
" Hiks.. hiks.. talak Saya Bang!! "
Putra langsung menoleh ke arah Senja, dia lalu berjalan mendekati Senja.
" Jangan dekati Senja Bang, Senja sudah kotor tidak pantas bersanding dengan Abang hiks.. hiks... "
" Jangan pernah meminta Abang untuk mentalak kamu, kamu sakit, kamu tidak sempurna atau apalah, Abang tidak akan pernah mengucapkan kata itu." Ucap Putra.
" Hiks.. hiks... Senja mengingat Abang sekarang, tapi Senja bukan yang seperti dulu, tubuh Senja sudah di nikmati oleh pria lain Bang, Abang hanya akan menerima bekasnya." Ucap Senja sambil terisak.
" Apa pun yang terjadi, Abang akan tetap di samping kamu sayang." Ucap Putra yang sedang menguasai emosi nya.
" Nggak Abang, Senja nggak pantas hiks... hiks.. nggak pantas Bang."
*********
" Put, Senja bagaimana?" Tanya Arya saat setelah apel pagi.
" masih depresi dia, malah kemarin sudah ingat siapa saya malah minta saya talak." Jawab Putra.
" Dia tertekan, apakah sudah di ketahui siapa pelakunya? "
" Senja tak bicara, dia seolah ketakutan." Ucap Putra.
" Cari tahu setelah dia benar - benar pulih, mereka sudah membuat Senja depresi seperti itu." Ucap Arya.
********
Senja keluar dari kamarnya, dia seperti biasa melihat kanan kiri dengan hati yang was - was. Dengan sedikit dada yang sedang dirasakan sangat sakit, karena Asma nya kambuh.
Akh.. hik... akh.. hik...
Senja terus memegang dadanya, dan masih membuat dirinya terasa cemas hingga membuat Asma nya pun semakin memburuk.
" Hey.. kenapa kamu? " Tanya Kinan tiba - tiba datang menghampiri Senja.
Senja langsung beranjak menjauhi Kinan, dia langsung terduduk di lantai, dengan memeluk kedua kakinya.
" Hey.. kamu seperti nya kena sindrom takut sama manusia ya, penyakitan kayak kamu masih saja Bang Putra mempertahan kan perempuan kaya kamu." Ucap Kinan.
Senja makin ketakutan, dan terus memercing kesakitan dengan Asma nya yang kambuh.
" Hey.. orang nggak waras, kalau sakit masuk kamar sana jangan kayak orang sakau." Ucap Kinan sambil menendang kecil kaki Senja.
Saat itu Putra datang, melihat Kinan yang berkancak pinggang membiarkan Senja ketakutan dan merasa menahan sakit.
" Sayang, kamu nggak apa - apa? Tanya Putra sambil menatap sinis ke arah Kinan.
Akh.. hik.. akh.. hik...
Senja terus memegang dadanya yang sakit, dan meremas dadanya.
" Asma kamu kambuh, kita ke kamar ambil inhaler kamu." Ucap Putra sambil mengangkat tubuh Senja, hingga membuat Kinan kesal melihat perhatian Putra pada istri nya.
**
__ADS_1
Senja memakai Inhalernya, setelah itu nafas Senja tampak begitu sehat kembali namun masih sedikit lemas.
" Tadi mau kemana? " Tanya Putra lembut.
" Tadi Senja, takut bang." Jawab Senja.
" Sudah makan? " Tanya Putra.
Senja menggelengkan kepala nya, dan seketika perut Senja berbunyi, hingga membuat Putra tersenyum.
" Abang ambil makanan dulu ya." Ucap Putra dan di anggukan oleh Senja.
Putra pun masuk ke kamar kembali, sambil membawa 1 piring berisi nasi dan lauknya.
" Makan dulu yuk." Ucap Putra sambil menyuapi istri nya.
Senja pun makan dengan lahap dengan masih di suapi oleh Putra.
" Bagaimana sayang, enak bukan masakan nya?" Ucap Putra.
" Enak Bang!! " Ucap Senja.
**
" Hahahaha... ayo sayang... kamu tidak akan pernah bisa lari."
" Jangan.. kamu jangan lakukan itu pada saya."
" Hahahaha... kamu sekarang adalah milik saya."
" Aaargggghhh.... tolong..., tolong... jangan hiks... hiks... "
Senja terbangun dari mimpinya, dengan tubuh bergetar dia memeluk bantal guling. Putra yang sedang tidur di sofa pun ikut terbangun, dan lalu mendekati Senja.
" Kenapa, mimpi buruk? " Tanya Putra.
" Dia meniduri saya, dia merusak kerhormatan saya." Jawab Senja dengan pandangan kosong.
" Katakan sama Abang, siapa dia?" Tanya Putra dengan setenang mungkin.
Senja terus bergetar ketakutan, dan terus memeluk bantal guling, lalu Putra menarik bantal guling tersebut dan Putra memeluk nya dengan erat.
" Sstttt... tenang sayang, kamu istirahat lagi. Jangan takut ada Abang. " Ucap Putra sambil mengusap punggung Senja.
******
Door.... dooor..... dooorrr.....
" Arrgggghhh.....!!!
Putra mengusap wajah nya dengan kasar, dan mendekati target tembak yang banyak meleset dari sasaran.
" Kenapa nggak fokus?" Tahya Aswin mendekati Putra
" Saya nggak bakalan fokus kalau pikiran saya hanya tertuju pada orang di rumah." Jawab Putra.
__ADS_1
" Put, kalau Tania banyak salah sama Senja saya minta maaf sebagai suaminya." Ucap Aswin.
" Kita lihat saja dia terlibat atau tidak." Ucap Putra sambil berjalan meninggalkan Aswin.
" Jangan sebut nama istri kamu di hadapan dia, sekarang dia sedang frustasi mengenai kejiwaan istri nya. " Ucap Arya yang baru datang.
*********
Senja berjalan keluar kamarnya, dia menuju ke panti dimana dia melihat anak - anak sedang bermain, sekilas dia flashback mengingat saat dirinya dengan Putra. Ada sedikit air mata jatuh di pipi nya, mengingat orang yang dia sangat cintai.
" Abang, saya sangat bersalah sama Abang, cintamu begitu tulus. Saya tidak pantas mendapatkan apa yang Abang kasih terhadap saya."
Lalu ada tangan melingkar di pinggang Senja, dan Senja kaget langsung beranjak dari duduk nya.
" Maaf sayang!! " Ucap Putra lupa tentang keadaan Senja.
" Abang!! " Ucap Senja.
" Sini duduk, kamu belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan lagi, untuk menghilangkan rasa trauma kamu."
Senja lalu duduk di samping Putra dengan sedikit jarak, dan menatap lurus dengan tubuh yang sedikit gemetar.
" Dekat sini sayang, duduk dekat sama suami kamu."
Senja lalu mencoba menggeser duduk nya, sehingga sekarang dia lebih dekat dengan Putra.
" Nah.. seperti ini kan nyaman, kemarin - kemarin kan kamu selalu merangkul lengan Abang bahkan memeluk Abang. Sekarang giliran Abang dong, masa kamu takut." Ucap Putra mencoba tangan nya melingkar ke pinggang Senja.
Saat merasakan lengan Putra melingkar di pinggang nya, Senja memejamkan mata tangan nya meremas pahanya.
" Saya akan mencoba sedikit demi sedikit menghilangkan rasa trauma kamu sayang."
*********
" Makan yang banyak Senja, kamu suka kan sama rendang?" Tanya Ibu Mutia saat menuangkan nasi dan lauk di atas piring milik Senja.
" Suka Bunda." Jawab Senja.
" Makanan Bunda enak sayang, kamu pasti nagih sayang." Ucap Putra sambil memasukan sendok di mulutnya.
Namun saat sedang makan, perut Senja rasa seperti di aduk - aduk, dan terasa sangat mual. Senja pun dengan menutupi mulutnya langsung berlari menuju ke arah wastafel.
Hoeek... hoeek... hoeek....
Putra langsung mengejar Senja, disana Senja sedang memuntahkan isi perut nya. Dengan berpegangan kedua Sisi wastafel, Senja terus memuntahkannya, dan Putra segera memijat tengkuk leher Senja.
" Sudah enak an? " Tanya Putra.
Senja menganggukkan kepala nya, dan memegang lengan Putra karena terasa sangat lemas.
Putra pun langsung mengantar ke kamar mereka berdua, dan Senja langsung merebahkan tubuhhya dan memijat pelipisnya.
" Kenapa Senja? " Tanya Ibu Mutia memasuki kamar mereka berdua.
" Mual Bund, pusing." Jawab Senja.
__ADS_1
" Apalagi yang kamu rasa kan? "