutasi yang jauh agar bisa jauh dari dia, dan masalah dengan Bang Putra Saya yakin Bang Mario yang memulai."
*****
Putra di cermin ruang ganti sedang mengobati lukanya, wajahnya sedikit lebam dan lecet.
Auw...
Putra meringis mengobati wajahnya, luka kemarin belum sembuh sekarang mendapatkan luka yang baru.
" Akh.. wajah Saya kenapa jadi kayak gini, sialan kamu Mario." Ucap Putra kesal.
Lalu Hanum datang setelah memeriksa situasi tidak ada orang satu pun.
" Bang..!! "
" Hanum, kamu ngapain di ruang ganti Pria!! "
" Bang, kamu nggak akan pernah bisa lepas sampai kapan pun dari Bang Mario, seperti juga hidup Saya." Ucap Hanum yang tiba - tiba memberi plester luka.
" Saya disini hanya untuk mencari keadilan, manusia seperti dia harus mempertanggung jawab kan semua kesalahan nya." Putra menurunkan pelan tangan Hanum yang sedang memberi plester pada wajahnya.
" Bang tolong Saya agar bisa bebas dari nya, Abang juga sama kan satu tujuan dengan Hanum. Saya juga berhak bahagia, Saya juga berhak untuk di cintai bukan di cintai dengan disiksa."
******
" Brengsek Putra, Saya tidak akan pernah melepaskan dia." Umpat Mario sembari memegang wajahnya yang penuh luka lebam.
" Kamu jangan berulah terlalu dalam, jangan kamu mentang - mentang menantu Jendral jangan pernah mengandalkan pangkat nya." Ucap Mayor Heru.
" Saya akan cari cara agar dia hancur bagaimana dulu dia telah merebut Sinta dari saya."
" Bukan nya Sinta meninggal saat melahirkan dan Yang merebut Sinta itu kamu."
__ADS_1
" Saya tidak akan pernah memaafkan dia, telah merebut Sinta dari Saya, Sinta hamil bukan anak Saya tapi anak Putra."