
" Saya ingin kamu mengakui semua kesalahan kamu yang fatal itu, kepada semua orang." Ucap Putra.
" Tidak, Saya tidak mau." Ucap Tania.
" Kamu yang berbuat, dan kamu harus berani bertanggung jawab Tania. Istri Saya sekarang Kabur, dan dia sedang mengandung." Bentak Putra semakin geram.
" Karena dia nggak waras jadi Kabur, dan Saya juga sedang hamil jadi jangan paksa kan wanita hamil bisa membahayakan janin nya." Ucap Tania yang tidak mau kalah.
" Tania....!!! " Bentak Putra dengan mengepalkan kedua tangan nya.
" Saya yang akan meminta maaf, biar kesalahan istri Saya yang tanggung." Ucap Aswin.
" Bang, jangan jadi serendah itu." Ucap Tania.
" Dek, kamu tahu kesalahan kamu itu fatal dan sangat fatal. Abang rela menanggung semua nya, jadi biarlah Abang yang akan menanggung semua nya." Ucap Aswin yang masih memegangi dada nya yang sakit akibat pukulan yang di layangkan oleh Putra.
" Cuih.. sungguh bodoh kamu Aswin, Saya juga katakan dari dulu jangan pernah menikahi wanita macam dia, karena dia adalah ular yang berbisa." Ucap Putra.
" Cukup Putra, memang istri Saya salah. Saya sebagai suami nya akan bertanggung jawab."
***
" Sebelum nya, Saya mohon maaf kepada semua nya atas kesalahan istri Saya. Disini saya pribadi sangat menyesali perbuatan istri Saya, yang menambah - nambahi ucapan nya. Sekali lagi, Saya minta maaf." Ucap Aswin saat Apel sore yang di ikuti oleh semua para istri anggota TNI.
" Maaf Pak Aswin, seharusnya disini istri anda yang meminta maaf, dan kenapa dia seperti tidak merasa bersalah dan hanya duduk manis. Saya disini mewakili Ibu - Ibu persit lain nya disini istri Bapak sangat angkuh dan sombong." Ucap Salah satu Istri Anggota.
__ADS_1
" Betul itu Pak, malah Ibu Putra yang dia hina lebih sopan, karena dia kami terpancing emosi." Ucap salah satu istri anggota lain nya.
Putra dan Danyon melirik ke arah Aswin, dan Aswin hanya tertunduk karena menahan malu atas semua kesalahan istri nya.
******
" Papi Mami kenapa nggak bilang mau kesini?" Tanya Tania.
" Mami mau minta uang ya pap." Ucap Siska.
" Iya Tania, papi butuh 10 juta saja." Ucap Hans.
" Pap Mam, jangan terus - terusan minta yang, Abang nanti marah, gaji dia tinggal berapa hanya untuk makan dan pegangan." Ucap Tania.
" Suruh siapa kamu nikah sama Tentara, dulu sama Mike nggak mau." Ucap Siska.
" Bandot tua tapi sarang duit." Ucap Siska yang tidak mau kalah.
" Sudah jangan banyak bicara, sekarang Papi tanya ada nggak 10 juta, kalau nggak ada 5 juta. " Ucap Hans.
" Iya nanti Tania transfer, terus waktu Senja di culik kan dapat uang tuh 500 juta masih ada sisa kan? " Ucap Tania.
" Habis!! " Ucap Hans.
Braaakkkk.....
__ADS_1
Siska, Hans dan Tania kaget saat melihat Aswin masuk dengan menggebrak pintu rumah.
" Jadi kalian dalang dari semua terjadi pada Senja, hingga dia depresi berat." Bentak Aswin.
" Abang, dengar dulu ini yang tidak abang kira." Ucap Tania gugup.
" Iya Aswin, dengar dulu penjelasan dari kami." Ucap Hans.
" penjelasan seperti apa hah.. saya sudah dua kali mendengar obrolan kalian, Saya simpan Saya redam sendiri tapi Saya lihat kalian sangat keterlaluan." Ucap Aswin.
" Kalau memang benar apa, kamu mau laporan kan kami ke pihak berwajib silahkan. Sebelum ada bukti yang akurat." Ucap Hans.
" Oh.. bukti, ini saya rekam semua yang ada disini. Saya akan serahkan semua nya pada polisi dan Putra pun harus tahu." Ucap Aswin sebelum memasuki rumah nya, dia mendengar pembicaraan istri dan kedua mertua nya lalu dia merekam nya.
Aswin berjalan menuju pintu, namun Tania mengejarnya dan mencoba merampas ponsel Aswin yang berisi rekaman pembicaraannya.
" Bang, kamu jangan macam - macam." Ucap Tania sembari mencoba merebut ponsel di tangan Aswin.
" Saya harus kasih pada Putra." Ucap Aswin.
Mereka berdua saling berebut ponsel, dan saat itu Siska dan Hans pun ikut mencoba merebut ponsel tersebut, namun saat itu Tania terdorong ke sudut meja dengan keras hingga membentur perut nya.
Bruughhh...
" Akhhhhh..!!! "
__ADS_1
" Tania...!!! "