
Tiga bulan sudah kepergian Senja, Putra sekarang menjadi seorang pribadi yang dingin dan jarang tersenyum. Hanya Avan yang menjadi pengobat rindu nya terhadap Senja
" Semangat semua ayo lari nya, Semangat.. "
Putra memimpin lari bersama para Prajurit mengelilingi lapangan sambil bernyanyi.
Aku terpesona
Memandang (mandang) wajahmu yang manis
Bagaikan mutiara wajahmu bola (bola) matamu
Bagaikan kain sutra lesungnya (lesung) pipimu
Cantiknya kamu
Eloknya kamu
Semua yang ada padamu
Setelah selesai berlari mengelilingi lapangan dia duduk di atas rumput sambil meluruskan kaki nya dengan meneguk air mineral.
" Kapten kita sekarang jarang tersenyum ya, bawa an nya cemberut saja, salah sedikit marah. " Ucap Salah satu Prajurit.
" Ya sekarang kan dia Duren anak satu, bagaimana nggak seperti itu, bagaimana rasa nya kehilangan walau hati ikhlas tapi raga menolak." Ucap Prajurit lain nya*.
*******
" Eh anak Ayah, tambah ganteng saja." Sapa Putra saat pulang ke Panti langsung menggendong Avan saat berada di stroller.
" Kamu kenapa nggak tinggal disini saja sama Avan, kenapa harus di mess? " Tanya Ibu Mutia.
" Kalau disini Saya masih ingat terus Bund sama Senja. Banyak kenangan sama dia di Panti, maaf Ya Bund sementara Avan sama Bunda dulu." Jawab Putra.
" Iya nggak apa - apa, Avan sudah seperti cucu Bunda sendiri."
" Putra bawa Avan ke dalam kamar dulu ya Bund."
" Iya nak, Avan juga pasti kangen sama Ayah nya."
***
Avan kini usia 3 bulan, bayi laki - laki yang kini tumbuh subur gembul hingga yang melihat nya membuat gemas. Putra pun setiap hari selalu video call dengan Avan yang membuat rasa rindu yang mendalam.
Tapi di samping itu Putra tidak bisa selalu dekat dengan Avan selain tugas dan masih selalu teringat dengan Senja yang membuat nya semakin sakit kehilangan orang yang tersayang. Bahkan lebih memilih berada di Mess berkumpul dengan para Prajurit lain nya, untuk bisa sedikit menyingkirkan kesedihan nya.
__ADS_1
" Anak Ayah, kangen ya sama Ayah." Putra terus menciumi kedua pipi Avan, dan kadang menciumi perut gendut Avan sehingga bayi berusia 3 bulan itu mengeliat dan tersenyum.
" Maafkan Ayah nak, nggak bisa setiap hari sama kamu. Kalau Ayah disini, Ayah selalu ingat sama Bunda, kalau Avan Ayah bawa ke Asrama tidak mungkin Maafkan Ayah sayang."
*******
Saat akan berangkat dinas, Putra menemukan pakaian dimana dia terakhir di temukan. Putra teringat sesuatu yang ada di kantong bajunya, lalu Putra pun merogoh kantong tersebut ternyata sebuah lipatan kertas berwarna coklat.
" Kanaya!! " Putra pun membuka kertas tersebut ternyata sebuah map atau peta petunjuk markas Bulan Sabit.
Dan ada sebuah tulisan dan gambar struktur organisasi tersebut.
" Kanaya, bagaimana kabar kamu? Saya pernah berjanji untuk menjemput kamu dan menumbangkan seluruh anggota Bulan Sabit."
******
" Nggak bisa begitu Kapten Putra, ada prosedurnya kita menjatuhkan lawan." Ucap Danyon.
" Tapi mereka juga salah satu dari musuh yang membantai Para Tentara, dan Bulan Sabit adalah akarnya yang menuju jaringan hitam international." Ucap Putra.
" Kita juga nggak gegabah Kapten, kita juga harus kerja sama dengan pasukan international."
" Tapi ini bukti kuat, saya hutang nyawa terhadap adik dari Walaode, dia Sundah menyelamatkan hidup saya."
" Ini jebakan!!! "
" Mereka itu penjahat pintar kelas international, hati - hati bisa jadi sebuah jebakan."
Putra terdiam, memikirkan apa yang di utarakan oleh Danyon nya.
" Ingat, kamu harus hati - hati bisa jadi kamu itu umpan, dan melumpuhkan Prajurit Negara kita."
***
" Ada apa? " Tanya Aswin.
Putra menyerahkan sebuah peta pada Aswin, dan Aswin membaca peta dan struktur organisasi tersebut.
" Dari mana kamu dapatkan ini? "
" Kanaya!! "
" Kanaya!! " Ucap Aswin.
" Kamu pernah menyamar sebagai anggota gerombolan, pasti tahu tentang Bulan Sabit dan struktur organisasi nya, selama satu tahun pasti tahu kan? "
__ADS_1
" Walaode, dia memang adik dari pimpinan gerombolan itu, tapi dia jarang keluar karena bermain di belakang dan markas mereka kosong saat itu. Tapi apa hubungan nya dengan Kanaya?" Ucap Aswin.
" kamu pernah menggali informasi tentang mereka sebelum akhirnya ketahuan, kamu tidak pernah dengar nama Kanaya? dia yang telah menyelamatkan saya, agar bisa kembali ke keluarga saya dan dia minta tolong agar saya menyelamatkan dia, dan untuk menumbangkan jaringan hitam international melalui Walaode, tapi Danyon kita tak mau ambil resiko karena ini sebuah jebakan."
" Kanaya, sepertinya apakah yang di maksud itu adalah Selir Wangi? "
" Selir Wangi? " Ucap Putra.
" Wanita yang kejam, penuh dengan jebakan dia salah satu adik Walaode yang sangat di takuti dan terkenal sangat sadis terhadap musuhnya." Ucap Aswin.
" Maksud kamu, saya aslinya sebagai umpan?" Ucap Putra.
" Iya, karena ini seperti tak tik Selir Wangi. Walaode juga sangat tunduk terhadap adik nya, Selir Wangi juga bermain di belakang." Ucap Aswin.
*********
" Apakah Kanaya itu Selir Wangi, tapi kenapa dia melepaskan begitu saja, apakah jangan - jangan ini sebuah jebakan?
Putra yang sedang berbicara sendiri di sebuah gudang senjata, sehingga membuat perhatian Andra yang sedang berada di tempat yang sama mendekatinya.
" Bang, sedang bicara sama Senjata? Masih waras kan Bang, jangan bilang jadi Duda tiga bulan otak Abang konslet." Ucap Andra.
" Apaan sih, kalau ngomong nggak suka di saring." Ucap Putra kesal.
" Hehe hehehe... sorry, ya habis kenapa ngoceh sendiri? "
" Saya ini hutang janji sama seorang yang sudah menyelamatkan Saya. Tapi Saya juga bingung Sebenarnya dia itu ada di pihak kita atau pihak mereka."
" Maksud nya? "
" Saya bisa hidup sampai sekarang karena pertolongan dari adik Walaode. Namanya Kanaya, dan yang mengirim sandi pun Kanaya."
Andra lalu menatap lekat mata Putra, dan Putra pun menatap kembali pada Andra.
" Kamu pernah dengar ?" Tanya Putra.
" Saya memang belum pernah mengikuti misi ini, Selir Wangi dia sangat sulit untuk di tangkap. Wanita satu - satu nya, yang masih keluarga Bulan sabit. Aksinya ingin di perhatikan negara penyerangan bom, dan aksi penyerangan besar - besaran di daerah konflik. Aswin pernah ikut masuk sarang mereka, dengan sebutan Setan mata merah" Jawab Andra.
" Setan Mata merah, iya saya pernah dengar saat itu saya tidak ikut misi itu karena bersaman Satgas kongo kongo."
" Iya, Saya juga nggak ikut karena sedang Satgas di daerah barat."
******
" Seandainya benar, Kanaya adalah Selir Wangi berarti hidup Saya dalam pantauan nya. Mata - Mata nya ada di sekitar saya."
__ADS_1
Putra lalu bangun dari tidurnya, dan langsung teringat dengan keluarga nya dan langsung beranjak keluar dari kamar Mess nya dengan menyambar kunci motor nya.